Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Anbiyaa’ 86-90

AL-ANBIYAA’ : 86-

وَأَدْخَلْنَاهُمْ فِي رَحْمَتِنَا إِنَّهُم مِّنَ الصَّالِحِينَ

TERJEMAH :

Kami telah memasukkan mereka kedalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh.

TAFSIR :

Kami masukkan mereka dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang shalih zhahir dan batinnya, lalu menaati Allah dan melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka.

AL-ANBIYAA’ : 87-

وَذَا النُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

TERJEMAH :

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap [968]: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

[968] Yang dimaksud dengan “keadaan yang sangat gelap” ialah didalam perut ikan, di dalam laut dan di malam bari.

TAFSIR :

Ingat;ah kisah orang yang pernah ditelan ikan besar, yaitu Yunus bin Matta. Allah mengutusnya kepada kaumnya untuk menyeru mereka, tetapi mereka tidak beriman. Kemudian ia memberikan ancaman kepada mereka dengan adzab, tetapi mereka tidak bertaubat. Ia tidak bersabar terhadap mereka, sebagaimana yang diperintahkan Allah kepadanya, dan ia pergi dari mereka dalam keadaan marah terhadap mereka, sesak dadanya karena kedurhakaan mereka. Ia menyangka bahwa Allah tidak akan menyulitkannya dan tidak akan menghukumnya akibat menyelisihi perintah-Nya. Ternyata Allah mengujinya dengan kesulitan dan penahanan sedemikian rupa, serta ditelan ikan besar di laut. Ia pun menyeru Rabbnya dalam kegelapan malam,lautan, dan perut ikan, dalam keadaan bertaubat lagi mengakui kezhalimannya; karena ia tidak bisa bersabar menghadapi kaumnya, dengan berucap : Tidak ada Illah yang berhak disembah kecuali Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.

AL-ANBIYAA’ : 88-

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنجِي الْمُؤْمِنِينَ

TERJEMAH :

Maka Kami telah memperkenankan do’anya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.

TAFSIR :

Maka Kami mengabulkan doanya, dan Kami membebaskannya daripada duka kesusahan ini. Demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang membenarkan lagi mengamalkan syariat Kami.

AL-ANBIYAA’ : 89-

وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَى رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

TERJEMAH :

Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri [969] dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik [970].

[969] Maksudnya: tidak mempunyai keturunan yang mewarisi [970] Maksudnya: andaikata Tuhan tidak mengabulkan do’anya, ya’ni memberi keturunan, Zakaria menyerahkan dirinya kepada Tuhan, sebab Tuhan adalah waris yang paling baik.

TAFSIR :

Ingatlah, wahai Rasul, kisah hamba Allah, Zakaria, tatkala berdoa kepada Rabbnya agar mengaruniakan keturunan kepadanya, ketika usianya sudah tua renta, dengan mengucapkan : Wahai Rabbku, janganlah Engkau biarkan aku seorang diri tanpa memiliki pengganti. Berikanlah kepadaku seorang pewaris yang akan menegakkan perkara agama di tengah manusia sepeninggalku, dan Engkaulah sebaik-baik yang kekal, dan sebaik-baik yang menggantikanku dengan kebaikan.

AL-ANBIYAA’ : 90-

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

TERJEMAH :

Maka Kami memperkenankan do’anya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas [971]. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.

[971] Maksudnya: mengharap agar dikabulkan Allah do’anya dan khawatir akan azabnya.

TAFSIR :

Maka Kami kabulkan doanya, dan Kami berikan anak, yaitu Yahya kepadanya saat usianya sudah tua renta, dan Kami jadikan istrinya sebagai wanita yang shalihah dalam akhlaknya, dapat mengandung dan melahirkan setelah sebelumnya mandul. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera kepada segala kebajikan, dan berdoa kepada Kami dengan mengharapkan apa yang ada di sisi Kami, lagi takut terhadap adzab Kami. Mereka adalah orang-orang yang tunduk lagi merendahkan diri kepada Kami.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*