Category Archives: Ust. Abdurrahim Ayyub

INFO KAJIAN UMUM PEKAN KE-4

Bismillah..

*Informasi Kajian UMUM PEKAN KE 4*

?Tempat :
Mesjid al-imam asysyafii jl dago raya desa kabasiran kab, bogor kec parung panjang
?Narasumber :
*Ustadz Abdurrohim ayyub

? Pembahasan :
*perbedaan ahlussunnah dengan paham radikalisme*

⏰Waktu : -hari ahad pagi jam 09:00 s/d selesai tanggal 26/11/2017m

?Untuk Umum, Kaum Muslimin dan Muslimah.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan.” [HR. Muslim, 3509]

♻ Jazakumullahu Khairon.

bagikan ini

JANGAN REMEHKAN DOSA

***Jangan Remehkan Dosa***
***Faidah yang Membuat Badan Merinding***

‎فائدة تقشعر لها الأبدان :

‎قال ابن القيم رحمه الله تعالى:
‎” يؤدب الله عبده المؤمن الذي يحبه وهو كريم عنده بأدنى زلة أو هفوة، فلا يزال مستيقظا حذرا.
‎وأما من سقط من عينه وهان عليه فإنه يخلي بينه وبين معاصيه، وكلما أحدث ذنبا أحدث له نعمة، والمغرور يظن أن ذلك من كرامته عليه ولا يعلم أن ذلك عين الإهانة، وأنه يريد به العذاب الشديد، والعقوبة التي لا عاقبة معها ”
‎[ زاد المعاد ٥٠٦/٣ ]
‎نسأل الله لنا ولكم العفو والعافية في الدنيا والأخره

faidah yang membuat badan merinding :

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah :

“Allah mendidik hamba-NYA yang beriman, yang mencintai-NYA, dan ALLAH adalah maha dermawan di sisinya, ketika ia terglincir dengan melakukan dosa kecil yang tidak disengaja, maka ia menyadarinya dan berhati2.
dan adapun yang melakukan dosa (tanpa ia sengaja) dan menganggap remeh hal itu, maka ia telah membiarkan antara dirinya dan maksiat, dan setiap kali dia melakukan dosa, maka setiap itu pula Allah memberinya nikmat. Dan orang yang tertipu menyangka bahwasanya yang demikian itu adalah suatu kemuliaan baginya sementara ia tidak mengetahui bahwa hal itu adalah sebuah penghinaan yang nyata baginya, dan Allah menginginkan baginya adzab yang pedih, dan hukuman yang tidak ada bandingannya.”

[zaadul ma’aad 3/506]
kita memohon kepada Allah ampunan dan kebaikan di dunia dan di akhirat

Diterjemahkan dan diberi judul oleh Tim Ibnu Umar

www.ibnuumar.sch.id

Faidah dari WA group Syeikh Walid Sayfu Nashr hafidzahullah

bagikan ini

Penyakit Ain Benar-Benar Ada dan Nyata

*PENYAKIT AIN BENAR-BENAR ADA DAN NYATA*

Kisah Syaikhb Sulaiman ar-Ruhaily hafidzahullah yang terkena Ain:

Beliau berkata: saya ingin ingatkan kepada saudara2 hendaknya kita senantiasa dan seharusnya untuk beradab dengan adab para salafusshalih terdahulu akatn bahayanya penyakit ‘ain, karna penyakit ain itu benar2 ada sebagai mana nabi صلى الله عليه وسلم berkata : bahwasanya ain memiliki pengaruh/dampak buruk yang sangat besar, dan para ulama membagikan penyakit ain ini menjadi 2 bagian :

?. ain yang di sebabkan karena kebencian

?. ain yang di sebabkan karena kagum/takjub

➡ Bisa jadi ain itu terjadi karna sebab kebencian oleh karnanya nabi menjelaskan di dalam hadits ruqyah , beliau bersabda : *Dengan nama ALLAH aku meruqyah/menjampi2mu dari segala sesuatu yang menyakitimu , juga dari jiwa dan mata pendengki, semoga ALLAH menyembuhkanmu , dengan nama ALLAH aku meruqyahmu* atau sebagaimana yang di sabdakan nabi صلى الله عليه وسلم.
*(( Dan dari kejelekan/keburukan mata pendengki))* dan dalam riwayat lain mengatakan : *(( Dan dari kejelekan/keburukan mata pendengki , saya meruqyahmu))* dan bisa jadi ain di sebabkan karena mata pendengki .

