Kemana Harta Kita di Bulan Ramadhan? (Seri Ramadhan 6).

Bismillah

Saudaraku kaum muslimin dan muslimat semoga Rahmat Allah Ta’alaa selalu tercurahkan kepada kita semua.

Aamiin.

Bulan Ramadhan juga dikenal Bulan yang penuh dengan kedermawanan …

Di dalamnya ada Zakat Mal(Harta),Zakat Fitri, Fidyah, Kafarah, Memberi hidangan berbuka dan lain sebagainya dari yang wajib,sunnah dan yang mubah…

Intinya bahwa sedekah,infaq dan sepertinya menjadi penting dalam ajaran agama kita.

Saudaraku mari kita pelajari lagi ayat dan hadist yang memotivasi diri ini untuk mengeluarkan harta kita dengan benar menurut syariat Islam…

Motivasi 1.

–Orang yang sudah wafat berharap sekali agar kiranya seraya dihidupkan lagi…agar dapat berinfaq…dan mau menjadi orang shaleh…

Di surat Al-Munafiqun, Allah berfirman,

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Infakkanlah sebagian dari apa yang Aku berikan kepada kalian, sebelum kematian mendatangi kalian, kemudian dia meng-iba:

“Ya Rab, andai Engkau menunda ajalku sedikit saja, agar aku bisa bersedekah dan aku menjadi orang shaleh.” 

(QS. Al-Munafiqun: 10).

Motivasi 2

–Sedekah dapat Memadamkan dosa…

Dari Ka’b bin Ujrah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

والصدقة تطفىء الخطيئة كما يطفىء الماء النار
Sedekah bisa memadamkan dosa, sebagaimana air bisa memadamkan api. 

(Shahih At-Targhib, 866)

Motivasi 3

Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن الصدقة لتطفئ عن أهلها حر القبور وإنما يستظل المؤمن يوم القيامة في ظل صدقته

“Sesungguhnya sedekah akan memadamkan panas kubur bagi pelakunya. Sungguh pada hari kiamat, seorang mukmin akan berlindung di bawah naungan sedekahnya.” 

(Silsilah As-Shahihah, 3484).
Yazid – salah seorang perawi yang membawakan hadis ini – menceritakan: ‘Dulu si Martsad, setiap kali melakukan satu dosa di hari itu maka dia akan bersedekah dengan apa yang dia miliki, meskipun hanya dengan secuil kue atau bawang.’ (As-Silsilah As-Shahihah, 872).

Motivasi 4

Dari Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

داووا مرضاكم بالصدقة
“Obati orang sakit di antara kalian dengan sedekah.”

(Shahih At-Targhib, 744).

Ibnu Syaqiq menceritakan, bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Ibnul Mubarak – guru Imam Bukhari -: ‘Saya memiliki luka di lutut selama tujuh tahun, sudah coba diobati dengan berbagai macam cara, sudah konsultasi dokter dan tidak ada perubahan.’ Ibnul Mubarak menyarankan,
‘Buatlah sumur di daerah yang membutuhkan air. Saya berharap akan menghasilkan sumber air dan menyumbat darah yang keluar.’ Diapun melakukannya dan sembuh. (Shahih At-Targhib)

Banyak sekali ayat dan hadits yang semakna di atas kita cukupkan beberapa saja…

Saudaraku kita akan memposisikan harta kita menurut Syariat Islam…

Mari kita pelajari lagi …

1.Zakat Mal (Zakat Harta)

Allah mengancam keras terhadap orang yang meninggalkan kewajiban zakat dengan firmanNya:

وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَآءَاتَاهُمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَّهُمْ بَلْ هُوَ شَرُُّ لَّهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَللهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di lehernya kelak pada hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” [Ali Imran:180].
Al Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang dalam tafsir ayat ini: Yakni, janganlah sekali-kali orang yang bakhil menyangka, bahwa dia mengumpulkan harta itu akan bermanfaat baginya. Bahkan hal itu akan membahayakannya dalam (urusan) agamanya, dan kemungkinan juga dalam (urusan) dunianya. Kemudian Allah memberitakan tentang tempat kembali hartanya pada hari kiamat, Dia berfirman,“Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di leher mereka, kelak pada hari kiamat.” [Tafsir Ibnu Katsir, surat Ali Imran ayat 180]

Tentang makna ayat “harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di leher mereka, kelak pada hari kiamat” di atas dijelaskan oleh hadits-hadits shahih.

