Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Ahzab 11-15

AL-AHZAB : 11-

هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا

TERJEMAH :

Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat.

TAFSIR :

Dalam keadaan yang sangat mencekam tersebut, iman orang-orang yang beriman diuji dan orang-orang diseleksi. Orang Mukmin dibedakan dengan orang munafik. Mereka ditimpa kegoncangan yang sangat karena ketakutan dan kecemasan, sehingga iman mereka terbukti dan keyakinan mereka bertambah.

AL-AHZAB : 12-

وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ مَّا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُورًا

TERJEMAH :

Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata :”Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya”.

TAFSIR :

Tatkala orang-orang munafik dan orang-orang yang memendam keragu-raguan dalam hati, yaitu orang-orang yang lemah imannya berkata : Allah dan RASUL-Nya tidak menjanjikan kemenangan dan pengokohan kepada kami kecuali janji yang batil dan tipu daya, jangan mempercayainya.

Asbabun Nuzul :

Orang-orang munafik berkata : Apakah kalian tidak heran, laki-laki ini menyampaikan, member janji dan mengiming-imingi kebatilan, dia mengatakan bahwa dari Yastrib dia bisa melihat istana-istana Hira, kota-kota Kisra, bahwa ia akan dibuka untuk kalian, sementara kalian sendiri menggali parit ini karena ketakutan, sampai kalian tidak mampu keluar untuk buang hajat. Maka ayat 12 ini pun turun.

Juwaibir meriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata : ayat ini turun pada Mu’tib bin Qusyair al-Anshari, dialah pengucap kata-kata tersebut.

AL-AHZAB : 13-

وَإِذْ قَالَت طَّائِفَةٌ مِّنْهُمْ يَا أَهْلَ يَثْرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمْ فَارْجِعُوا وَيَسْتَأْذِنُ فَرِيقٌ مِّنْهُمُ النَّبِيَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ إِن يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَارًا

TERJEMAH :

Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mreka berkata: “Hai penduduk Yatsrib (Madinah), tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu”. Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata : “Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)”. Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanya hendak lari.

TAFSIR :

Ingatlah (wahai Nabi) ucapan sekelompok orang-orang munafik yang memanggil-manggil orang-orang Mukmin penduduk Madinah : Wahai penduduk Yastrib (nama Madinah yang lama), kalian sudah tidak akan bisa bertahan dalam perang yang merugikan ini, maka sekarang pulanglah ke rumah kalian di dalam kota. Lalu ada sekelompok orang-orang maunfik yang lain yang meminta izin kepada Nabi صلی الله عليه وسلم  untuk pulang ke rumah mereka dengan alas an bahwa ia tidak terjaga, mereka mengkhawatirkannya. Padahal sebenarnya tidak demikian, tujuan mereka dengan itu hanyalah berlari dari medan perang.

AL-AHZAB : 14-

وَلَوْ دُخِلَتْ عَلَيْهِم مِّنْ أَقْطَارِهَا ثُمَّ سُئِلُوا الْفِتْنَةَ لَآتَوْهَا وَمَا تَلَبَّثُوا بِهَا إِلَّا يَسِيرًا

TERJEMAH :

Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, kemudian diminta kepada mereka supaya murtad [1207], niscaya mereka mengerjakannya; dan mereka tiada akan bertangguh untuk murtad itu melainkan dalam waktu yang singkat.

[1207] Yang dimaksud dengan berbuat fitnah ialah: murtad, atau memerangi orang Islam.

TAFSIR :

Seandainya pasukan Ahzab itu masuk ke Madinah dari segala penjurunya, kemudian orang-orang munafik itu diminta untuk mempersekutukan Allah dan meninggalkan Islam, niscaya mereka pasti akan mengiyakan permintaan itu dengan cepat, mereka tidak akan tertinggal sesaat pun untuk berbuat syirik.

AL-AHZAB : 15-

وَلَقَدْ كَانُوا عَاهَدُوا اللَّهَ مِن قَبْلُ لَا يُوَلُّونَ الْأَدْبَارَ وَكَانَ عَهْدُ اللَّهِ مَسْؤُولًا

TERJEMAH :

Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah: “Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur)”. Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya.

TAFSIR :

Padahal sebelumnya orang-orang munafik itu telah berjanji kepada Allah di tangan Rasulullah صلی الله عليه وسلم  sebelum perang Khandaq, untuk tidak meninggalkan medan perang, dan tidak tertinggal darinya bila mereka diajak kepada jihad. Akan tetapi mereka malah mengkhianati janji mereka sendiri. Allah akan menghisab mereka atas perbuatan mereka dan meminta pertanggung-jawaban mereka atas janji mereka, karena perjanjian dengan Allah harus dipertanggung-jawabkan dan dihisab atasnya.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*