➡ ain juga bisa terjadi karna kekaguman seseorang bukan karena dengki, oleh karenanya kita di perintahkan dan di syariatkan untuk mendoakan keberkahan kepada orang yang kita kagumi karena sebagaiman nabi bersabda : *” Apabila salah seorang diantara kalian melihat sesuatu dari saudaranya atau pada diri saudaranya, atau melihat hartanya yang menakjubkan, maka hendaknya ia mendoakan keberkahan kepada saudaranya tersebut karna ain benar-benar ada”*
bagi siapa saja yang melihat pada saudaranya sesuatu yang menakjubkannya.

⏺. melihat saudaranya menghafal dengan cepat maka doakan lah : *ya ALLAH berkahilah ia dengan hafalannya*
karena sesungguhnya ain itu bisa saja menimpa dirinya sendri sebagai mana dzahir hadits di atas.

⏺. apabila melihat saudaranya , atau kepada khatib jum’at , apabila melihat kepada syaikhnya , maka apabila dia melihat sesuatu dari saudaranya yang menakjubkan hendak lah ia mendoakan keberkahan pada saudaranya tersebut karena sesungguhnya *’ain itu benar-benar ada dan terjadi*.

? Dan adab tersebut sudah yaitu mendoakan keberkahan pada saudara kita di zaman sekarang sudah mulai pudar dan hilang , bisa saja dia melihat dari saudaranya sesuatu yang menakjubkan akan tetapi dia tidak mendoakan keberkahan bagi saudaranya bahwa itu bisa jadi memudharatkan saudaranya dengan ain dan ia tidak mengetahuinya, sebagian orang berkata : aku berlindung kepada allah apakah aku seorang pendengki?! sampai aku harus mendoakan keberkahan buat dia : maka kita katakan tidak. akan tetapi bisa saja engkau memudharatkan orang lain dengan mata mu padahal sebenarnya engkau kagum/takjub kepadanya, bahkan mungkin engkau cinta kepadanya, sebagaimana engkau cinta terhadap dirimu sendiri, anak , atau kepada syaikh mu, maka seharusnya dan sepantasnya kita mendoakan keberkahan untuk mereka.

? maka pengaruh ain atau dampak buruknya snagat jelek dan bisa menghalangi dari berbuat baik. maka hendaknya kita selalu beradab dan mendoakan keberkahan bagi saudara kita.

kemudian saya ceritakan kejadian yang menimpa saya, saya benar3 melihat dan menyaksikannya sendiri, ini saya ceritakan/ingatkan sebagai peringatan untuk kita semua akan bahayanya penyakit ain :

Beberapa tahun yang lalu tepatnya kurang lebih 16 tahun yang lalu, ketika saya menyampaikan kajian/muhadharah tanpa persiapan yang matang(secara mendadak) maka ketika itu mendadak saya terkena ain, saya tidak bisa menyampaikan sesuatu sebenarnya saya paham dan tahu apa yang akan saya sampaikan akan tetapi ketika sudah berada di atas kursi dan di tengah2 manusia saya lupa apa yang akan sya sampaikan , sampai ketika itu untuk mengucapkan/membaca al-fatihah saya tidak bisa, kemudian alhamdulillah setelah di ruqyah penyakit/keburukan itu hilang, perhatikan saudara2 ku tentang perkara ini (ain ) yang menyebabkan dampak buruk dan menghalangi dari berbuat baik.

pada hari ini ketika hendak khutbah jumat maka saya menaiki mimbar dan saya dalam keadaan sehat , saya belom sempat mengucapkan salam kepada jama’ah , sya merasakan sakit yang luar biasa di dalam tenggorokan saya, dan juga pikiran saya menjadi kacau dan tidak karuan, ternyata ain telah menguasai ku , sangkaan saya ini terjadi karna kagumnya seorang terhadap saudaranya , kemudian saya diam sejenak dan saya meruqyah diri sya sehingga penyakit itu hilang.

*mengapa saya ceritakan/katakan demikian ??*

ketahuilah saudara-saudara ku,
karena akan bahayanya ain Dan dampaknya yang jelek serta menghalangi kita dari berbuat baik, bahkan yang lebih parah bisa membunuh seorang muslim.
*apa yang harus kita lakukan untuk melindungi dang menjaga kita dari ain?*

hendaknya kita selalu mendoakan keberkahan bagi saudara kita ketika kita takjub/kagum terhadap saudara kita.
atau kita katakan: ma syaa allah tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari allah , ya allah berkahi lah dia. ini saya katakan karna kecintaan saya terhadap kebaikan pada diri saya dan jga untuk saudara2 saya serta kaum mukminin .

sumber dari *SYAIKH SULAIMAN AR-RUHAILY HAFIDZAHULLAHU TA’AALA*

‎❌✋ ? العين حقّ
‎قصة الشيخ سليمان الرحيلي -حفظه الله.واصابته بالعين- :

‎قال حفظه الله
‎أحب أن أنبه الإخوة إلى أدب ينبغي أن نتأدب به، وذلك أيّها الإخوة أنّ العين حقّ كما قال النبي –صلى الله عليه وسلمّ- وأنّها تورد الجمل القدر، والعين لها أثرها الكبير، والعين كما قال العلماء نوعان:
‎١) عين حاسدة .
‎٢) وعين معجبة.

