Tafsir Al-Muyasar Surat Al-An”am 71-80

AL AN AM : 71

قُلْ أَنَدْعُو مِن دُونِ اللّهِ مَا لاَ يَنفَعُنَا وَلاَ يَضُرُّنَا وَنُرَدُّ عَلَى أَعْقَابِنَا بَعْدَ إِذْ هَدَانَا اللّهُ كَالَّذِي اسْتَهْوَتْهُ الشَّيَاطِينُ فِي الأَرْضِ حَيْرَانَ لَهُ أَصْحَابٌ يَدْعُونَهُ إِلَى الْهُدَى ائْتِنَا قُلْ إِنَّ هُدَى اللّهِ هُوَ الْهُدَىَ وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ
Terjemah :
Katakanlah: Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang [488], sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): Marilah ikuti kami. Katakanlah:Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam,
________________________________________
[488] Maksudnya: syirik.
Tafsir :
Katakan wahai Rasul kepada orang-orang musyrikin : Apakah kami menyembah selain Allah dalam bentuk berhala-berhala yang tidak bisa memberi manfaat dan mudharat? Lalu kami kembali kepada kekufuran setelah Allah memberi hidayah kepada kami kepada Islam. Maka kami (bila kembali kepada kekufuran) seperti orang yang rusak akalnya karena gangguan setan kepadanya, sehingga dia tersesat di muka bumi. Dia mempunyai kawan-kawan mukmin yang berakal yang mengajaknya ke jalan yang benar yang mereka lalui, namun dia menolaknya. Katakan wahai Rasul kepada orang-orang musyrikin, sesungguhnya hidayah dimana Allah mengutusku dengannya adalah hidayah yang haq, dan kami semua diperintahkan agar berserah diri kepada Allah, Rabb alam raya dengan menyembah-Nya semata tiada sekutu bagi-Nya. Dia adalah Rabb segala sesuatu dan pemiliknya

AL AN AM : 72

وَأَنْ أَقِيمُواْ الصَّلاةَ وَاتَّقُوهُ وَهُوَ الَّذِيَ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Terjemah :
dan agar mendirikan sembahyang serta bertakwa kepadaNya. Dan Dialah Tuhan yang kepadaNyalah kamu akan dihimpunkan.
Tafsir :
Kami juga diperintahkan untuk mendirikan shalat dengan sempurna, takut kepada-Nya dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Dia-lah Allah di mana seluruh makhluk di Hari Kiamat akan digiring kepada-Nya.

AL AN AM : 73

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ بِالْحَقِّ وَيَوْمَ يَقُولُ كُن فَيَكُونُ قَوْلُهُ الْحَقُّ وَلَهُ الْمُلْكُ يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّوَرِ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
Terjemah :
Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: Jadilah, lalu terjadilah, dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
Tafsir :
Allah adalah pencipta langit dan bumi dengan kebenaran. Ingatlah wahai Rasul Hari Kiamat saat Allah berfirman : Jadilah. Maka ia tejadi berdasarkan perintah-Nya dalam sekejap, atau kurang dari itu. Firman-Nya adalah kebenaran yang sempurna. Milik-Nya segala kerajaan. Hari di mana malaikat meniup sangkakala untuk kedua kalinya di mana arwah dikembalikan ke jasad-jasadnya. Dia yang mengetahui hal-hal yang ghaib dari indera kalian wahai manusia, dan apa yang kalian saksikan. Dia Maha Bijaksana yang meletakkan segala urusan pada tempatnya. Maha Mengenal segala perkara hamba-Nya. Allah yang memiliki semua urusan tersebut secara khusus dan lainnya dari sisi permulaan dan akhiran, penciptaan dan pengembalian. Para hamba wajib tunduk kepada syariat-Nya semata, menerima hukum-Nya dan mencari ridha dan ampunan-Nya.

AL AN AM : 74

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةً إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلاَلٍ مُّبِينٍ
Terjemah :
Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar [489], Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.
________________________________________
[489] Di antara mufassirin ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan Abiihi (bapaknya) ialah pamannya.
Tafsir :
Ingatlah wahai Rasul perkataan Ibrahim kepada Azar bapaknya. Saat itu dia berkata kepadanya : Apakah engkau menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan selain Allah? Sesungguhnya aku melihatmu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata dari jalan kebenaran.

