Tafsir Al-Muyasar Surat Al-An”am 51-60

AL AN AM : 51

وَأَنذِرْ بِهِ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَن يُحْشَرُواْ إِلَى رَبِّهِمْ لَيْسَ لَهُم مِّن دُونِهِ وَلِيٌّ وَلاَ شَفِيعٌ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Terjemah :
Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafaatpun selain daripada Allah, agar mereka bertakwa.
Tafsir :
Berilah peringatan wahai Rasul dengan al-Qur an kepada orang-orang yang menyadari bahwa mereka akan dikumpulkan kepada Rabb mereka, mereka percaya kepada janji Allah dan ancaman-Nya, mereka tidak memiliki penolong yang akan membantu mereka selain Allah, tidak memiliki pemberi syafaat yang akan membantu mereka di sisi Allah sehingga mengentaskan mereka dari siksa-Nya. Semoga mereka bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

AL AN AM : 52

وَلاَ تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِم مِّن شَيْءٍ وَمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِم مِّن شَيْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُونَ مِنَ الظَّالِمِينَ
Terjemah :
Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaanNya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, (sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim) [475].
________________________________________
[475] Ketika Rasulullah r sedang duduk-duduk bersama orang mumin yang dianggap rendah dan miskin oleh kaum Quraisy, datanglah beberapa pemuka Quraisy hendak bicara dengan Rasulullah, tetapi mereka enggan duduk bersama mumin itu, dan mereka mengusulkan supaya orang-orang mumin itu diusir saja, lalu turunlah ayat ini.
Tafsir :
Jangan mengusir wahai Nabi dari majlismu orang-orang muslim yang lemah yang menyembah Tuhan mereka di awal siang dan akhirnya. Mereka berharap wajah Allah dengan amal-amal shalih mereka. Kamu bukanlah petugas hisab atas mereka, karena hisab mereka ada di tangan Allah, dan bukan menjadi kewenanganmu sedikit pun. Bila kamu menjauhkan mereka maka kamu termasuk orang-orang yang melampaui batasan-batasan Allah, yang meletakkan suatu perkara bukan pada tempatnya.

AL AN AM : 53

وَكَذَلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لِّيَقُولواْ أَهَـؤُلاء مَنَّ اللّهُ عَلَيْهِم مِّن بَيْنِنَا أَلَيْسَ اللّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ
Terjemah :
Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka? (Allah berfirman): Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepadaNya) ?
Tafsir :
Allah menguji sebagian hamba-Nya dengan sebagian yang lainnya dengan perbedaan bagian rizki dan akhlak mereka. Dia membuat sebagian orang kaya dan sebagian lainnya miskin, sebagian dari mereka kuat dan sebagian dari mereka lemah. Allah menjadikan sebagian membutuhkan sebagian yang lain sebagai ujian dari-Nya, agar orang-orang kafir yang berharta berkata : Apakah orang-orang lemah itulah yang Allah beri nikmat hidayah kepada Islam di antara kita? Bukankah Allah lebih mengetahui siapa yang mensyukuri nikmat-Nya sehingga Dia membimbing mereka kepada hidayah menuju agama-Nya?

AL AN AM : 54

وَإِذَا جَاءكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلاَمٌ عَلَيْكُمْ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ أَنَّهُ مَن عَمِلَ مِنكُمْ سُوءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِن بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Terjemah :
Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: Salaamun alaikum [476]. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang [477], (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan
[478], kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
________________________________________
[476] Salaamun alikum artinya mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan atas kamu.
[477] lihat not [462] [478] lihat not [277]
Tafsir :
Bila kamu wahai Nabi didatangi oleh orang-orang yang membenarkan ayat-ayat Allah yang membuktikan kebenaranmu sebagai nabi, baik ayat tersebut adalah al-Qur an atau selainnya, mereka bertanya kepadamu tentang dosa-dosa masa lalu, maka hormatilah mereka dengan menjawab salam mereka. Sampaikan berita gembira dengan rahmat Allah yang luas, karena Allah telah menetapkan rahmat untuk hamba-hamba-Nya sebagai karunia dari-Nya, bahwa siapa yang melakukan dosa karena ketidaktahuan darinya terhadap akibatnya, bahwa ia menghadirkan murka Allah. Semua pendurhaka kepada Allah, sengaja atau tidak sengaja adalah orang bodoh dengan pertimbangan ini, sekalipun dia mengetahui larangan. Kemudian dia bertaubat setelahnya dan selalu menjaga amal shalih, maka sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosanya, karena Allah Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Nya yang bertaubat. Maha Penyayang kepada mereka.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ikrimah berkata : Utbah bin Rabi ah, Syaibah bin Rabi ah, Muth im bin Adi, al-Harits bin Naufal bersama para pembesar Bani Abd Manaf dari kalangan orang-orang kafir datang kepada Abu Thalib, mereka berkata : Kalau keponakanmu mengusir para hamba sahaya itu dari kami niscaya dia akan lebih kami hormati, lebih kami taati dan kami lebih mungkin mengikutinya. Abu Thalib pun menyampaikan hal itu kepada Nabi صلی الله عليه وسلم, waktu itu Umar bin Khaththab berkata : Bagaimana jika seandainya engkau melakukan hal itu agar kita bisa melihat apa yang mereka inginkan. Pada saat itu Allah menurunkan ayat 51-53. Dia berkata, mereka adalah Bilal, Ammar bin Yasir, Salim maula Abu Hudzaifah, Shabih maula Usaid, Ibnu Mas ud, al-Miqdad bin Abdullah, Waqid bin Abdullah al-Hanzhali dan orang-orang rendahan seperti mereka, maka Umar pun datang dan meminta maaf dari ucapannya, kemudian turunlah ayat 54 ini.

