Tafsir Al-Muyasar Surat Al-An”am 111-120

AL AN AM : 111

وَلَوْ أَنَّنَا نَزَّلْنَا إِلَيْهِمُ الْمَلآئِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتَى وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلاً مَّا كَانُواْ لِيُؤْمِنُواْ إِلاَّ أَن يَشَاء اللّهُ وَلَـكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ
Terjemah :
Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka [498], niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
________________________________________
[498] Maksudnya untuk menjadi saksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah.
Tafsir :
Kalau sekiranya Kami kabulkan semua permintaan orang-orang musyrik itu, Kami turunkan kepada mereka malaikat dari langit, kami hidupkan orang-orang yang telah mati, lalu bisa berbicara kepada mereka, dan Kami kumpulkan semua permintaan mereka, lalu Kami hadirkan di hadapan mereka, niscaya mereka tetap tidak akan beriman dan tidak pula mengerjakan apa yang kamu (wahai Rasul) serukan kepada mereka, kecuali orang-orang yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapatkan hidayah. Akan tetapi kebanyakan orang-orang kafir itu tidak mengetahui kebenaran yang engkau bawa dari sisi Allah.

AL AN AM : 112

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاء رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
Terjemah :
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia) [499]. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
________________________________________
[499] Maksudnya syaitan-syaitan jenis jin dan manusia berupaya menipu manusia agar tidak beriman kepada Nabi.
Tafsir :
Sebagaimana Kami mengujimu (wahai Rasul) dengan musuh-musuhmu dari kalangan orang-orang musyrik, Kami juga telah menguji seluruh Nabi (semoga keselamatan bagi mereka) dengan musuh-musuh dari orang-orang bejat kaumnya dan musuh-musuh dari setan-setan jin. Mereka saling membisikkan perkataan-perkataan yang mereka hiasi dengan kebatilan untuk menipu orang yang mendengarnya, sehingga tersesat dari jalan Allah. Jikalau Rabbmu Yang Mahaagung lahi Mahatinggi menghendaki, niscaya Dia akan menghalangi mereka dari sikap permusuhan tersebut. Akan tetapi, itulah ujian dari Allah, maka tinggalkanlah mereka serta apa yang mereka perbuat berupa kedustaan dan kepalsuan (tipu daya) mereka.

AL AN AM : 113

وَلِتَصْغَى إِلَيْهِ أَفْئِدَةُ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُواْ مَا هُم مُّقْتَرِفُونَ
Terjemah :
Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (syaitan) kerjakan.
Tafsir :
(Demikian itu) agar hati orang-orang kafir yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat dan tidak berbuat untuk kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan-bisikan itu, menykainya, dan mengerjakan perbuatan-perbuatan jahat yang mereka kerjakan. Ini adalah ancaman yang besar bagi mereka.

AL AN AM : 114

أَفَغَيْرَ اللّهِ أَبْتَغِي حَكَمًا وَهُوَ الَّذِي أَنَزَلَ إِلَيْكُمُ الْكِتَابَ مُفَصَّلاً وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْلَمُونَ أَنَّهُ مُنَزَّلٌ مِّن رَّبِّكَ بِالْحَقِّ فَلاَ تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ
Terjemah :
Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quraan) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quraan itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.
Tafsir :
Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang musyrik itu : Pantaskah aku mencari hakim yang memutuskan perkara antara diriku dan kalian selain Allah, Rabbku dan Rabb kalian. Sedangkan Dia yang Mahasuci telah menurunkan al-Qur an kepada kalian yang didalamnya terdapat penjelasan hokum perkara yang kalian permasalahkan denganku? Sementara Bani Israil yang Allah telah datangkan kepada mereka kitab Taurat dan Injil mengetahui dengan yakin bahwa al-Qur an itu benar-benar diturunkan kepadamu wahai Rasul dari Tuhanmu. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang meragukan apa yang Kami wahyukan kepadamu.

