Tafsir Al-Muyasar Surat Al-An”am 11-20

AL AN AM : 11

قُلْ سِيرُواْ فِي الأَرْضِ ثُمَّ انظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
Terjemah :
Katakanlah : Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.
Tafsir :
Katakanlah kepada mereka wahai Rasul : Berjalanlah kalian di muka bumi kemudian perhatikanlah bagaimana Allah menimpakan kebinasaan dan kerendahan atas orang-orang yang mendustakan? Jangan berbuat seperti yang mereka perbuat, waspadalah jangan sampai kalian ditimpa oleh apa yang menimpa mereka.

AL AN AM : 12

قُل لِّمَن مَّا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ قُل لِلّهِ كَتَبَ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لاَ رَيْبَ فِيهِ الَّذِينَ خَسِرُواْ أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ
Terjemah :
Katakanlah: Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi. Katakanlah: Kepunyaan Allah. Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang [462]. Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman. [463]
________________________________________
[462] Maksudnya: Allah telah berjanji sebagai kemurahan-Nya akan melimpahkan rahmat kepada mahluk-Nya [463] maksudnya: orang-orang yang tidak menggunakan akal-fikirannya, tidak mau beriman
Tafsir :
Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang musyrikin itu : Milik siapa kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada padanya? Katakanlah : Ia milik Allah, sebagaimana kalian mengetahui dan mengakuinya, maka sembahlah Dia semata. Allah menetapkan kasih sayang atas diri-Nya sehingga Dia tidak menyegerakan hamba-hamba-Nya dengan hukuman. Allah pasti akan mengumpulkan kalian di Hari Kiamat yang tidak ada keraguan padanya untuk menghadapi hisab dan balasan. Orang-orang yang mempersekutukan Allah membinasakan diri mereka sendiri, mereka tidak mengesakan Allah, tidak mempercayai janji pahala dan ancaman-Nya dan tidak mengakui kenabian Muhammad صلی الله عليه وسلم .

AL AN AM : 13

وَلَهُ مَا سَكَنَ فِي اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Terjemah :
Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Tafsir :
Segala apa yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah, baik yang diam maupun yang bergerak, samar atau jelas, semuanya adalah hamba-hamba-Nya dan ciptaan-Nya, di bawah kekuasaan-Nya, tindakan dan pengaturan-Nya. Allah Maha Mendengar perkataan hamba-hamba-Nya dan Maha Mengetahui rahasia dan amal perbuatan mereka.

AL AN AM : 14

قُلْ أَغَيْرَ اللّهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلاَ يُطْعَمُ قُلْ إِنِّيَ أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَسْلَمَ وَلاَ تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكَينَ
Terjemah :
Katakanlah : Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan? Katakanlah : Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama kali menyerah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang musyrik.
Tafsir :
Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu : Tidak patut bagiku mengangkat selain Allah sebagai penolong dan waliku, karena Dia adalah pencipta langit dan bumi dan apa yang ada padanya. Dia yang memberi rizki kepada makhluk-Nya dan tidak ada yang memberi rizki selain-Nya. Katakanlah wahai Rasul : Sesungguhnya aku diperintahkan untuk menjadi orang pertama dari umat ini yang patuh dan tunduk kepada Allah dengan hanya beribadah kepada-Nya, dan aku dilarang menjadi orang yang mempersekutukan-Nya dengan sesuatu.

AL AN AM : 15

قُلْ إِنِّيَ أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ
Terjemah :
Katakanlah : Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku.
Tafsir :
Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu : Aku takut bila aku durhaka kepada Rabbku, lalu aku menyelisihi perintah-Nya dan aku menyekutukan-Nya dengan sesuatu, aku takut ditimpa oleh siksa yang besar di Hari Kiamat.

AL AN AM : 16

مَّن يُصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمَهُ وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْمُبِينُ
Terjemah :
Barang siapa yang dijauhkan azab dari padanya pada hari itu, maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah keberuntungan yang nyata.
Tafsir :
Barangsiapa yang dijaga oleh Allah dari siksa yang berat tersebut maka Dia telah merahmatinya, perlindungan tersebut merupakan kemenangan yang nyata dan keselamatan dari siksa yangbesar.