AL AN AM : 55

وَكَذَلِكَ نفَصِّلُ الآيَاتِ وَلِتَسْتَبِينَ سَبِيلُ الْمُجْرِمِينَ
Terjemah :
Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Quraan (supaya jelas jalan orang-orang yang saleh, dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa.
Tafsir :
Dengan penjelasan seperti yang Kami jelaskan kepadamu ini wahai Rasul, Kami menjelasakan hujjah-hujjah yang nyata atas setiap kebenaran yang diingkari oleh pelaku kebatilan agar kebenaran itu menjadi jelas, dan agar jalan pelaku kebatilan yang menyelisihi para Rasul diketahui.

AL AN AM : 56

قُلْ إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ قُل لاَّ أَتَّبِعُ أَهْوَاءكُمْ قَدْ ضَلَلْتُ إِذًا وَمَا أَنَاْ مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Terjemah :
Katakanlah : Sesungguhnya aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah. Katakanlah : Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.
Tafsir :
Katakan wahai Rasul kepada orang-orang musyrikin : Sesungguhnya Allah melarangku untuk menyembah berhala yang kalian sembah selain Allah. Katakan kepada mereka : Aku tidak mau mengikuti hawa nafsu kalian. Bila aku mengikuti maka aku akan tersesat dari jalan yang lurus, dan aku bukan termasuk orang-orang yang mendapatkan petunjuk.

AL AN AM : 57

قُلْ إِنِّي عَلَى بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّي وَكَذَّبْتُم بِهِ مَا عِندِي مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِ إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ لِلّهِ يَقُصُّ الْحَقَّ وَهُوَ خَيْرُ الْفَاصِلِينَ
Terjemah :
Katakanlah: Sesungguhnya aku berada di atas hujjah yang nyata (Al Quraan) dari Tuhanku [479], sedang kamu mendustakannya. Tidak ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik.
________________________________________
[479] Maksudnya: Nabi Muhammad r mempunyai bukti yang nyata atas kebenarannya.
Tafsir :
Katakan wahai Rasul kepada orang-orang musyrikin : Sesungguhnya aku diatas ilmu yang nyata berupa syariat Allah yang Dai wahyukan kepadaku, hal itu dengan mengesakan-Nya semata dalam beribadah, namun kalian mendustakannya. Bukan dalam kekuasaanku menurunkan siksa yang kalian minta agar disegerakan. Keputusan penundaan siksa ada di tangan Allah. Dia menjelaskan kebenaran dan Dia adalah sebaik-baik pemilah antara yang haq dengan yang batil dalam keputusan dan hukum-Nya

AL AN AM : 58

قُل لَّوْ أَنَّ عِندِي مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِ لَقُضِيَ الأَمْرُ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَاللّهُ أَعْلَمُ بِالظَّالِمِينَ
Terjemah :
Katakanlah: Kalau sekiranya ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan, tentu telah diselesaikan Allah urusan yang ada antara aku dan kamu [480]. Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.
________________________________________
[480] Maksudnya: tentu Allah telah menurunkan azab kepadamu sampai kamu binasa.
Tafsir :
Katakan wahai Rasul : Sekiranya aku berkuasa untuk menyegerakan siksa yang kalian minta, niscaya aku akan menurunkannya kepada kalian. Perkara antara diriku dengan kalian telah ditetapkan. Akan tetapi ia kembali kepada Allah, Dia lebih mengetahui orang-orang yang zhalim yang melebihi batasan mereka, lalu mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu.

AL AN AM : 59

وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَ يَعْلَمُهَا إِلاَّ هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلاَّ يَعْلَمُهَا وَلاَ حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأَرْضِ وَلاَ رَطْبٍ وَلاَ يَابِسٍ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
Terjemah :
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)
Tafsir :
Hanya di sisi Allah kunci-kunci yang ghaib, hanya Dia yang mengetahuinya. Di antaranya adalah ilmu tentang Hari Kiamat, turunnya hujan, apa yang ada dalam rahim, hasil usaha esok hari dan tempat kematian manusia. Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Tidak ada daun yang gugur dari pohonnya kecuali dengan ilmu-Nya. Setiap biji di tempat tersembunyi, setiap yang basah dan yang kering, ditetapkan dalam kitab yang jelas yang tidak mengandung kerancuan, yaitu Lauh Mahfuzh.

AL AN AM : 60

وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُم بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَى أَجَلٌ مُّسَمًّى ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Terjemah :
Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan [481], kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.
________________________________________
[481] Kamu ditidurkan di malam hari dan dibangunkan di siang hari, supaya dengan perputaran waktu itu habislah umurmu yang telah ditentukan.
Tafsir :
Allah mencabut arwah kalian di waktu malam (saat tidur) dengan cara yang mirip pencabutannya saat kematian. Dia mengetahui apa yang kalian usahakan di sinag hari, kemudian Dia mengembalikan arwah kalian ke tubuh kalian sehingga kalian bangun dari tidur siang seperti bangkit dari kematian. Hal ini agar disempurnakan ajal yang telah ditetapkan atas kalian di dunia. Kemudian tempat kembali kalian kepada Allah setelah kalian dibangkitkan dari kubur kalian dalam keadaan hidup, kemudian Dia mengabarkan kepada kalian apa yang kalian lakukan selama hidup di dunia lalu membalas kalian atasnya.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*