Kadang Ego Sebahagian Manusia Melebihi Langit Dan Bumi

Bismillah

Jika ada kucing menantang singa
Akal kita akan bekerja..konek tuh (bukan bonek)..kucing nekat..
Ada pepatah bagai kambing menanduk gunung..
Begitu banyak pelajaran yang kita dapati disekitar kita dalam masalah seperti ini…

Nah… karena hidayah dari Allah Ta’alaa saja kita bisa berfikir, merenung tentang ciptaanNya.

Melalui ayatNya kita mengetahui bahwa makhluk Allah Ta’alaa yang besar tak terkira itu seperti, matahari, bulan, bintang semua sujud kepadaNya, dan semua yang ada di langit dan di bumi juga sujud baik suka rela atau terpaksa..

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهً
Hanya kepada Allahlah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri atau pun dengan terpaksa [Q.S. Ar Ra’du: 15]

وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَان
Bintang-bintang dan pohon-pohonan, kedua-duanya tunduk kepada-Nya. [Q.S. Ar Rahman: 6]

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَسْجُدُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ وَٱلنُّجُومُ وَٱلْجِبَالُ وَٱلشَّجَرُ وَٱلدَّوَآبُّ وَكَثِيرٌ مِّنَ ٱلنَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ ٱلْعَذَابُ ۗ وَمَن يُهِنِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّكْرِمٍ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَآءُ ۩
“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.”
QS. Al-Haj [22] : 18

Jadi hidayahlah yang membawa kita sujud kepada Allah Ta’alaa dengan penjelasan ayat terakhir..

1. Sujud kepada Allah Ta’alaa tanpa ada rasa sombong maklukNya yaitu : yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata.
Kita tidak perlu mengetahui kaifiyah (cara makhluk2 itu bersujud) kita menerima berita apa adanya. Mengimaninya dan mengambil jika sampai berita kepada kita contohnya..hadits di bawah ini yang artinya

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda

”Sesungguhnya matahari itu berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya:

”Bangunlah!Kembalilah seperti semula engkau datang.’Maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud…”
[HR. Bukhari, Muslim, ath-Thoyalisi, Ahmad, Abu Dawud,Tirmidzi, Nasa’i, dll]

2. Sujud sebahagian manusia.
Sebahagian manusia sujud kepada Allah Ta’alaa ada yang diterima ada yang ditolak
2.1. Yang diterima adalah sujudnya umat Islam dari zaman Nabi Adam alaihi salam sampai zaman Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.Karena mereka adalah hamba yang bertahuid mengesakan Allah Ta’alaa…jika mereka hidup di zaman Nabi Musa atau Isa alaihimaa salam mereka adalah umat Islam jika mereka tidak menyimpang dari ajaran nabi mereka.
2.2.Sujudnya orang yang setelah Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam tetapi mereka mengikuti cara Nabi-nabi sebelum beliau..maka hal ini ditolak..karena ajaran nabi-nabi sebelumnya sudah dihapus (dimansukh).Ada dalil2 dalam hal ini.

3.Tidak sujud sebahagiannya.
Golongan ini tidak sujud kepada Allah Ta’alaa tetapi sujud kepada matahari dll..dari hadits yang artinya…

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda kepada ‘Amr bin ‘Abasah:
“Kerjakanlah shalat Shubuh. Kemudian hentikanlah shalat hingga matahari terbit dan naik. Karena sesungguhnya ketika terbit, matahari berada di antara dua tanduk syaitan. Pada waktu itu orang-orang kafir sujud kepada matahari. Setelah itu shalatlah, karena sesungguhnya shalat tersebut disaksikan dan dihadiri. Hingga bayangan naik setinggi tombak. Kemudian hentikanlah shalat. Karena waktu itu Jahannam bergolak. Jika bayangan telah condong ke barat, maka shalatlah, karena sesungguhnya shalat itu dihadiri dan disaksikan. Hingga engkau shalat ‘Ashar. Kemudian hentikanlah shalat hingga matahari terbenam. Karena sesungguhnya ia terbenam di antara dua tanduk syaitan. Dan ketika itu orang-orang kafir sujud kepada matahari.”
[Shahiih Muslim]

Maka bersyukurlah kita makhluk yang kecil ini…berada di bumi yang kecil ini…coba perhatikan titik yang di dalam kurung ini (.),
Itulah bumi kita jika dibandindkan dengan matahari atau planet lainnya atau dengana galaksi…Maka bersujudlah dahi yang banyak dosa ini kepada Alllah Ta’alaa saja…dengan rendah hati, merendahkan serendah rendahnya, pasrah sepasrah pasrahnya..dan pada posisi ini tidak akan terlihat perbedaan raja dan rakyat jelata…si kaya dan si miskin…si jenius atau si bodoh…orang yang terkenal atau orang biasa…laki-laki atau wanita…semua rendah dihadapanNya Allahu Akbar….Allah Maha Besar…semoga kita menjadi orang yang diterima ibadahnya dan dimatikan dalam keadaan beribadah dalam keadaan husnul khatimah..aamiin.

Wallahu a’lam
===
Allahumma shalli wasallim alaa Rasulillah Muhammad shalallahu alaihi wasallam
Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajmaiin.

Akhukum fillah

Abdurrahim Ayyub
===
Sekolah dan Pondok Tahfidz
Ibnu Umar
Ciputat-Pamulang-Cibodas
www.ibnuumar.sch.id

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*