‎▶ فقد تكون إصابة العين نتيجة الحسد ولذلك في حديث الرقية يقول النبي –صلى الله عليه و سلّم- : ((بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ ومِنْ شَرِّ كُلِّ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ )) – أو كما قال صلى الله عليه وسلّم-
‎فقال : ((ومِنْ شَرِّ عَيْنِ كُلِّ حَاسِدٍ)) وفي رواية : ((ومِنْ شَرِّ عَيْنِ حَاسِدَةِ أَرْقِيكَ)) فقد تكون العين حاسدة لكنّه ليس لازماً.

‎ ▶فقد تكون العين معجبة ليست حاسدة، ولذلك شُرِع لنا أيها الإخوة إذا رأينا ما يعجبنا أن نبرك فإنّ النبي –صلى الله عليه و سلم- قال: ((إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ نَفِسِه أَوْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيَدْعُ بِالْبَرَكَةِ فَإِنَّ العَيْنَ حَقّ)) فمن رأى من نفسه شيئا يعجبه
‎➖ رأى أنّه يحفظ بسرعة فليقل : اللّهم بارك ، فإنّ الإنسان قد يصيب نفسه بالعيّن كما هو ظاهر هذا الحديث.
‎➖ إذا رأى من ولده شيئا يعجبه رأى الولد نجيبا ما شاء الله حريصا على تحفيظ القرآن فليقل : اللّهم بارك .
‎➖إذا رأى من أخيه، إذا رأى من خطيب الجمعة ، إذا رأى من شيخه، إذا رأى من أخيه شيئا يعجبه فليبرّك فإنّ العين حقّ .

‎?فهذا أدب فقده بعض النّاس في زماننا هذا، فلربّما رأى من أخيه شيئا يعجبه فلم يبرك عليه فأضرّ أخاه وهو لا يعلم، بعض النّاس يقول: أبدا أعوذ بالله هل أنا حاسد ❗حتى أبرك نقول : لا . فإنّك قد تضرّ بعينك وأنت معجب، بل وأنت محبّ، كما تحب نفسك وتحبّ ولدك، وقد تحب شيخك، فمن الأدب التبريك.

‎?والعين لها أثر عظيم وقد تتسبب في شرّ ومنعِ خير فينبغي علينا أن نتأدب بهذا الأدب.

‎أقول هذا يا إخوة وأنا أعرف هذا وأراه، وأذكر لكم من باب أن ننتبه :
‎قبل سنين طويلة –قبل أكثر من ستة وعشرين سنّة- كنت ألقي المحاضرات ارتجالا ثمّ أصبت فيما يظهر لي بعيّن فأصبحت لا أستطيع أن أستحضر شيئا يعني أعرف ما أريد أن أقوله فإذا جلست على الكرسي نسيت حتى أني مرة أردت أن أقول الفاتحة فما استطعت، وعالجناها و الحمد لله بالرقيّة حتى ذهب شرّها، لكن يا إخوة أنظروا هذا الأمر ما يسبب من شرّ ويمنع من خير.

‎اليوم في خطبة الجمعة لما صعدت على المنبر وكنت في أحسن حالاتي من حيث الصحّة، ما إن سلمت على النّاس حتّى أصبت بألم شديد في حلقي وتشوش ذهني تماما وتعرّقت عرقاً كأنّي محموم، وغلب على ظني أنّها عين، ويغلب على ظنّي أنّها اعجاب من بعض النّاس لحسن ظنّه بأخيه فكنت أسكت قليلا و أقرأ على نفسي حتى ذهب شرّها.

‎فلماذا أقول هذا يا إخوة؟
‎أقوله ليعلم الإنسان أن ضرر العين متعدي وأنه قد يتسبب في شر،ّ وقد يتسبب في منع خير، بل قد يتسبب في قتل المسلم.