AL AN AM : 115

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلاً لاَّ مُبَدِّلِ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Terjemah :
Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quraan) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat- kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui.
Tafsir :
Telah sempurnalah kalimat Rabbmu, yaitu al-Qur an, mengandung firman-firman dan berita-berita yang benar dan hukum-hukum yang adil. Tidak ada seorang pun yang dapat mengubah ayat-ayat-Nya yang sempurna itu. Allah Maha Mendengar perkataan hamba-Nya lagi Maha Mengetahui perkara-perkara mereka yang tampak atau yang tersembunyi.

AL AN AM : 116

وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللّهِ إِن يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلاَّ يَخْرُصُونَ
Terjemah :
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). [500]
________________________________________
[500] Seperti menghalalkan memakan apa-apa yang telah diharamkan Allah dan mengharamkan apa-apa yang telah dihalalkan Allah, menyatakan bahwa Allah mempunyai anak.
Tafsir :
Kalau sekiranya terjadi wahai Rasul, engkau menuruti kebanyakan penghununi bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari agama Allah. Mereka tidak berjalan, kecuali mengikuti apa yang mereka sangka benar dengan bertaklid (meniru) kepada para pendahulu mereka. Mereka hanya mengira-ngira dan berdusta belaka.

AL AN AM : 117

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ مَن يَضِلُّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Terjemah :
Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang orang yang mendapat petunjuk.
Tafsir :
Sesungguhnya Rabbmu lebih mengetahui orang-orang yang tersesat dari jalan kebenaran. Dia lebih mengetahui orang yang istiqamah dan berada di jalan yang benar daripada kalian atau mereka. Tidak seorang pun dari mereka yang tersembunyi oleh-Nya.

AL AN AM : 118

فَكُلُواْ مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللّهِ عَلَيْهِ إِن كُنتُمْ بِآيَاتِهِ مُؤْمِنِينَ
Terjemah :
Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayatNya.
Tafsir :
Maka makanlah oleh kalian sembelihan yang disebut nama Allah saat disembelih jika kalian beriman kepada ayat-ayat Allah yang terang.

Asbabun Nuzul :

Abud Dawud dan at-Tirmidzi meriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata : beberapa orang datang kepada Nabi صلی الله عليه وسلم , mereka berkata : Wahai Rasulullah, apakah kita boleh makan apa yang kita bunuh dan tidak makan apa yang Allah bunuh? Maka Allah menurunkan ayat 118 ini sampai kepada firman Allah ayat 121.

AL AN AM : 119

وَمَا لَكُمْ أَلاَّ تَأْكُلُواْ مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُم مَّا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلاَّ مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ وَإِنَّ كَثِيرًا لَّيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِم بِغَيْرِ عِلْمٍ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ
Terjemah :
Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.
Tafsir :
(Wahai kaum muslimin), apa yang menghalangi kalian untuk tidak memakan sembelihan yang (halal) disebut nama Allah saat menyembelihnya, sedangkan llah telah menerangkan semua yang diharamkan bagi kalian? Akan tetapi, apabila kalian dalam kondisi darurat, disebabkan kelaparan (tidak ada makanan halal sama sekali) maka kalian diperbolehkan memakan binatang yang diharamkan atas kalian, seperti bangkai. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang sesat itu menyesatkan manusia dengan menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal dengan menuruti hawa nafsu mereka karena kebodohan mereka sendiri. Sesungguhnya Rabbmu (wahai Rasul) lebih mengetahui orang yang melampaui batas dan Dia yang akan melakukan perhitungan dan memberi ganjaran kepadanya.

AL AN AM : 120

وَذَرُواْ ظَاهِرَ الإِثْمِ وَبَاطِنَهُ إِنَّ الَّذِينَ يَكْسِبُونَ الإِثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَانُواْ يَقْتَرِفُونَ
Terjemah :
Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan.
Tafsir :
(Wahai manusia), tinggalkanlah semua perbuatan maksiat, baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat maksiat akan ditimpakan siksa kepada mereka karena dosa-dosa yang mereka kerjakan itu.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*