Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Anfal 31-40

AL ANFAL : 31

وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا قَالُواْ قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَاء لَقُلْنَا مِثْلَ هَـذَا إِنْ هَـذَا إِلاَّ أَسَاطِيرُ الأوَّلِينَ
Terjemah :
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al Quran) ini tidak lain hanyalah dongeng- dongengan orang-orang purbakala.
Tafsir :
Dan apabila ayat-ayat al-Qur an yang mulia itu dibacakan kepada orang-orang kafir, mereka berkata karena kebodohan dan pengingkaran mereka terhadap kebenaran : Sesungguhnya kami pernah mendengar ayat-ayat seperti ini, kalau kami menghendaki, niscaya kami dapat mengarang hal yang sama dengan al-Qur an ini. Al-Qur an yang kamu bacakan kepada kami ini (wahai Rasul) hanyalah kebohongan-kebohongan orang-orang yang telah lalu.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Said bin Jubair berkata : Pada perang Badar Nabi صلی الله عليه وسلم membunuh Uqbah bin Abu Muaith, Thuaimah bin Adi dan an-Nadhr bin al-Harits yang tertawan, al-Miqdad adalah orang yang menawan an-Nadhr, ketika an-Nadhr hendak dibunuh, dia berkata : Ya Rasulullah, dia adalah tawananku. Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda : Dia telah berkata tentang kitabullah apa yang dia katakana. Dia berkata, padanya turunlah ayat 31 ini.

AL ANFAL : 32

وَإِذْ قَالُواْ اللَّهُمَّ إِن كَانَ هَـذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِندِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِّنَ السَّمَاء أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Terjemah :
Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.
Tafsir :
Ingatlah (wahai Rasul) perkataan orang-orang musyrik dari kaummu ketika menyeru Allah : Jika yang dibawa oleh Muhammad adalah benar dari Engkau, turunkanlah kepada kami hujan batu dari langit, atau Engkau datangkan kepada kami siksa yang keras lagi menyakitkan.

AL ANFAL : 33

وَمَا كَانَ اللّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Terjemah :
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun [608]
________________________________________
[608] Di antara mufassirin mengartikan yastagfiruuna dengan bertaubat dan ada pula yang mengartikan bahwa di antara orang-orang kafir itu ada orang muslim yang minta ampun kepada Allah.
Tafsir :
Dan Allah tidak akan menyiksa orang-orang musyrik itu, sedangkan kamu (wahai Rasul) ada di antara mereka. Allah tidak akan menyiksa mereka apabila mereka masih mau meminta ampun.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Yazid bin Ruman dan Muhammad bin Qais berkata : Orang-orang Quraisy, sebagian berkata kepada sebagian yang lain : Allah telah memuliakan Muhammad diantara kita. Ketika turun ayat 32, Sorenya mereka menyesali perkataan mereka, lalu mereka berkata : Ampunilah kami ya Allah. Maka Allah menurunkan ayat 33-34 ini.

AL ANFAL : 34

وَمَا لَهُمْ أَلاَّ يُعَذِّبَهُمُ اللّهُ وَهُمْ يَصُدُّونَ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَا كَانُواْ أَوْلِيَاءهُ إِنْ أَوْلِيَآؤُهُ إِلاَّ الْمُتَّقُونَ وَلَـكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ
Terjemah :
Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidilharam, dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai(nya) hanyalah orang-orang yang bertakwa. tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
Tafsir :
Bagaimana mereka tidak berhak mendapat adzab Allah, padahal mereka menghalangi wali-wali-Nya dari orang-orang Mukmin untuk thawaf di KA BAH dan shalat di Masjidil Haram? Mereka bukanlah wali Allah, sesungguhnya wali Allah hanyalah mereka yang bertakwa kepada-Nya dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Akan tetapi, kebanyakan dari orang-orang kafir itu tidak mengetahui, sehingga mereka mengaku apa yang bukan hak mereka.

AL ANFAL : 35

وَمَا كَانَ صَلاَتُهُمْ عِندَ الْبَيْتِ إِلاَّ مُكَاء وَتَصْدِيَةً فَذُوقُواْ الْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ
Terjemah :
Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.
Tafsir :
Shalat mereka di Masjdil Haram hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka rasakanlah adzab, yaitu terbunuh atau menjadi tawanan pada Perang Badar. Itu disebabkan oleh kekufuran dan pengingkaran kalian, serta perbuatan-perbuatan kalian yang hanya berani dilakukan oleh orang-orang kafir yang ingkar atas keesaan Rabb mereka dan risalah nabi mereka.

Asbabun Nuzul :

Al-Wahidi meriwayatkan dari Ibnu Umar berkata : Mereka thawaf di Ka bah sambil bertepuk tangan dan bersiul, maka ayat 35 ini turun.