AL AN AM : 17

وَإِن يَمْسَسْكَ اللّهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدُيرٌ
Terjemah :
Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.
Tafsir :
Bila Allah menimpakan kepadamu wahai manusia sesuatu yang merugikanmu berupa kemiskinandan penyakit, maka tidak ada yang bisa mengangkatnya selain Dia. Bila Dia menimpakan kebaikan seperti kelapangan hidup dan kesehatan, maka tidak ada yang mampu menolak karunia dan mencegah keputusan-Nya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

AL AN AM : 18

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
Terjemah :
Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
Tafsir :
Allah berkuasa mutlak atas hamba-hamba-Nya, leher-leher mereka tunduk kepada-Nya, orang-orang besar patuh kepada-Nya. Dialah yang Maha Bijaksana yang meletakkan segala hal pada tempatnya sesuai dengan hikmah-Nya, Maha Mengenal di mana tidak ada sesuatu yang samar bagi-Nya. Siapa yang memiliki sifat-sifat ini harus diesakan dan tidak disekutukan dengan apa pun. Ayat ini menetapkan sifat fauqiyah bagi Allah atas seluruh makhluk-Nya, fauqiyah mutlak yang sesuai dengan keagungan-Nya.

AL AN AM : 19

قُلْ أَيُّ شَيْءٍ أَكْبَرُ شَهَادةً قُلِ اللّهِ شَهِيدٌ بِيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَذَا الْقُرْآنُ لأُنذِرَكُم بِهِ وَمَن بَلَغَ أَئِنَّكُمْ لَتَشْهَدُونَ أَنَّ مَعَ اللّهِ آلِهَةً أُخْرَى قُل لاَّ أَشْهَدُ قُلْ إِنَّمَا هُوَ إِلَـهٌ وَاحِدٌ وَإِنَّنِي بَرِيءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ
Terjemah :
Katakanlah: Siapakah yang lebih kuat persaksiannya? Katakanlah: Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Quraan ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quraan (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah? Katakanlah: Aku tidak mengakui. Katakanlah: Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).
Tafsir :
Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang musyrikin itu : Bukti manakah yang lebih kuat dalam menetapkan kebenaranku dalam berita yang aku katakan kepada kalian bahwa aku adalah utusan Allah? Katakanlah : Allah adalah saksi di antara aku dengan kalian. Dia mengetahui apa yang aku bawa kepada kalian dan apa yang kalian katakan kepadaku. Allah mewahyukan kepadaku al-Qur an ini agar aku memperingatkan kalian dengannya terhadap siksa-Nya yang bisa menimpa kalian. Dan dengannya juga aku memberi peringatan umat-umat lain di mana al-Qur an sampai kepada mereka. Sesungguhnya kalian mengakui bahwa disamping Allah ada sesembahan-sesembahan lainnya. Katakan kepada mereka wahai Rasul : Sesungguhnya aku tidak bersaksi atas apa yang kalian akui, karena Allah hanyalah sembahan yang satu tidak ada sekutu bagi-Nya. Sesungguhnya aku berlepas diri dari setiap sekutu yang kalian sembah bersama-Nya.

AL AN AM : 20

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءهُمُ الَّذِينَ خَسِرُواْ أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ
Terjemah :
Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah).
Tafsir :
Orang-orang yang telah Kami beri Taurat dan Injil mengetahui Muhammad melalui sifat-sifatnya yang termaktub dalam kitab mereka seperti mereka mengetahui anak-anak mereka. Sebagaimana mereka bisa dengan mudah mengenal anak-anak mereka di depan mereka, demikian pula dengan Muhammad, mereka mengenalnya karena sifat-sifatnya disebutkan secara teliti dalam kitab-kitab mereka. Akan tetapi mereka mengikuti hawa nafsu mereka, akibatnya mereka merugikan diri mereka sendiri saat mereka memilih untuk kafir kepada Muhammad dan apa yang dia bawa.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*