Dua pintu di hadapan kita

Bismillah

Seorang muslim yang selalu memikirkan kehidupan akhiratnya, apakah dia akan selamat dari azab Allah Ta’ala dan dimasukkan ke surga yang penuh nikmat atau sebaliknya,seharusnya dia juga memikirkan jalan-jalan yang ia harus tempuh.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ ، وَإِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ ، فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ ، وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ

“Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi kunci-kunci pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan, namun, di antara mereka ada juga yang menjadi kunci-kunci pembuka pintu keburukan dan penutup pintu kebaikan. Maka kehidupan baiklah bagi orang-orang yang Allah jadikan kunci kebaikan ada pada kedua tangannya. Dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan kunci keburukan ada pada kedua tangannya”

(HR Ibnu Majah: 237, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalamShahih Sunan Ibnu Majah:194)

 

Dari hadits di atas maka kita dapat merasakan dimana kita berada?

1.Apakah kita orang yang dijadikan Allah sebagai pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan? Yang berupaya mengajak diri dan keluarga untuk beribadah, bertauhid yang benar dan menjaga dari hal yang haram.

2.Ataukah kita justru dijadikan Allah pembuka keburukan dan penutup kebaikan?Dimana kita mengajak diri, keluarga pada kehancuran. Tidak memberi nasehat agar takut kepada Allah Ta’ala. Membiarkan anak dan istri bergelimpangan dalam dosa, maksiat dan hal-hal yang haram

Na’udzubillahi mindzaalik.

 

Hasil akhir dari keduanya pun berbeda.

1. Pembuka kebaikan dan penutup keburukan akan hidup dengan baik di dunia penuh sakinah (ketenangan) mawahadah (saling cinta) dan rahmah (kasih sayang). Di akhirat in syaa Allah Ta’alaa bersama orang-orang yang shalih bergembira di jannah.

2.Pembuka keburukan dan penutup kebaikan akan hidup dengan menderita, penuh kegelisahan, andaikan terlihat bahagia itu hanyalah kebahagiaan semu, jika merasa sakinah hal itu merupakan istidraj (penguluran waktu) dari Allah Ta’ala, mereka tidak nyaman hidup di dunia dan neraka akan menanti sebagai tempat kembali yang sangat buruk.

 

Dua pintu ada di hadapan kita.

Silahkan pilih yang kita kehendaki.

Setiap pilihan pasti ada konsekwensinya…

 

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menggambarkan ciri-ciri jalan ke syurga dan jalan ke neraka dengan sabdanya,

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim)

Jangan sampai kita tertipu dan selalu memohon hidayah taufiq dari Allah Ta’alaa untuk diri, orang tua , keluarga dan umat islam seluruhnya…

Wallahu a’lam

Allahumma shalli wasallim alaa Rasulillah Muhammad shalallahu alaihi wasallam

Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajmaiin.

 

Akhukum fillah

 

Abdurrahim Ayyub

===

Sekolah dan Pondok Tahfidz

Ibnu Umar

Ciputat-Pamulang-Cibodas

www.ibnuumar.sch.id

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*