Antara lain sebagaimana di bawah ini:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ يَأْخُذُ بِلِهْزِمَتَيْهِ يَعْنِي بِشِدْقَيْهِ ثُمَّ يَقُولُ أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُكَ ثُمَّ تَلَا ( لَا يَحْسِبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ ) الْآيَةَ

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa diberi harta oleh Allah, lalu dia tidak menunaikan zakatnya, pada hari kiamat hartanya dijadikan untuknya menjadi seekor ular jantan aqra’ (yang kulit kepalanya rontok karena dikepalanya terkumpul banyak racun), yang berbusa dua sudut mulutnya. Ular itu dikalungkan (di lehernya) pada hari kiamat. Ular itu memegang [1] dengan kedua sudut mulutnya, lalu ular itu berkata,’Saya adalah hartamu, saya adalah simpananmu’. Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca,’Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil menyangka … Al ayat’.”

[HR Bukhari no. 1403]

Pada hadits lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَلَا صَاحِبِ كَنْزٍ لَا يَفْعَلُ فِيهِ حَقَّهُ إِلَّا جَاءَ كَنْزُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ يَتْبَعُهُ فَاتِحًا فَاهُ فَإِذَا أَتَاهُ فَرَّ مِنْهُ فَيُنَادِيهِ خُذْ كَنْزَكَ الَّذِي خَبَأْتَهُ فَأَنَا عَنْهُ غَنِيٌّ فَإِذَا رَأَى أَنْ لَا بُدَّ مِنْهُ سَلَكَ يَدَهُ فِي فِيهِ فَيَقْضَمُهَا قَضْمَ الْفَحْلِ

“Tidaklah pemilik harta simpanan yang tidak melakukan haknya padanya, kecuali harta simpanannya akan datang pada hari kiamat sebagai seekor ular jantan aqra’ yang akan mengikutinya dengan membuka mulutnya. Jika ular itu mendatanginya, pemilik harta simpanan itu lari darinya. Lalu ular itu memanggilnya,“Ambillah harta simpananmu yang telah engkau sembunyikan! Aku tidak membutuhkannya.” Maka ketika pemilik harta itu melihat, bahwa dia tidak dapat menghindar darinya, dia memasukkan tangannya ke dalam mulut ular tersebut. Maka ular itu memakannya sebagaimana binatang jantan memakan makanannya”.

[HR Muslim no. 988]

Untuk anda yang memiliki harta silahkan pelajari kaifiyah atau cara mengeluarkan harta anda di link di bawah ini

Dalam tulisan ini akan dijelaskan syarat-syaratnya..

Atau lelajari link di bawah ini petunjuk praktis dalam zakat mal…silahkan

Jika anda mempunyai masalah tidak menunaikan zakat mal karena tidak tahu atau lalai silahkan baca fatwa di bawah ini…

https://islamqa-info.cdn.ampproject.org/v/s/islamqa.info/amp/id/answers/99684?amp_js_v=a2&amp_gsa=1&usqp=mq331AQCCAE%3D#referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=From%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%2Fislamqa.info%2Fid%2Fanswers%2F99684%2Fseseorang-belum-membayarkan-zakatnya-karena-tidak-tahu-sekarang-hartanya-berkurang-dari-nisab

Atau link di bawah ini…

2.Kafarat.

Harta untuk membayar kafarat jika melanggar yang membatalkan puasa dengan berhubungan badan dengan istri di siang hari di bulan ramadhan…

Kafarat (denda)nya adalah melakukan salah satu dari tiga jenis yang telah ditentukan tersebut,

yaitu membebaskan budak, berpuasa dua bulan berturut-turut

dan memberi makan enam puluh orang miskin.

Silahkan pelajari lagi dengan rinci di link ini

Harta anda dikeluarkan dalam bentuk memberi makan sebaiknya bukan uang tetapi bahan makanan setempat.