‎فما الذي يحمينا من هذا؟
‎أن نبرّك إذا رأينا ما يعجبنا فنقول: اللّهم بارك .
‎وإن قلنا :ماشاء الله لا قوّة إلّا بالله اللّهم بارك فحسن
‎هذا أقوله من باب حبي للخير لنفسي و لإخواني المؤمنين.
‎————————–تفريغ من مقطع العين حق
‎للشيخ سليمان الرحيلي حفظه الله تعالى

Diterjemahkan Tim Ibnu Umar

www.ibnuumar.sch.id

Manquul dari WA Syeikh Walid Sayfu Nashr hafidzahullah

bagikan ini

HIDAYAH KEFAHAMAN

***Hidayah Kefahaman***

*ibnu Taimiyyah _rhahimahullah_ berkata* ;

“`”terkadang ada salah seorang yang paling cendikiawan/luas ilmunya,paling pandai di antara manusia dan paling kuat ilmunya (pengetahuannya), namun ia tabu( dari sesuatu yanug paling jelas (nampak)atau kurang mengetahui, dan terkadang ada seorang yang paling bodoh di antara manusia, dan paling lemah ilmunya (pengetahuannya), namun Allah memberinya hidayah untuk melihat (suatu) kebenaran dari apa yang diperselisihkan dengn seizin-Nya, maka tiada daya dan upaya melainkan kekuatan dari Allah. Dan barang siapa yang (hanya) bersandar kepada pengetahuannya (saja) serta menjadikannya dalil untuknya, atau mengandalkan akal dan kecerdasannya (saja), maka ia akan gagal (disiaa-siakan).”“`

*Dalam kitab dar’u ta’aaridu al-‘aqly wan naqly (9/34)*

‎‏قال ابن تيمية : ” وقد يكون الرجل من أذكياء الناس وأحدّهم نظرًا ، ويعميه عن أظهر الأشياء ، وقد يكون من أبلد الناس وأضعفهم نظرًا ويهديه لما اختلف فيه من الحق بإذنه ، فلا حول ولا قوة إلا بالله ، فمن اتكل على نظره واستدلاله ، أو عقله ومعرفته خُذِل”

‎(درء تعارض العقل والنقل:9 / 34)

Diterjemahkan Tim Ibnu Umar

www.ibnuumar.sch.id

Faidah WA group Syeikh Waliid Sayfu Nashr hafidzahullah

bagikan ini

Al-Kitab (Buku)

*?Al-kitab(Buku)?*

Di butuhkan ketertarikan yang kuat dari mu dan perhatian yang sangat terhadap buku, buku itu membutuhkan kerinduan/perhatian yang lebih seperti rindunya/perhatiannya al-jahidz terhadap bukunya. Dan ia meninggal diantara bukunya yang selalu bersamanya.
Atau rindunya/perhatiannya as-syuyuthy yang ia lahir di maktabahnya dan meninggal di maktabahnya.

✒ asy-Syeikh Sholih bin ‘Abdil ‘Aziz aalu syeikh _-hafizhohullah-_ : al-Maawardi _-rahimahullah-_ berkata : dan di antara hal yang bisa aku peringatkan/mewanti-wanti untukmu dari pengalamanku, bahwasanya aku menulis sebuah kitab sebagai perniagaanku, dalam hal ini aku mengumpulkan sisa-sisa buku dari orang-orang semampuku, dan aku terus berusaha, dan tekun, sehingga apabila tulisanku telah sempurna, dan aku hampir saja takjub/terheran-heran melihat hasilnya, dan akupun membayangkan bahwa akulah orang yang paling mampu dalam hal ini, maka datanglah kepadaku dua orang badui, sementara aku berada di masjid, dan merekapun bertanya kepadaku tentang jual-beli bersyarat yang telah mereka alami di kampung mereka, pertanyaan mereka mencakup 4 pertanyaan yang 1 pun aku tak mengetahui jawabannya, dan aku pun mulai berfikir, semetara kami saling memandang, sehingga mereka berkta : “apakah engkau tidak mengetahui jawaban yang kami pertanyakan, sementara engkau adalah yang paling alim di antara orang-orang ini ?” maka akupun berkata : “tidak,” mereka berkata : “kamu lemah (atau jahil),” merekapun pergi.
kemudian mereka mendatangi seorang yang paling alim di antara sahabatku, dan mereka bertanya kepadanya, diapun menjawabnya dengan cepat, dengan jawaban yang membuat mereka lega dan ridho atas jawaban itu, memujinya atas ilmu yang dimilkinya. akupun terdiam dan bingung.
Dengan kondisiku dan kondisi mereka ini, ada sebuah pelajaran, bahwasanya aku, suatu saat akan menghadapi masalah-masalah seperti apa yang telah mereka alami. dan yang demikian itu adalah sebuah nasihat dan peringatan yang keras, yang menjadikan hati ini rendah, serta merendahnya sayap keangkuhan, merupakan sebuah taufiq (petunjuk) yang telah dianugrahkan, dan hidayah yang telah diberikan.
Dalam kitab *adabudduniaa waddiin* hal. 73

abu Nu’aim dahulu adalah orang yang paling kuat hafalannya di dunia, dibacakan untuknya (kitab) dari setelah subuh hingga zhuhur, apabila ia berdiri hendak pulang ke rumahnya, mungkin ia dibacakan sambil berjalan sepanjang jalan dan itu tidak mejadikannya bosan, baginya tidak ada gizi/makanan selain menulis dan mendengar.

