Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Anbiyaa’ 76-80

AL-ANBIYAA’ : 76-

وَنُوحًا إِذْ نَادَى مِن قَبْلُ فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ

TERJEMAH :

Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdo’a, dan Kami memperkenankan do’anya, lalu Kami selamatkan dia beserta keluarganya dari bencana yang besar.

TAFSIR :

Ingatlah, wahai Rasul, kisah Nuh, ketika ia berseru kepada Rabbnya sebelummu, dan sebelum Ibrahim dan Luth. Maka Kami mengabulkan doanya, lalu Kami menyelamatkannya beserta keluarganya yang beriman dari adzab yang keras.

AL-ANBIYAA’ : 77-

وَنَصَرْنَاهُ مِنَ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمَ سَوْءٍ فَأَغْرَقْنَاهُمْ أَجْمَعِينَ

TERJEMAH :

Dan Kami telah menolongnya dari kaum yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya.

TAFSIR :

Kami menolongnya dari tipu daya kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami yang menunjukkan kebenarannya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buruk, maka Kami tenggelamkan mereka semua dengan air bah.

AL-ANBIYAA’ : 78-

وَدَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ إِذْ يَحْكُمَانِ فِي الْحَرْثِ إِذْ نَفَشَتْ فِيهِ غَنَمُ الْقَوْمِ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شَاهِدِينَ

TERJEMAH :

Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu,

TAFSIR :

Ingatlah, wahai Rasul, kisah Nabi Allah Dawud dan putranya, Sulaiman, ketika keduanya memutuskan perkara yang diajukan oleh dua orang yang berperkara. Kambing-kambing salah satu dari keduanya memasuki tanaman milik yang lainnya, dan menyebar di dalamnya pada malam hari sehingga merusak tanaman. Maka Dawud memutuskan bahwa kambing-kambing itu menjadi milik pemilik tanaman sebagai ganti tanaman yang dirusak, karena nilai keduanya sama. Dan Kami menyaksikan keputusan mereka, tidak ada sedikit pun yang tersembunyi dari Kami.

AL-ANBIYAA’ : 79-

فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُودَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ وَكُنَّا فَاعِلِينَ

TERJEMAH :

maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat) [967]; dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya.

[967] Menurut riwayat Ibnu Abbas bahwa sekelompok kambing telah merusak tanaman di waktu malam. maka yang empunya tanaman mengadukan hal ini kepada Nabi Daud u Nabi Daud memutuskan bahwa kambing-kambing itu harus diserahkan kepada yang empunya tanaman sebagai ganti tanam-tanaman yang rusak. Tetapi Nabi Sulaiman u memutuskan supaya kambing-kambing itu diserahkan sementara kepada yang empunya tanaman untuk diambil manfaatnya. Dan prang yang empunya kambing diharuskan mengganti tanaman itu dengan tanam-tanaman yang baru. Apabila tanaman yang baru telah dapat diambil hasilnya, mereka yang mepunyai kambing itu boleh mengambil kambingnya kembali. Putusan Nabi Sulaiman u ini adalah keputusan yang tepat.

TAFSIR :

Kami memberikan pemahaman kepada Sulaiman untuk memelihara kemashlahatan kedua belah pihak dengan adil, lalu ia memutuskan pada pemilik kambing agar memperbaiki tanaman yang rusak, dalam waktu yang sama pemilik tanaman mengambil manfaat dari kambing-kambing itu berupa susu, bulu dan semacamnya. Kemudian setelah itu, kambing-kambing itu dikembalikan kepada pemiliknya dan tanaman dikembalikan ke pemiliknya; karena nilai tanaman yang rusak hanya setara dengan manfaat kambing-kambing itu. Masing-masing dari Dawud dan Sulaiman Kami berikan hikmah dan ilmu. Kami karuniakan kepada Dawud, dengan menundukkan gunung-gunung untuk bias bertasbih bersamanya, ketika ia bertasbih. Demikian pula burung-burung bertasbih bersamanya, dan Kamilah yang melakukan hal itu.

AL-ANBIYAA’ : 80-

وَعَلَّمْنَاهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَّكُمْ لِتُحْصِنَكُم مِّن بَأْسِكُمْ فَهَلْ أَنتُمْ شَاكِرُونَ

TERJEMAH :

Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).

TAFSIR :

Allah mengistimewakan Dawud dengan mengajarkan kepadanya cara membuat baju besi. Ia membuatnya dalam bentuk bulatan-bulatan yang menyatu satu sama lain, yang memudahkan gerakan tubuh, guna memelihara orang-orang yang berperang dari terkena senjata. Maka apakah kalian bersyukur atas nikmat Allah yang diberikan kepada kalian, yang dilangsungkan-Nya lewat tangan hamba-Nya, Dawud??

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*