**Memetik Buah Faedah Ilmiyah 1**

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saya copas dari tempat dauroh di Batu ringkasan seorang ustadz

📖 Faedah ilmiyah dari Daurah Masyayikgh (para Guru besar universitas Islam Madinah KSA) di Kota Batu 14 Syawwal 1437 H,  yang diselenggarakan oleh STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA.

📙Kitab:

Syarh kitab al-Fitan wa Asyrat as-Saa’ah min Shohih Muslim ( penjelasan kitab: fitnah- fitnah dan tanda2 hari kiamat dari kitab shahih Muslim)

✔Pemateri;

Fadhilatus syaikh Prof. Dr. Sulaiman bin Salimullah ar-Ruhaily, MA.

✏ Petikan-petikan faedah:

1. Tujuan pembahasan kitab ini: agar seorang muslim bisa bersikap dengan tepat dan  benar tatkala mengahadapi fitnah (ujian)

Sebagaimana Nabi sabdakan:

إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنَ

Sesungguhnya Orang yang berbahagia adalah orang  yang dijauhkan dari fitnah (HR. Abu Dawud)

2. Definisi dari fitnah.

Kata fitnah bisa bermakna:
1. Perang (حروب)
2. Adzab   ( عذاب)
3. Ihraq      (إحراق)

Akan tetapi asal kata fitnah itu bermakna ابتلاء (ujian atau cobaan)

3. Macam2 fitnah:

🔹Pertama: Fitnah yang kita berlindung darinya sebelum datang kejadiannya, seperti: fitnah kubur, fitnah kematian, fitnah masih Dajjal dll.

🔹kedua; Fitnah yang kita berlindung darinya ketika sedang atau sudah datang kejadiannya. Seperti: Fitnah syahwat dan syubhat, fitnah maksiat dan dosa, dll…fitnah2 tersebut sudah ada dan selalu ada, maka kita harus berlindung kepada Allah agar dijauhkan darinya

🔹ketiga;  Fitnah yang kita berlindung kepada Allah dari kejelekannya bukan dari dzatnya…karena kita tidak mungkin minta dijauhkan darinya..tapi kita meminta dijauhkan dari kejelekannya. seperti fitnah: fitnah anak, fitnah harta, fitnah wanita (istri)…kita tidak berlindung dari anak, harta atau istri..akan tetapi kita berlindung dari kejelekannya.

4. Tujuan datangnya Fitnah (ujian).

Tujuan dari datangnya fitnah (ujian) adalah untuk memisahkan yang baik dari yang jelek.

Allah berfirman :

مّا كَانَ اللّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىَ مَآ أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتّىَ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطّيّبِ

“Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sampai Allah  menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin)

5. Pembacaan BAB 1 dari kitab Materi

Hadits 1

عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا يَوْمًا فَزِعًا  وفي الرواية: استيقظ من نومه، يَقُولُ : ” لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ، وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتَرَبَ : فُتِحَ الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذِهِ وَحَلَّقَ بِأُصْبُعَيْهِ الإِبْهَامِ وَالَّتِي تَلِيهَا ” ، قَالَتْ زَيْنَبُ بِنْتُ جَحْشٍ : فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَفَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ ؟ قَالَ : ” نَعَمْ ، إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ ” . هَذَا حَدِيثٌ مُتَّفَقٌ عَلَى صِحَّتِهِ أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ ،

Dari Zainab binti Jahsy radhiyallahu anha bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah suatu hari masuk kepadanya sambil diliputi rasa ketakutan (cemas) kemudian beliau berkata: La ilaaha illallah….dalam riwayat lain: beliau  bangun dari tidurnya seraya berkata: “La ilaha illallah, celakalah orang-orang Arab, karena keburukan yang telah dekat. Telah terbuka pada hari ini  dinding Ya`juj dan Ma`juj seperti ini.” –dan Sufyan (seorang perawi) melingkarkan jari telunjuknya dengan ibu jarinya. Kemudian  (Zainab) berkata: “Ya Rasulullah, apakah kita akan binasa meskipun bersama kita ada orang-orang shalih? Beliau menjawab: “Ya, ketika semakin banyak terjadi al-khabats.” (HR. Muslim).

Pelajaran yang bisa diambil dari hadits ini:

1. Dzikir dan mengingat Allah adalah salah satu solusi agar terhindar dari  fitnah, Ketika datang Fitnah (musibah, ujian) hendaknya seorang muslim segera mengingat Allah dan kembali kapadaNya..

Hal ini sebagaimana yang dilakukan rasululullah ketika pertama kali menghadapi berita munculnya kejelekan yang semakin mendekat dan fitnah  ya’juj dan ma’juj diatas, beliau segera mebaca dzikir dengan kalimat tauhid laa ilaaha illallah…

2. Mengapa dalam hadits di atas nabi mengatakan celakalah bangsa Arab, kenapa nabi tidak mengatakan celakalah kaum muslimin!!???

Ada dua jawaban dari pertanyaan di atas:

a. Karena mayoritas kaum muslimin di saat itu hanyalah bangsa Arab saja…seakan2 nabi mengatakan celakalah kalian…..karena kebetulan orang islam pada waktu itu adalah bangsa Arab.

b. Para ulama menjelaskan, nabi menyebutkan celakah bangsa Arab…karena jika fitnah itu terjadi dibangsa Arab maka akan cepat menyebar dari pada jika terjadi di bangsa lainnya.

3. Ya’juj dan ma’juj adalah anak keturunan Adam dan Hawa…

Ya`juj wa Ma`juj adalah dari bani Adam. Di antara yang berpendapat demikian adalah Wahb dan selainnya. Al-Imam An-Nawawi dan yang lainnya mengisyaratkan sebuah cerita bahwa ada yang berkata: “Mereka dari anak Adam dari selain Hawa . Nabi Adam ‘alaihissalam tidur lalu mimpi basah dan tercampurlah air maninya dengan tanah dan lahirlah darinya Ya`juj dan Ma`juj.” Al-Hafizh berkata: “Ini adalah pendapat yang sangat mungkar

4. Adanya Orang shaleh tidak menolak datangnya musibah (fitnah), jika sudah banyak tersebar khobats

5. Makna dari al-khobats adalah zina, lahirnya anak2 zina, campur baurnya laki2 dan perempuan, terbuka aurat dll.

Demikian point2 penting pada sesi pertama, Kitab Al-fitan oleh prof. Dr. Sulaiman bin salimullah ar-Ruhaily hafizhahullah…

Semoga bermanfaat.

Kota Batu, Jawa Timur
15 Syawwal 1437 H
Akhukum Fillah: Fadlan Fahamsyah

Selesai kutipannya
===
Barakallahu fiikum

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
Akhukum fillah

Abdurrahim Ayyub

Sekolah dan Pondok Tahfidz Ibnu Umar
www.ibnuumar.sch.id⁠⁠⁠⁠

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*