Tafsir Al-Muyasar Surat Al-An”am 121-130

AL AN AM : 121

وَلاَ تَأْكُلُواْ مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَى أَوْلِيَآئِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ
Terjemah :
Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya [501]. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.
________________________________________
[501] Yaitu dengan menyebut nama selain Allah.
Tafsir :
(Wahai kaum muslimin), janganlah kalian makan binatang yang tidak disebut nama Allah saat penyembelihannya. Seperti bangkai dan sembelihan yang dipersembahkan kepada berhala-berhala, jin dan sebagainya. Sesungguhnya memakan sembelihan seperti itu adalah perbuatan maksiat kepada Allah. Sesungguhnya setan membisikkan kepada kawan-kawan mereka dari golongan manusia syubhat-syubhat tentang hukum diharamkannya bangkai. Lalu setan itu memerintahkan mereka untuk mengatakan kepada orang-orang Islam saat mereka membantah kalian (kaum muslimin) : Sesungguhnya dengan tidak memakan bangkai itu artinya kalian tidak mau memakan binatang yang telah dimatikan oleh Allah, tetapi kalian justru memakan binatang yang kalian sembelih. Jika kalian (wahai kaum muslimin) menuruti mereka dalam masalah penghalalan bangkai, maka kalian sama-sama telah berbuat syirik seperti mereka.

Asbabun Nuzul :

Abu Dawud, al-Hakim dan lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firman Allah ayat 121 ini. Dia berkata, mereka berkata : Apa yang disembelih Allah kalian malah tidak mau memakannya dan apa yang kalian sembelih malah kalian makan? Maka Allah menurunkan ayat 121 ini.

Ath-Thabrani dan lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata : Ketika turun ayat 121 ini, orang-orang Persia mengirim kepada orang-orang Quraisy, Debatlah Muhammad, katakan kepadanya : Apa yang kamu sembelih dengan tanganmu dengan pisau maka ia halal dan apa yang Allah sembelih dengan silet emas (maksudnya adalah bangkai-bangkai) maka ia haram. Maka turunlah ayat 121 ini. Dia berkata : Orang-orang Persia adlaah setan dan orang-orang Quraisy adalah sekutu-sekutu mereka.

AL AN AM : 122

أَوَ مَن كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَن مَّثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
Terjemah :
Dan apakah orang yang sudah mati [502] kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.
________________________________________
[502] Maksudnya ialah orang yang telah mati hatinya yakni orang-orang kafir dan sebagainya.
Tafsir :
Dan apakah orang yang sudah binasa dan mati hatinya, ia berada dalam kesesatan lalu Kami hidupkan hatinya dengan keimanan, Kami beri petunjuk kepadanya untuk mengikuti para Rasul sehingga dia hidup dalam terangnya cahaya hidayah itu seperti seseorang yang berada di antara orang-orang yang bodoh, (mengumbar) hawa nafsu dan kesesatan yang beragam (bentuknya), mereka tidak mendapat petunjuk dan penolong untuk keluar dari keadaan seperti itu? (Tentu) keduanya tidak akan sama. Wahai orang-orang yang beriman, demikianlah Kami hinakan orang Kafir yang membantah kalian. Kami jadikan kejahatan-kejahatannya tampak indah sehingga dia melihat semua yang dilakukannya tampak baik. Demikian pula Kami jadikan indah perbuatan jelek orang-orang yang ingkar itu. Dengan demikian mereka akan mendapat siksa.

Asbabun Nuzul :

Abusy Syaikh meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firman Allah ayat 122. Dia berkata : Ayat ini turun pada Umar dan Abu Jahal. Ibnu Jarir meriwayatkan hadits senada dari adh-Dhahhak.

AL AN AM : 123

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجَرِمِيهَا لِيَمْكُرُواْ فِيهَا وَمَا يَمْكُرُونَ إِلاَّ بِأَنفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ
Terjemah :
Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat- penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya.
Tafsir :
Apa yang terjadi di antara pemuka orang-orang kafir Makkah, yaitu tindakan mereka menghalang-halangi (manusia) dari agama Allah, maka seperti itu pula Kami jadikan di setiap negeri penjahat-penjahat dari pemuka-pemuka mereka agar mereka membuat tipu daya dengan menghalang-halangi (manusia) dari agama Allah. Padahal mereka tidak melakukan tipu daya, kecuali kepada diri mereka sendiri namun mereka tidak menyadarinya.

AL AN AM : 124

وَإِذَا جَاءتْهُمْ آيَةٌ قَالُواْ لَن نُّؤْمِنَ حَتَّى نُؤْتَى مِثْلَ مَا أُوتِيَ رُسُلُ اللّهِ اللّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ سَيُصِيبُ الَّذِينَ أَجْرَمُواْ صَغَارٌ عِندَ اللّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا كَانُواْ يَمْكُرُونَ
Terjemah :
Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata: “Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah”. Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya.
Tafsir :
Apabila datang keterangan yang jelas kepada orang-orang Musyrik (Makkah) tentang kebenaran kenabian Muhammad صلی الله عليه وسلم , sebagian dari pemimpin mereka berkata : Kami tidak akan membenarkan kenabiannya sampai Allah memperlihatkan kepada kami tanda kenabian dan mukjizat seperti yang pernah Allah berikan kepada para rasul terdahulu. Allah membalas perkataan mereka dengan firman-Nya : Allah lebih mengetahui di mana akan menurunkan risalah-Nya. Artinya, Dia lebih mengetahui kepada siapa Dia akan mempercayakan risalah-Nya untuk disampaikan kepada umat manusia. Orang-orang sesat itu akan mendapatkan kehinaan dan bagi mereka siksa yang pedih di Neraka Jahanam karena tipu daya mereka terhadap agama Islam dan para pemeluknya.

