Tafsir Al-Muyasar Surat Al-An”am 131-140

AL AN AM : 131

ذَلِكَ أَن لَّمْ يَكُن رَّبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا غَافِلُونَ
Terjemah :
Yang demikian itu adalah karena Tuhanmu tidaklah membinasakan kota-kota secara aniaya, sedang penduduknya dalam keadaan lengah [505].
________________________________________
[505] Maksudnya: penduduk suatu kota tidak akan diazab, sebelum diutus seorang rasul yang akan memberi peringatan kepada mereka
Tafsir :
Kami peringatkan mereka (golongan jin dan manusia) dengan mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab agar tidak ada di antara mereka yang disiksa dengan aniaya (pada Hari Kiamat) karena tidak pernah mendengar dakwah (Islam). Kami peringatkan kepada semua umat bahwa Kami tidak akan menyiksa seseorang, kecuali setelah Kami utus rasul-rasul kepada mereka.

AL AN AM : 132

وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِّمَّا عَمِلُواْ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ
Terjemah :
Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.
Tafsir :
Bagi setiap orang yang melakukan ketaatan kepada Allah atau bermaksiat kepada-Nya akan memperoleh balasan sesuai dengan tingkatan amal mereka masing-masing. Dan Tuhanmu (hai Muhammad) tidak pernah lalai dari apa yang dikerjakan oleh hamba-hamba-Nya.

AL AN AM : 133

وَرَبُّكَ الْغَنِيُّ ذُو الرَّحْمَةِ إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَسْتَخْلِفْ مِن بَعْدِكُم مَّا يَشَاء كَمَآ أَنشَأَكُم مِّن ذُرِّيَّةِ قَوْمٍ آخَرِينَ
Terjemah :
Dan Tuhanmu Maha Kaya lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain.
Tafsir :
Dan Rabbmu (wahai Rasul) yang telah memerintahkan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Dialah Yang Mahakaya, semua makhluk selalu membutuhkan-Nya. Dia (yang Mahasuci) memiliki rahmat yang sangat luas. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kalian dan mendatangkan kaum selain kalian sebagai pengganti setelah kebinasaan kalian mereka melalaikan ketaatan kepada-Nya, sebagaimana Dia menciptakan kalian dari keturunan kaum yang lain sebelum kalian.

AL AN AM : 134

إِنَّ مَا تُوعَدُونَ لآتٍ وَمَا أَنتُم بِمُعْجِزِينَ
Terjemah :
Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti datang, dan kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya.
Tafsir :
Wahai orang-orang musyrik! Sesungguhnya siksa yang Rabb janjikan karena kekufuran kalian pasti akan terjadi pada kalian dan kalian tidak akan dapat menghindarinya. Dia Mahakuasa untuk mengembalikan kalian (menjadi jasad yang utuh) walaupun kalian sudah menjadi debu dan tulang-belulang (setelah mati).

AL AN AM : 135

قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُواْ عَلَى مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن تَكُونُ لَهُ عَاقِبَةُ الدِّارِ إِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ
Terjemah :
Katakanlah: Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu [506], sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik di dunia ini [507]. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan.
________________________________________
[506] Artinya: tetaplah dalam kekafiranmu sebagaimana aku tetap dalam keislamanku.
[507] Maksudnya: Allah menjadikan dunia sebagai tempat mencari (hasil) yang baik yaitu kebahagiaan diakhirat.
Tafsir :
Katakanlah wahai Rasul : Wahai kaumku, berbuatlah dengan cara kalian dan aku akan berbuat dengan caraku yang telah disyariatkan oleh Rabbku kepadaku, kelak (pada saat kalian mendapat kesengsaraan atau adzab) akan mengetahui siapakah di antara kita yang akan mendapat hasil yang baik? Sesungguhnya orang yang melampaui batas dan berbuat kezhaliman serta menyekutukan Allah dengan selain-Nya tidak akan mendapatkan keridhaan dan surga-Nya.

