Sebuah Renungan

Alloh Ta’ala berfirman:

يا ايها الذين ءامنوا لا يسخر قوم من قوم عسى ان يكونوا خيرا منهم ولا نساء من نساء عسى ان يكن خيرا منهن …

“Wahai orang-orang yg beriman..janganlah suatu kaum itu merendahkan kaum yg lainnya. Mungkin saja kaum yg direndahkan itu lebih baik dari kaum yg merendahkan. Dan juga janganlah para wanita itu merendahkan wanita-wanita yg lainnya. Mungkin saja wanita-wanita yg direndahkan itu lebih baik dari para wanita yg merendahkannya…”
(QS. Al-Hujurot : 11)

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بحسب امرء من الشر ان يحقر اخاه المسلم

“Cukuplah seseorang dikatakan buruk, apabila ia merendahkan saudaranya sesama muslim.”
(HR. Muslim dari Abu Huroiroh rodhiyallohu anhu)

Ayuhal ikhwah..terkadang kita tanpa sadar terjatuh ke dalam perkara di atas, entah..mungkin di karenakan ketakjuban yg ada pada diri sendiri yg merasa memiliki keunggulan yg lebih dari yg lain, atau dikarenakan sikap sombong yg bersarang pada diri. Apapun sebabnya, maka hal tsb adalah perkara yg akan membinasakan.

Tidakkah kita lihat, bagaimana Alloh menghancurkan kaum-kaum yg angkuh itu dengan 2 sebab tadi ? Kita lihat fir’aun dihancurkan, qorun dibenamkan, tsamud, ‘aad, dan lainnya binasa…tidak lain sebabnya adalah karena 2 hal tersebut di atas. Mereka merendahkan orang-orang yg lurus fithrohnya pengikut para Nabi dan menolak ajakan para Nabi dengan sebab rendahnya keduniaan mereka di sisi kaum yg bnasa tersebut. Padahal rendahnya keduniaan mereka tidak menghalangi mereka menjadi orang-orang yg mulia di sisi Robb Pemilik alam semesta.

Maka, kasihanilah diri kita wahai ikhwah..tidaklah nikmat kedudukan, jabatan, dan ketinggian derajat dalam pendidikan melainkan semua datangnya dari Alloh, dan sekaligus sebagai cobaan dan ujian yg dengannya diketahui, mana orang yg bertaqwa dan mana yg tidak…

Jadi..janganlah kita berbangga dengan jabatan kita, atau titel kita..karena itu semua tidak akan bermanfaat pada hari kiamat, kecuali bagi mereka yg dapat menempatkannya pada tempatnya, dan yg senantiasa menyandarkannya kepada Robbul ‘Izzah wal Jalaalah.

Hendaknya kita sadar..bahwa hukum asal kita adalah bodoh..kemudian Alloh memberikan ilmu itu kepada kita..Maka, bersyukurlah kepadaNya…

Akhukum fillah

Abu Yahya

Legoso – Ciputat Tangsel

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*