AL ANFAL : 36

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّواْ عَن سَبِيلِ اللّهِ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ
Terjemah :
Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,
Tafsir :
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari keesaan Allah dan mendustakan Rasul-Nya itu mengeluarkan harta mereka dan memberikannya kepada orang-orang semisal mereka dari kalangan musyrik dan orang-orang sesat untuk menghalangi orang lain dari jalan Allah dan mencegah kaum mukmin percaya kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan mengeluarkan hartanya untuk tujuan itu. Akan tetapi, yang mereka dapatkan hanyalah penyesalan dan kerugian karena harta mereka lenyap, sedangkan cita-cita mereka untuk memadamkan cahaya Allah dan mencegah orang-orang dari jalan-Nya tidak tercapai. Pada akhirnya, mereka akan dikalahkan oleh kaum mukmin dan orang-orang kafir itu akan dikumpulkan di Neraka Jahanam dan disiksa di dalamnya.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Said berkata : Orang-orang Quraisy menentang Nabi صلی الله عليه وسلم dalam thawaf, mereka menghina, bertepuk tangan dan bersiul, maka ayat 36 ini turun.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari al-Hakim bin Utbah berkata : Ayat ini turun pada Abu Sufyan, dia berinfak sebesar 40 uqiyah emas untuk orang-orang musyrik.

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Abza dan Said bin Jubair berkata : Ayat ini turun pada Abu Sufyan, pada perang Uhud dia menyewa dua ribu tentara bayaran untuk memrangi Rasulullah صلی الله عليه وسلم .

AL ANFAL : 37

لِيَمِيزَ اللّهُ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ الْخَبِيثَ بَعْضَهُ عَلَىَ بَعْضٍ فَيَرْكُمَهُ جَمِيعاً فَيَجْعَلَهُ فِي جَهَنَّمَ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Terjemah :
supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.
Tafsir :
Allah akan mengumpulkan dan menghinakan orang-orang yang kufur kepada Rabb mereka dan orang-orang yang mengeluarkan harta mereka untuk mencegah orang lain beriman kepada Allah dan menghalangi dari jalan-Nya; demi membedakan antara yang buruk dengan yang baik. Dan Allah akan menjadikan harta haram yang dikeluarkan untuk menghalangi orang dari agama Allah itu semakin bertambah dan bertumpuk, dan dimasukkan-Nya ke dalam Neraka Jahanam. Orang-orang kafir itu adalah orang yang merugi di dunia dan akhirat.

AL ANFAL : 38

قُل لِلَّذِينَ كَفَرُواْ إِن يَنتَهُواْ يُغَفَرْ لَهُم مَّا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُواْ فَقَدْ مَضَتْ سُنَّةُ الأَوَّلِينِ
Terjemah :
Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu [609]: Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi [610] sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu .
________________________________________
[609] Ialah: Abu Sofyan dan sahabat-sahabatnya.
[610] Maksudnya: jika mereka kafir dan kembali memerangi Nabi.
Tafsir :
Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang yang mengingkari keesaan Allah, yaitu kaummu yang musyrik : Jika mereka berhenti dari kekafiran dan memusuhi Nabi صلی الله عليه وسلم , kembali beriman kepada Allah semata, serta tidak lagi memerangi Nabi dan kaum mukmin, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu. Karena Islam menghapus yang telah lalu. Namun apabila orang-orang musyrik itu kembali memerangimu (wahai Rasul) setelah adzab yang menimpa mereka saat Perang Badar, maka berlakulah apa yang telah menimpa orang-orang sebelum mereka. Yaitu apabila mereka mendustakan dan tetap ingkar, niscaya Kami (Allah) akan menyegerakan adzab dan hukuman atas mereka.

AL ANFAL : 39

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلّه فَإِنِ انتَهَوْاْ فَإِنَّ اللّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Terjemah :
Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah [611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah [612]. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
________________________________________
[611] Maksudnya: gangguan-gangguan terhadap umat Islam dan agama Islam.
[612] Maksudnya: Menurut An-Nasafi dan Al-Maraghi, tegaknya agama Islam dan sirnanya agama-agama yang batil.
Tafsir :
Dan perangilah oleh kalian (hai kaum mukmin) orang-orang musyrik itu, agar tidak ada lagi kemusyrikan, tidak ada lagi yang mencegah orang dari jalan Allah, tidak ada lagi yang disembah, kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, sehingga diangkatlah musibah dari hambah Allah di muka bumi ini, dan sehingga agama, ketaatan, dan ibadah seluruhnya ditujukan kepada Allah dengan segenap keikhlasan tanpa tujuan yang lain. Apabila orang-orang musyrik itu berhenti menyebar fitnah terhadap orang mukmin dan berhenti menyekutukan Allah, kemudian masuk ke dalam agama yang hak bersama kalian, Allah tidak akan mengabaikan apa yang mereka kerjakan, yakni meninggalkan kekufuran dan masuk Islam.

AL ANFAL : 40

وَإِن تَوَلَّوْاْ فَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ مَوْلاَكُمْ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ
Terjemah :
Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
Tafsir :
Apabila orang-orang musyrik itu berpaling dari apa yang sudah kalian serukan (hai orang-orang mukmin) untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, berhenti memerangi kalian, dan mereka tetap dalam kekafiran serta tetap memerangi kalian; yakinlah bahwa Allah adalah sebaik-baik pelindung dan penolong kalian untuk mengalahkan mereka. Dia adalah sebaik-baik penolong bagi kalian dan bagi wali-wali-Nya untuk mengalahkan musuh-musuh kalian.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*