Gerhana Hati

***Gerhana Hati***
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku semoga kita selalu diberi rahmat oleh Allah Ta’laa.

Kita baru menyaksikan salah satu keagungan Allah Ta’ala atas makhlukNya yang besar menurut kita, yaitu gerhana matahari. Dimana cahayanya tertutup bulan atas izin Allah Ta’ala saja.Kejadiannya berulang beberapa tahun atau sampai puluhan tahun. Gerhana adalah salah satu perbuatan Allah Ta’alaa untuk memberi rasa takut kepada hambaNya agar mengenal Tauhid Rubuhiyah, kekuasaan Allah Ta’alaa yang tunggal tidak ada sekutu bagiNya dalam mencipta, memelihara dan mengatur alam semesta ini.

Ada gerhana yang ada di dalam diri manusia yang kadang luput dari pantauan atau bahkan dianggap lalu begitu saja oleh sebahagian manusia. Gerhana Hati, yaitu tertutupnya hati yang tadinya bersih tertutup oleh dosa fitnah syubuhat dan fitnah syahawat. Fitnah kefahaman atau keyakinan dan fitnah hawa nafsu.

Coba perhatikan dan baca hadits di bawah ini dengan baik.
Dari Hudzaifah Radhiyallahu anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
تُـعْـرَضُ الْـفِـتَـنُ عَلَـى الْـقُـلُـوْبِ كَالْـحَصِيْـرِ عُـوْدًا عُوْدًا ، فَـأَيُّ قَـلْبٍ أُشْرِبَـهَا نُـكِتَ فِـيْـهِ نُـكْـتَـةٌ سَوْدَاءُ ، وَأَيُّ قَـلْبٍ أَنْـكَـرَهَا نُـكِتَ فِـيْـهِ نُـكْتَـةٌ بَيْضَاءُ ، حَتَّىٰ تَصِيْـرَ عَلَـىٰ قَـلْبَيْـنِ : عَلَـىٰ أَبْـيَـضَ مِثْـلِ الصَّفَا ، فَـلَا تَـضُرُّهُ فِـتْـنَـةٌ مَـا دَامَتِ السَّمٰـوَاتُ وَالْأَرْضُ ، وَالْآخَرُ أَسْوَدُ مُـرْبَادًّا ، كَالْكُوْزِ مُـجَخِّـيًا : لَا يَعْرِفُ مَعْرُوْفًـا وَلَا يُـنْـكِرُ مُنْكَـرًا ، إِلَّا مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ.
Fitnah-fitnah menempel dalam lubuk hati manusia sedikit demi sedikit bagaikan tenunan sehelai tikar. Hati yang menerimanya, niscaya timbul bercak (noktah) hitam, sedangkan hati yang mengingkarinya (menolak fitnah tersebut), niscaya akan tetap putih (cemerlang). Sehingga hati menjadi dua : yaitu hati yang putih seperti batu yang halus lagi licin, tidak ada fitnah yang membahayakannya selama langit dan bumi masih ada. Adapun hati yang terkena bercak (noktah) hitam, maka (sedikit demi sedikit) akan menjadi hitam legam bagaikan belanga yang tertelungkup (terbalik), tidak lagi mengenal yang ma’ruf (kebaikan) dan tidak mengingkari kemungkaran, kecuali ia mengikuti apa yang dicintai oleh hawa nafsunya.”
(HR Muslim,Ahmad,Imam al-Baghawi,saya kutip hadits ini dari tulisan Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حَفِظَهُ الله تَعَالَى )

 

Penjelasan hadits

1.(Fitnah-fitnah menempel dalam lubuk hati manusia sedikit demi sedikit bagaikan tenunan sehelai tikar).
Dalam hal ini ulama membagi fitnah dalam dua golongan