AL AN AM : 136

وَجَعَلُواْ لِلّهِ مِمِّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالأَنْعَامِ نَصِيبًا فَقَالُواْ هَـذَا لِلّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَـذَا لِشُرَكَآئِنَا فَمَا كَانَ لِشُرَكَآئِهِمْ فَلاَ يَصِلُ إِلَى اللّهِ وَمَا كَانَ لِلّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَى شُرَكَآئِهِمْ سَاء مَا يَحْكُمُونَ
Terjemah :
Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami. Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka [508]. Amat buruklah ketetapan mereka itu.
________________________________________
[508] Menurut yang diriwayatkan bahwa hasil tanaman dan binatang ternak yang mereka peruntukkan bagi Allah, mereka pergunakan untuk memberi makanan orang-orang fakir, orang-orang miskin, dan berbagai amal sosial, dan yang diperuntukkan bagi berhala-berhala diberikan kepada penjaga berhala itu. Apa yang disediakan untuk berhala-berhala tidak dapat diberikan kepada fakir miskin, dan amal sosial sedang sebahagian yang disediakan untuk Allah (fakir miskin dan amal sosial) dapat diberikan kepada berhala-berhala itu. Kebiasaan yang seperti ini amat dikutuk Allah.
Tafsir :
Orang-orang yang menyekutukan Allah itu menjadikan sebagian dari tanaman, buah-buahan, dan binatang ternak untuk menjamu para tamu dan orang-orang miskin, dan menjadikan sebagian yang lain untuk sekutu-sekutu mereka, yaitu pating-patung dan berhala-berhala. Padahal, apa yang mereka persembahkan untuk sekutu-sekutu itu hanya sampai kepada mereka (berhala-berhala itu) dan tidak sampai kepada Allah; dan apa yang mereka persembahkan kepada Allah sampai juga kepada sekutu-sekutu mereka. Betapa buruk hukum dan pembagian mereka itu.

AL AN AM : 137

وَكَذَلِكَ زَيَّنَ لِكَثِيرٍ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ قَتْلَ أَوْلاَدِهِمْ شُرَكَآؤُهُمْ لِيُرْدُوهُمْ وَلِيَلْبِسُواْ عَلَيْهِمْ دِينَهُمْ وَلَوْ شَاء اللّهُ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
Terjemah :
Dan demikianlah pemimpin-pemimpin mereka telah menjadikan kebanyakan dari orang-orang musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan untuk mengaburkan bagi mereka agama-Nya [509]. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggallah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
________________________________________
[509] Sebahagian orang Arab itu adalah penganut syariat Ibrahim. Ibrahim u pernah diperintahkan Allah mengorbankan anaknya Ismail. Kemudian pemimpin-pemimpin agama mereka mengaburkan pengertian berkorban itu, sehingga mereka dapat menanamkan kepada pengikutnya, rasa memandang baik membunuh anak-anak mereka dengan alasan mendekatkan diri kepada Allah, padahal alasan yang sesungguhnya ialah karena takut miskin dan takut ternoda.
Tafsir :
Sebagaimana setan menjadikan indah bagi orang-orang musyrik untuk menjadikan bagi Allah sebagian dari (hasil) tanaman dan binatang ternak dan bagi sekutu-sekutu mereka sebagian yang lain. Begitu pula setan-setan menjadikan indah bagi orang-orang musyrik sehingga mereka tega membunuh anak-anak mereka karena takut fakir. Sehingga mereka (bapak-bapak yang tega membunuh anaknya itu) terjerumus ke dalam kebinasaan karena membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah. Kecuali, pembunuhan itu dengan alasan yang benar (seperti hukum qishash). Dan mereka mencampuradukkan hukum agama (dengan nafsu) sehingga menjadi samar. Kemudian, mereka tersesat dan binasa. Jikalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukan itu. Akan tetapi, Dia menakdirkan demikian karena Dia mengetahui keburukan keadaan mereka dan akhir kehidupan mereka. Maka tinggalkanlah mereka (wahai Rasul) dan kebohongan yang mereka ada-adakan itu. Kelak Allah yang akan memutuskan hukum antara kamu dan mereka.