AL AN AM : 75

وَكَذَلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ
Terjemah :
Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin.
Tafsir :
Sebagaimana Kami membimbing Ibrahim kepada kebenaran dalam perkara ibadah, Kami menunjukkan kepadanya kerajaan agung dan kodrat yang mengagumkan yang ada di langit dan di bumi, agar dia menjadi orang-orang yang mendalam imannya.

AL AN AM : 76

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَى كَوْكَبًا قَالَ هَـذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لا أُحِبُّ الآفِلِينَ
Terjemah :
Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata : Inilah Tuhanku, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata : Saya tidak suka kepada yang tenggelam.
Tafsir :
Saat malam hadir dan kegelapan menutupi, Ibrahim mendebat kaumnya untuk membuktikan bahwa agama mereka adalah agama yang batil, mereka adalah orang-orang yang menyembah bintang-bintang. Ibrahim melihat bintang, dia berkata seolah-olah dia mengakui perbuatan kaumnya guna memaksa mereka mengakui tauhid : Ini adalah Rabbku. Namun ketika bintang tersebut terbenam, Ibrahim berkata : Aku tidak suka Rabb yang menghilang.

AL AN AM : 77

فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَـذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِن لَّمْ يَهْدِنِي رَبِّي لأكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ
Terjemah :
Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata : Inilah Tuhanku. Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata : Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat.
Tafsir :
Manakala Ibrahim melihat rembulan terbit, dia berkata kepada kaumnya, seolah-olah dia mengakui perbuatan kaumnya guna memaksa mereka mengakui tauhid : Ini adalah Rabbku. Manakala rembulan terbenam, Ibrahim berkata seraya menyebutkan kebutuhannya kepada hidayah Rabbnya : Bila Rabbku tidak membimbingku kepada tauhid yang benar, niscaya aku termasuk orang-orang yang tersesat dari jalan yang lurus dengan menyembah selain Allah.

AL AN AM : 78

فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَـذَا رَبِّي هَـذَآ أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ
Terjemah :
Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata : Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar. Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata : Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.
Tafsir :
Manakala Ibrahim melihat matahari terbit, Ibrahim berkata kepada kaumnya : Ini adalah Rabbku, karena ini adalah jauh lebih besar dari bintang dan rembulan. Namun saat matahari itu terbenam, Ibrahim berkata kepada kaumnya : Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan berupa penyembahan kepada berhala, bintang dan patung yang kalian sembah selain Allah.

AL AN AM : 79

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَاْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Terjemah :
Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.
Tafsir :
Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku dalam ibadah hanya kepada Allah. Dia-lah pencipta langit dan bumi, cenderung dari syirik kepada tauhid, dan aku bukan termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu.

AL AN AM : 80

وَحَآجَّهُ قَوْمُهُ قَالَ أَتُحَاجُّونِّي فِي اللّهِ وَقَدْ هَدَانِ وَلاَ أَخَافُ مَا تُشْرِكُونَ بِهِ إِلاَّ أَن يَشَاء رَبِّي شَيْئًا وَسِعَ رَبِّي كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا أَفَلاَ تَتَذَكَّرُونَ
Terjemah :
Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata : Apakah kamu hendak membantah tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku. Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?
Tafsir :
Kaumnya mendebatnya dalam tauhid kepada Allah, maka dia berkata : Apakah kalian mendebatku dalam perkara mengesakan Allah dengan ibadah padahal Dia telah membimbingku untuk mengetahui keesaan-Nya. Bila kalian menakut-nakutiku dengan tuhan-tuhan kalian yang akan menimpakan mudharat kepadaku, maka aku tidak akan takut kepadanya. Tuhan-tuhan kalian itu tidak akan melakukan apa yang merugikanku kecuali bila Allah berkehendak. Ilmu Rabbku mencakup segala sesuatu. Apakah kalian tidak mengingat sehingga kalian mengetahui bahwa hanya Allah-lah yang berhak untuk disembah?

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*