**Menanam Pohon Ibadah **(seri “Menuju Ramadhan” bagian 2)

Bismillah

Saudaraku kaum muslimin dan muslimat semoga Rahmat Allah Ta’alaa selalu tercurahkan kepada kita semua.aamiin.

Saudaraku…

Inilah goresan hatiku tuk menyapamu…

Sesal…

Usia muda …
Badan nan gagah…
Kecerdasan prima…
Waktu yang luang…
Harta tersedia…

Seluruh nikmat…
Kemana perginya?…

Ya…kemana perginya?…

Kehidupan begitu singkat…
Bergulir waktu sangat cepat
Pemuda telah tua
Kegagahan telah sirna
Waktu menyempit
Harta entah kemana…?

Seluruh nikmat
Kemana perginya?…

Ya…Kemana perginya?…

Hitunglah dalam renungan
Jujurlah tuk keselamatan diri
Rukuk dan sujudlah
Pada Allah Ta’alaa
Pemberi nikmat
Sebelum terlambat…

Tekadkan ramadhan nanti
Penuhi dengan taubat
Jalani dengan sabar
Bersyukur kan semua nikmat
Isi hari harinya
Dengan ilmu dan amal…
Niatkan dengan ikhlas
Beribadah dengan benar
Mengikut petunjuk
Nabi shallallahu alaihi wassalam…

Semoga ramadhan nanti
Kita isi dengan ibadah

Puasa tanpa ghibah…
Dan maksiat yang merusaknya…

Tarawih yang khusu’…

Tilawah Al Quran dengan hati..dan kefahaman…

Bersahur dan berbuka dengan do’a yang mustajab

Bersedekah tanpa riya

I’tikaf yang tidak sia-sia…

Yaa Allah sampaikan kami
Pada ramadhan
Tolonglah kami untuk
MengingatMu
Bersyukur PadaMu
Serta Perbagus ibadah kami padaMu. Aamiin.

Semoga Ramadhan nanti
Kita fokus ke akhirat
Karena dunia sangatlah hina
Dunia sangat kecil
Dibanding akhirat

Sebagaimana teguran hadits di bawah ini

Al-Mustaurid bin Syaddad Radhiyallahu anhu berkata:

‎قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : وَاللَّهِ مَا الدُّنْيَا فِى الآخِرَةِ إِلاَّ مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ – وَأَشَارَ يَحْيَى بِالسَّبَّابَةِ – فِى الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Demi Allâh, tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan seperti salah seorang dari kamu yang mencelupkan jari tangannya ini –perawi bernama Yahya menunjuk jari telunjuk- ke lautan, lalu hendaklah dia perhatikan apa yang didapat pada jari tangannya”.

[HR Muslim, no. 2858].

Silahkan celupkan jari kita
Lalu lihat air yang menempel padanya…

Air tersebut tidak cukup
Untuk minum…
Untuk wudhu…
Untuk mandi junub…
Itulah dunia…

==========
Tafsir Al-Muyasar Surat Ali Imran ayat 25

ALI IMRAN : 25

‎فَكَيْفَ إِذَا جَمَعْنَاهُمْ لِيَوْمٍ لاَّ رَيْبَ فِيهِ وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ
Terjemah :

Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan).

Tafsir :

Lalu bagaimana keadaan mereka bila Allah mengumpulkan mereka untuk dihisab di suatu hari yang kejadiannya tidak diragukan lagi, yaitu Hari Kiamat, saat itu Allah menetapkan balasan untuk setiap orang atas apa yang dikerjakannya dan tidak seorang pun dari mereka dizhalimi?

Semoga bermanfaat

‎اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Dari saudaramu
Abdurrahim Ayyub

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*