Atau link di bawah ini

Atau ini

3.Fidyah

Membayar fidyah ( sebaiknya tidak dengan uang) artinya kita mengeluarkan uang untuk membeli jenis makanan sehari hari sekali makan atau uang kita belikan beras yang ukurannya

1 sho’ sama dengan 4 mud. Satu sho’ kira-kira 3 kg.

Setengah sho’ kira-kira 1½ kg.

Link lainnya

https://almanhaj.or.id/4172-tidak-kuat-puasa-dan-teknis-pembayaran-fidyah.html

KEWAJIBAN FIDYAH BAGI WANITA HAMIL DAN WANITA MENYUSUI

Di link ini

Link lainnya

4.Zakat Fitri.

Zakat fithri wajib bagi setiap muslim. Sebagian ulama beranggapan, kewajiban zakat fithri telah mansukh, tetapi dalil yang mereka gunakan tidak shahih dan sharih

Ukuran Zakat Fithri
Ada beberapa keterangan mengenai masalah ini, sebagai berikut:

  1. Satu sha’ = 2.157 kg (Shahih Fiqih Sunnah, 2/83).
  2. Satu sha’ = 3 kg (Taisirul Fiqh, 74; Taudhihul Ahkam, 3/74).
  3. Satu sha’ = 2, 040 kg gandum yang bagus. (Syarhul Mumti’, 6/176).

Syaikh al ‘Utsaimin rahimahullah berkata,”Para ulama telah mencoba dengan gandum yang bagus. Mereka telah melakukan penelitian secara sempurna. Dan aku telah menelitinya, satu sha’ mencapai 2 kg 40 gr (2,040 kg) gandum yang bagus. Telah dimaklumi bahwa benda-benda itu berbeda-beda ringan dan beratnya. Jika benda itu berat, kita berhati-hati dan menambah timbangannya. Jika benda itu ringan, maka kita (boleh) menyedikitkan”.

Silahkan ke link di bawah ini

Link lainnya

5.Memberi Makan Orang Yang Berbuka Puasa

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan,
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”

Lengkapnya di link ini

Link lainnya

6.Bersedakah,berinfaq kepada orang yang kita tanggung

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ جُهْدُ الْمُقِلِّ وَ ابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ
“Sedekah yang paling utama adalah sedekah maksimal orang yang tidak punya, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung.”

(HR. Abu Dawud dan Hakim, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 1112)

Hendaknya penuhi keperluan sandang pangan dan lainnya baik di luar Ramadhan apalagi di bulan ini semampunya bahagiakan keluarga kita dengan harta yang halal semampunya…di bulan ramadhan sampai menjelang Idul Fitri hari kebahagiaan…

Bukan harus mewah atau mahal…ukurannya adalah kemampuan kepala keluaga…

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَلْبَسُ يَوْمَ الْعِيْدِ بُرْدَةً حَمْرَاءَ
“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pada hari ‘Id, Beliau mengenakan burdah warna merah”.

[Ash Shahihah, 1.279].

Imam Malik rahimahullah berkata,”Saya mendengar Ahlul Ilmi, mereka menganggap sunnah memakai minyak wangi dan berhias pada hari ‘Id.”

[Al Mughni, 3/258].

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,”Dahulu, ketika keluar pada shalat dua hari raya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenakan pakaian yang terindah. Beliau memiliki hullah yang dikenakannya untuk dua hari raya dan hari Jum,at. Suatu waktu, Beliau mengenakan dua pakaian hijau, dan terkadang mengenakan burdah (kain selimut warna merah).”

[Zaadul Ma’ad, 1/426].

Perlu diperhatikan bagi anda yang tidak ada waktu membaca topik di atas tetapi mempunyai keinginan untuk memahami satu atau beberapa permasalahan hendaknya mendatangi kajian yang benar yang berdasarkan Al Qurqn dan Sunnah dengan kefahaman yang benar menurut ulama salaf as shalih lalu bertanya berkonsultasi dst…

Demikian tulisan yang agak panjang ini semoga kiranya memberi manfaat dalam rangka meningkatkan mutu shaum ramadhan kita kali ini…dengan harapan tergapainya tingkatan Taqwa…aamiin.

‎اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Dari beberapa sumber untuk saudaraku…semoga bermanfaat.

Saudaramu

Abdurrahim Ayyub

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*