DILEMA SIMALAKAMA (Dunia Pendidikan Formal Salaf 2 )

Walaupun baru beberapa tahun terjun didunia pedidikan dan mengelola lembaga pendidikan yang mengarah kepada sunnah , ada beberapa point yang perlu disampaikan kpd calon pengelola pendidikan dan pendidik anak-anak kaum muslimin ..

1, pernah kami didatangi rombongan dari sebuah sebuah sekolah sunnah yang mereka menanyakan cara pengurusan legalitas peridzinan sekolah formal, setelah ngobrol dan diskusi dengan mereka ternyata mereka lebih tua umurnya dari kami ( berdirinya sekolah tsb + 8 th sedang sekolah kami + 5 th ) namun sampai saat ini sekolah tsb terganjal padahal sudah menghabiskan biaya + 25 jutaan , satu ganjalan mereka adalah tanda tangan warga setempat yang berdomisili disekitar sekolah yang mereka lupakan , mereka mengurus ke instansi pemerintah baik diknas maupun tata kota dan idzin bangunan beres dan selesai, tapi tanda tangan warga RT . RW dan tokoh masyarakat kurang dipersiapkan dari awal sehingga ketika diminta tanda tangan ada tokoh masyarakat yg memiliki masa dan dihormati menganjal dan menyuruh warga sekitar untuk tidak tanda tangan , akhir nya sekolah ini pindah tempat ke desa lain dan memulai lagi dari dasar …

SARAN : jika anda ingin mendirikan sekolah jangan lupakan masyarakat sekitar sekolah anda, adakan baksos, kunjungi para tokoh yang dihormati disekitar sekolah anda dan ajak mereka berpasrtisipasi sehingga anda bisa mendapatkan hati mereka…

2. Kami pernah berkunjung ke sebuah pesantren dan lembaga pendidikan yang lokasinyanya lumayan bagus dan luas areanya dan banyak asrama dan kelas yang berjejer serta teduh , namun sayang sepi dan santrinya tingal sedikit bahkan gurunyapun tingal 2 orang , usut punya usut dan hasil diskusi kami dengan guru dan santri tersebut, ternyata tanah tersebut tanah sengketa, sejarah ringkasnya ” dulue kala pengelola / yayasan tersebut mendapatkan hibah / wakaf secara lisan ( tanpa ada bukti kuat legalitas yang tertulis) maklum jaman dulu yang ada adalah kepercayaan lisan sudah cukup , setelah pemilik tanah wafat ahli warisnya mengugat pengurus yayasan tersebut dan meminta tanah tersebut dikembalikan …
dan kasus-kasus seperti ini banyak terjadi diindonesia …

SARAN ; jika anda mendapatkan hibah / wakaf tanah untuk mendirikan masjid, sekolah atau apapun , urus segera surat wakaf ke KUA bagian wakaf , agar anda memiliki legalitas resmi diatas kertas yang kuat sehingga tidak terjadi hal tsb diatas, alhamdulillah Ana pernah mengurus wakaf tanah untuk pesantren, mudah pengurusannya dan tidak dipungut biaya , jika hanya sampai KUA , tapi alangkah baiknya jika diurus sampai ke badan pertanahan agar tercatat sebagai tanah wakaf sehingga tidak akan dikenai PAJAK karena menurut info petugas KUA tanah wakaf tidak dikenai pajak

و الله أعلم بصواب

Oleh: Sulaiman Abu Syeikha

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*