AL AN AM : 138

وَقَالُواْ هَـذِهِ أَنْعَامٌ وَحَرْثٌ حِجْرٌ لاَّ يَطْعَمُهَا إِلاَّ مَن نّشَاء بِزَعْمِهِمْ وَأَنْعَامٌ حُرِّمَتْ ظُهُورُهَا وَأَنْعَامٌ لاَّ يَذْكُرُونَ اسْمَ اللّهِ عَلَيْهَا افْتِرَاء عَلَيْهِ سَيَجْزِيهِم بِمَا كَانُواْ يَفْتَرُونَ
Terjemah :
Dan mereka mengatakan [510]: Inilah hewan ternak dan tanaman yang dilarang; tidak boleh memakannya, kecuali orang yang kami kehendaki, menurut anggapan mereka, dan ada binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan ada binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah waktu menyembelihnya [511], semata-mata membuat-buat kedustaan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan.
________________________________________
[510] Ialah: mereka seringkali menentukan binatang-binatang untuk pujaan dan binatang-binatang ini hanya boleh dimakan orang-orang tertentu saja.
[511] Maksudnya ialah binatang-binatang yang disembelih untuk berhala
Tafsir :
Orang-orang musyrik itu berkata : Ini adalah unta dan tanaman yang haram. Menurut anggapan mereka tidak ada yang boleh memakannya, kecuali orang yang diizinkan oleh mereka. Pengakuan dari para penjaga berhala dan selain mereka : Ini adalah unta yang haram punggungnya, tidak boleh ditunggangi atau membawa beban apa pun. Ini adalah unta yang tidak harus disebut nama Allah saat menyembelihnya. Mereka melakukan itu sebagai kebohongan yang mereka ada-adakan atas Allah. Alllah kelak akan membalas mereka karena kebohongan yang mereka ada-adakan itu.

AL AN AM : 139

وَقَالُواْ مَا فِي بُطُونِ هَـذِهِ الأَنْعَامِ خَالِصَةٌ لِّذُكُورِنَا وَمُحَرَّمٌ عَلَى أَزْوَاجِنَا وَإِن يَكُن مَّيْتَةً فَهُمْ فِيهِ شُرَكَاء سَيَجْزِيهِمْ وَصْفَهُمْ إِنَّهُ حِكِيمٌ عَلِيمٌ
Terjemah :
Dan mereka mengatakan: Apa yang ada dalam perut binatang ternak ini [512] adalah khusus untuk pria kami dan diharamkan atas wanita kami, dan jika yang dalam perut itu dilahirkan mati, maka pria dan wanita sama-sama boleh memakannya. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
________________________________________
[512] Maksudnya ialah binatang-binatang ternak yang tidak boleh ditunggangi seperti Bahiirah dan Saaibah.
Tafsir :
Orang-orang musyrik itu berkata : Apa yang dikandung di dalam perut binatang ini apabila dilahirkan dalam keadaan hidup boleh dimakan oleh laki-laki kami dan haram bagi wanita-wanita kami. Namun, apabila dilahirkan dalam keadaan mati mereka boleh memakannya bersama-sama. Allah akan menimpakan siksa kepada mereka karena telah membuat syariat untuk diri mereka dengan menghalalkan dan mengharamkan (makanan) tanpa izin Allah. Sesungguhnya Dia Maha Bijaksana dalam mengatur urusan hmba-hamba-Nya lagi Maha Mengetahui.

AL AN AM : 140

قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ قَتَلُواْ أَوْلاَدَهُمْ سَفَهًا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُواْ مَا رَزَقَهُمُ اللّهُ افْتِرَاء عَلَى اللّهِ قَدْ ضَلُّواْ وَمَا كَانُواْ مُهْتَدِينَ
Terjemah :
Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka, karena kebodohan lagi tidak mengetahui [513] dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rezki-kan pada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
________________________________________
[513] Bahwa Allahlah yang memberi rezki kepada hamba-hambanya.
Tafsir :
Sungguh rugi dan binasa orang-orang yang telah membunuh anak-anak mereka disebabkan kebodohan dan lemahnya akal (sehat) mereka dan mengharamkan apa yang telah Allah rezekikan kepada mereka dengan maksud mengada-adakan kebohongan kepada Allah. Sungguh mereka telah jauh dari kebenaran dan mereka tidak termasuk orang-orang yang mendapatkan petunjuk. Menghalalkan dan mengharamkan adalah hak uluhiyah Allah yang khusus dalam pensyariatan. Yang disebut halal adalah apa yang dihalalkan oleh Allah dan yang disebut haram adalah apa yang diharamkan oleh Allah. Tidak berhak seseorang atau kelompok membuat syariat untuk hamba-hamba-Nya tanpa izin dari Allah.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*