Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Anbiyaa’ 41-45

AL-ANBIYAA’ : 41-

وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّن قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُم مَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِؤُون

TERJEMAH :

Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa orang rasul sebelum kamu maka turunlah kepada orang yang mencemoohkan rasul-rasul itu azab yang selalu mereka perolok-olokkan.

TAFSIR :

Sungguh Rasul-rasul sebelummu, wahai Rasul, telah diperolok-olokkan, lalu orang-orang yang mengolok-olok itu ditimpa adzab yang dulu menjadi bahan ejekan dan olok-olok nereka.

AL-ANBIYAA’ : 42-

قُلْ مَن يَكْلَؤُكُم بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مِنَ الرَّحْمَنِ بَلْ هُمْ عَن ذِكْرِ رَبِّهِم مُّعْرِضُونَ

TERJEMAH :

Katakanlah: “Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari dari (azab Allah) Yang Maha Pemurah?” Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingati Tuhan mereka.

TAFSIR :

Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang yang minta disegerakan adzab itu : Tidak ada seorang pun yang dapat memelihara dan menjaga kalian di waktu malam dan siang hari kalian, di waktu tidur dan terjaga kalian, dari adzab Allah Yang Maha Pemurah bila menimpa kalian. Bahkan mereka adalah orang-orang yang lalai dan lengah dari al-Qur’an dan peringatan-peringatan Rabb mereka.

AL-ANBIYAA’ : 43-

أَمْ لَهُمْ آلِهَةٌ تَمْنَعُهُم مِّن دُونِنَا لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَ أَنفُسِهِمْ وَلَا هُم مِّنَّا يُصْحَبُونَ

TERJEMAH :

Atau adakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami. Tuhan-tuhan itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami itu?

TAFSIR :

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan yang dapat menghalangi mereka dari adzab Kami?? Sesungguhnya sembahan-sembahan mereka itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri, maka bagaimana mungkin mereka dapat menolong orang-orang yang menyembah mereka?? Mereka tidak dapat terlindungi dari Kami.

AL-ANBIYAA’ : 44-

بَلْ مَتَّعْنَا هَؤُلَاء وَآبَاءهُمْ حَتَّى طَالَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُ أَفَلَا يَرَوْنَ أَنَّا نَأْتِي الْأَرْضَ نَنقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا أَفَهُمُ الْغَالِبُونَ

TERJEMAH :

Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga panjanglah umur mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatangi negeri (orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya. Maka apakah mereka yang menang?

TAFSIR :

Sesungguhnya orang-orang kafir dan bapak-bapak mereka telah terterdaya dengan penangguhan, karena mereka melihat harta, anak-anak dan usia yang panjang. Karena itu, mereka tetap dalam kekafiran mereka dan tidak mau meninggalkannya. Mereka menyangka bahwa mereka tidak akan ditimpa adzab, dan mereka lalai sunnah (ketetapan Allah) yang telah berlalu. Allah mengurangi bumi dari berbagai penjurunya, dengan perang dan kekalahan yang ditimpakan Allah kepada kaum musyrik dari berbagai penjuru. Apakah orang-orang kafir Makkah memiliki keleluasaan untuk keluar dari kekuasaan Allah, atau mampu menolak kematian??

AL-ANBIYAA’ : 45-

قُلْ إِنَّمَا أُنذِرُكُم بِالْوَحْيِ وَلَا يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعَاء إِذَا مَا يُنذَرُونَ

TERJEMAH :

Katakanlah (hai Muhammad): “Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian dengan wahyu dan tiadalah orang-orang yang tuli mendengar seruan, apabila mereka diberi peringatan”

TAFSIR :

Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang yang kamu diutus kepada mereka : Aku tidaklah memberi peringatan kepada kalian melainkan dengan wahyu dari Allah, yaitu al-Qur’an. Tetapi orang-orang kafir tidak mendengarkan apa yang disampaikan kepada mereka dengan penuh perhatian, ketika mereka diberi peringatan, lalu mereka tidak memetik manfaatnya.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*