AL AN AM : 125

فَمَن يُرِدِ اللّهُ أَن يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإِسْلاَمِ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاء كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ
Terjemah :
Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya [503], niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
________________________________________
[503] lihat not [34]
Tafsir :
Barangsiapa yang Allah kehendaki untuk menerima kebenaran, niscaya Dia akan melapangkan dadanya untuk memerima ketauhidan dan keimanan. Dan barangsiapa yang Allah kehendaki kesesatannya, niscaya Dia akan menjadikan dadanya terasa sempit untuk menerima hidayah, seperti orang yang naik ke lapisan udara yang tinggi sehingga dadanya sesak dan sulit bernapas. Sebagaimana Allah menjadikan dada orang-orang kafir sempit dan tertekan. Dia menjadikan siksa bagi orang-orang yang tidak beriman kepada-Nya.

AL AN AM : 126

وَهَـذَا صِرَاطُ رَبِّكَ مُسْتَقِيمًا قَدْ فَصَّلْنَا الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ
Terjemah :
Dan inilah jalan Tuhanmu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran.
Tafsir :
Inilah yang telah Kami terangkan kepadamu (wahai Rasul), yaitu jalan yang akan membawa kepada keridhaan Rabbmu dan surga-Nya. Kami terangkan ayat-ayat Kami bagi orang-orang yang memiliki akal yang jernih (orang-orang yang mau mengambil pelajaran).

AL AN AM : 127

لَهُمْ دَارُ السَّلاَمِ عِندَ رَبِّهِمْ وَهُوَ وَلِيُّهُمْ بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
Terjemah :
Bagi mereka (disediakan) darussalam (syurga) pada sisi Tuhannya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan.
Tafsir :
orang-orang yang mau mengambil pelajaran bagi mereka (disediakan) negeri nan damai dan aman dari segala kejahatan, yaitu surga di sisi Rabb mereka pada Hari Kiamat. Dia (Allah yang Mahasuci) yang akan menjadi Penolong dan Penjaga mereka. (Itu semua) adalah balasan atas amal-amal shalih mereka.

AL AN AM : 128

وَيَوْمَ يِحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُم مِّنَ الإِنسِ وَقَالَ أَوْلِيَآؤُهُم مِّنَ الإِنسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِيَ أَجَّلْتَ لَنَا قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلاَّ مَا شَاء اللّهُ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَليمٌ
Terjemah :
Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman): Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia, lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) [504] dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami. Allah berfirman: Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
________________________________________
[504] Maksudnya syaitan telah berhasil memperdayakan manusia sampai manusia mengikuti perintah-perintah dan petunjuk-petunjuknya, dan manusiapun telah mendapat hasil kelezatan-kelezatan duniawi karena mengikuti bujukan-bujukan syaitan itu.
Tafsir :
Dan (ingatlah) wahai Rasul hari ketika Allah mengumpulkan orang-orang kafir dan kawan-kawan mereka dari golongan jin, lalu Dia berfirman : Wahai segenap kaum jin, kalian telah menyesatkan banyak manusia. Teman-teman mereka dari golongan kafir manusia menjawab : Wahai Rabb Kami, kami telah saling mengambil manfaat satu sama lain dan kini kami telah sampai pada ajal kami yang telah Engkau tentukan, dengan berakhirnya kehidupan kami di dunia. Allah berfirman kepada mereka : Tempat kembali kalian adalah neraka. Artinya, tempat tinggal kalian adalah neraka dan kalian kekal di dalamnya, kecuali orang yang Allah kehendaki tidak kekal di dalamnya dari kalangan ahli tauhid yang berbuat dosa. Sesungguhnya Rabbmu Maha Bijaksana dalam mengatur dan mencipta lagi Maha Mengetahui semua urusan hamba-hamba-Nya.

AL AN AM : 129

وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ
Terjemah :
Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.
Tafsir :
Demikianlah, Kami jadikan setan-setan dari bangsa jin itu teman-teman bagi orang-orang kafir dari bangsa manusia. Setanj-setan itu menjadi pemimpin-pemimpin mereka. Kami jadikan orang-orang yang zhalim teman bagi sebagian yang lain di dunia disebabkan kedurhakaan yang mereka lakukan

AL AN AM : 130

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالإِنسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَاء يَوْمِكُمْ هَـذَا قَالُواْ شَهِدْنَا عَلَى أَنفُسِنَا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُواْ عَلَى أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُواْ كَافِرِينَ
Terjemah :
Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.
Tafsir :
Wahai orang-orang musyrik dari golongan jin dan manusia! Bukankah telah datang kepada kalian rasul-rasul dari golongan kalian (zhahir ayat ini menunjukkan bahwa rasul-rasul itu hanya berasal dari golongan manusia) menyampaikan ayat-ayat-Ku yang terang yang meliputi perintah dan larangan, penjelasan tentang hal-hal baik dan yang jahat, dan memperingatkan kalian akan siksa-Ku pada Hari Kiamat? Orang-orang musyrik dari golongan jin dan manusia itu menjawab : Kami bersaksi atas diri kami, bahwa rasul-rasul-Mu telah menyampaikan kepada kami ayat-ayat-Mu dan memperingatkan kami akan pertemuan hari ini (Kiamat), tetapi kami mendustakan mereka. Kehidupan dunia telah memperdaya orang-orang musyrik itu dan mereka bersaksi atas diri mereka bahwa mereka dahulu ingkar terhadap keesaan Allah dan mendustakan para rasul-Nya alaihimussalam.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*