1.1. Fitnah Syubuhat, adalah fitnah kefahaman, seorang yang tadinya fitrahnya pada tauhid lalu dia menempuh jalan kesyirikan, karena kebodohan atau sebab lainnya. Atau yang seharusnya mengikuti sunnah tetapi dia tertipu kedalam bid’ah dalam ibadahnya.Fitnah jenis ini banyak sekali, diantaranya adalah menganggap ada nabi setelah Nabi Muhammad shalallahu aalaihi wasallam, seperti ahmadiyah atau kelompok lainnya.Kelompok ingkaru sunnah, orang yang menolak sunnah.Syiah Rofidho yang telah disesatkan oleh Imam besar ahlu sunnah karena mengkafirkan sahabat radhiallahu anhum atau mennuhankan Ali, Husein atau Fatimah radhiallahu anhum.Tidak kalah pentingnya untuk menyebutkan golongan khawarij yang bermudah mudah dalam membunuh orang islam. Banyak lagi jenis orang yang hatinya tertutup akan kefahaman yang salah dan sesat.Orang yang terkena fitnatu syubuhat bangga dan susah taubatnya karena merasa dirinya benar bahkan cenderung mengajak orang lain kedalamnya.Hanya Allah Ta’alaa yang memberi hidayah kepada kita semua.

1.2. Fitnah Syahawat, fitnah ini menjangkiti semua golongan dengan kadar yang berbeda beda.Umumnya karena urusan dunia, harta, wanita, kedudukan dll.
Mencintai sesama jenis dan berganti ganti pasangan dengan cara berzinah. Fitnah hawa nafsu ini masih lebih mudah untuk bertaubat karena pelakunya menyadari dalam hatinya apa yang dia perbuat adalah dosa. Kecuali irang berterusan dan bahkan mengajak manusia kepada makisiat maka hanya Allah Ta’alaa yang memberi hidayah padanya.

Proses fitnah perlahan seperti tenunan tikar, sehelai demi sehelai, fitnah ini datang bertahap sehingga menghujam di dalam hati dan menutupi hati menjadi kelam.

2.(Hati yang menerimanya, niscaya timbul bercak (noktah) hitam, sedangkan hati yang mengingkarinya (menolak fitnah tersebut), niscaya akan tetap putih (cemerlang). Sehingga hati menjadi dua : yaitu hati yang putih seperti batu yang halus lagi licin, tidak ada fitnah yang membahayakannya selama langit dan bumi masih ada. Adapun hati yang terkena bercak (noktah) hitam, maka (sedikit demi sedikit) akan menjadi hitam legam bagaikan belanga yang tertelungkup (terbalik))
Hadits ini begitu jelas tidak memerlukan tambahan. Kesimpulan dari potongan hadits adalah

2.1. Hati yang putih(seperti batu halus dan licin), hati yang terjaga dari fitnah sampai hari kiamat.

2.2. Hati yang hitam(bagai belangga yang tertelungkup).Karena terbiasa dengan dosa dan maksiat baik fitnah syubuhat atau syahawat maka hati ini menjadi hitam.

3. (tidak lagi mengenal yang ma’ruf (kebaikan) dan tidak mengingkari kemungkaran, kecuali ia mengikuti apa yang dicintai oleh hawa nafsunya).
Penjelasan ini untuk hati yang hitam yang sampai Allah Ta’alaa menyatakan tidak mengenal yang baik dan selalu mengikuti yang mungkar. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً

Kemudian setelah itu hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi [al-Baqarah/2:74]

Kita semua berlindung kepada Allah Ta’ala dari keadaan hati yang hitam dan hati yang keras.

Saudaraku, kalau gerhana matahari telah berlalu dan bulan menutup cahaya matahari hanya beberapa menit, tetapi gerhana hati…dimana cahaya hati tertutup oleh dosa dan maksiat masih berlanjut…mari kita singkap gelapnya hati dengan bertaubat, setiap saat, kita memohon ampun atas dosa serta kesesatan kita…agar hati ini tidak keras dan hitam. Agar hati ini lembut dan putih bersinar, hingga menyinari diri untuk menyembah Allah Ta’alaa dan tidak syirik dan mengikuti sunnah nabiNya shalallahu alaihi wasallam.

Wallahu a’lam
===
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Akhukum fillah

Abdurrahim Ayyub
===
Sekolah dan Pondok Tahfidz
Ibnu Umar
Ciputat-Pamulang-Cibodas
www.ibnuumar.sch.id

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*