‎*?الكتــــــــاب?*
‎??يحتاج منك إلى عشق كعشق الجاحظ له، فقد مات بين كتبه التي كان دائماً معها،
‎??أو كعشق السيوطي الذي ولد في مكتبة ومات في مكتبة.

‎✒الشيخ صالح بن عبد العزيز آل الشيخ -حفظه الله-.

‎قال الماوردي –رحمه الله-:
‎ومما أنذرك به من حالي أنني صنفت في البيوع كتابا جمعت فيه ما استطعت من كتب الناس، وأجهدت فيه نفسي وكددت فيه خاطري، حتى إذا تهذب واستكمل وكدت أعجب به وتصورت أنني أشد الناس اضطلاعا بعلمه، حضرني، وأنا في مجلسي أعرابيان فسألاني عن بيع عقداه في البادية على شروط تضمنت أربع مسائل لم أعرف لواحدة منهن جوابا، فأطرقت مفكرا، وبحالي وحالهما معتبرا فقالا: ما عندك فيما سألناك جواب، وأنت زعيم هذه الجماعة؟ فقلت: لا. فقالا: واها لك، وانصرفا. ثم أتيا من يتقدمه في العلم كثير من أصحابي فسألاه فأجابهما مسرعا بما أقنعهما وانصرفا عنه راضيين بجوابه حامدين لعلمه، فبقيت مرتبكا، وبحالهما وحالي معتبرا وإني لعلى ما كنت عليه من المسائل إلى وقتي، فكان ذلك زاجر نصيحة ونذير عظة تذلل بها قياد النفس، وانخفض لها جناح العجب، توفيقا منحته ورشدا أوتيته.
‎أدب الدنيا والدين (ص73)

‎أبونعيم كان من حفاظ الدنيا يقرؤن عليه من بعد الصبح إلى الظهر
‎فإذا قام إلى داره ربما قرأ بعصهم عليه في الطريق جزء
‎زوكان لا يضجر
‎لم يكن له غذا سوى التصنيف أو التسميع

Diterjemahkan Tim Ibnu Umar

www.ibnuumar.sch.id

Faidah WA group Syeikh Waliid Sayfu Nashr

bagikan ini

Jangan Khawatir Sendirian

?Jangan Khawatir Sendirian?

?Berkata Ibrohim bin Adham _rohimahullah_ : apa yang aku alami, orang lain pun akan mengalaminya !!
?dahulu aku berada dalam perut ibuku sendirian
?akupun terlahir ke dunia sendirian
?akupun akan mati sendirian
?dan aku di dalam kubur sendiri
?kelak aku ditanya sendirian
?dan aku akan dibangkitkan dalam keadaan sendiri
?aku akan di hisab dalam keadaan berdiri sendiri
?apabila aku masuk surga, aku akan memasukinya dalam keadaan sendiri
?dan apabila aku masuk neraka, aku akan memasukinya sendiri
?dan di dunia ini tak seorangpun bisa memberiku manfaat
?maka apa yang aku alami, orang pun akan mengalaminya
?iiqhoozhul himam li ibni ‘Ajiibah (1/176).

‎?❉ ـ لا تستوحش من الإنفراد ـ ❉?
‎?قال إبراهيم بن أدهم رحمه الله تعالى :
‎مالي و للناس !!
‎?كنت في بطن أمي وحدي
‎?و خرجت إلي الدنيا وحدي
‎?و أموت وحدي
‎?و أدخل قبري وحدي
‎?و أسأل وحدي
‎?و ابعث من قبري وحدي
‎?و أحاسب وحدي
‎?فإن دخلت الجنة دخلت وحدي
‎?و إن دخلت النار دخلت وحدي !
‎?ففي هذه المواطن لا ينفعني أحد
‎? فمالي و للناس .
‎?إيقاظ الهمم لإبن عجيبة (1/ 176)

Diterjemahkan Tim Ibnu Umar

www.ibnuumar.sch.id

Faidah WA group Syeikh Waliid Sayfu Nashr hafidzahullah

bagikan ini