Tafsir Al-Muyasar Surat Asy-Syuuraa Ayat 51-53

ASY-SYUURAA: 51-

وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِن وَرَاء حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاء إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ

TERJEMAH :

Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir [1348] atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.


[1348] “Di belakang tabir” artinya ialah seorang dapat mendengar kalam Ilahi akan tetapi dia tidak dapat melihat-Nya seperti yang terjadi kepada Nabi Musa 

TAFSIR :

Tidak patut bagi seseorang dari Bani Adam diajak berbicara oleh Allah kecuali dalam bentuk wahyu yang Dia wahyukan kepadanya, atau Allah berbicara kepadanya dibalik hijab, sebagaimana Allah berbicara kepada Musa, atau Allah mengutus seorang utusan, sebagaimana Jibril turun kepada para Rasul, lalu dia memberikan wahyu dengan izin Rabbnya (bukan dengan hawa nafsunya) sesuai dengan apa yang hendak Dia wahyukan. Sesungguhnya Allah Mahatinggi dengan Dzat-Nya, nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya. Dia mengalahkan segala sesuatu dan para makhlukpun tunduk kepada-Nya, Maha Bijaksana dalam pengaturan-Nya terhadap urusan makhluk-Nya. Ayat ini menetapkan sifat kalam (berbicara) bagi Allah sesuai dengan kebesaran dan keagungan-Nya.

Continue reading
bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat Asy-Syuuraa Ayat 46-50

ASY-SYUURAA: 46-

وَمَا كَانَ لَهُم مِّنْ أَوْلِيَاء يَنصُرُونَهُم مِّن دُونِ اللَّهِ وَمَن يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِن سَبِيلٍ

TERJEMAH :

Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung-pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah. Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidaklah ada baginya satu jalanpun (untuk mendapat petunjuk).

TAFSIR :

Orang-orang kafir itu saat Allah menyiksa mereka di Hari Kiamat tidak memiliki pembantu dan penolong yang bisa menolong mereka dari adzab Allah. Barangsiapa disesatkan oleh Allah karena kekufuran dan kezhalimannya, maka dia tidak memiliki jalan yang dengannya dia bisa meraih kebenaran di dunia dan meraih surga di akhirat, karena jalan-jalan keselamatan telah tertutup didepannya. Petunjuk dan kesesatan hanya di tangan Allah bukan selain-Nya.

Continue reading
bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat Asy-Syuuraa Ayat 31-35

ASY-SYUURAA: 31-

وَمَا أَنتُم بِمُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

TERJEMAH :

Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah.

TAFSIR :

Kalian (wahai manusia) tidak bisa melemahkan kodrat Allah atas kalian dan tidak pula mampu berlari menghindarinya. Kalian tidak memiliki penolong selain Allah yang bisa mengurusi perkara-perkara kalian, sehingga selain Allah itu bisa menyampaikan manfaat kepada kalian, dan tiada pula pembantu bagi kalian selain Allah yang bisa menolak kemudharatan dari kalian.

Continue reading
bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat Asy-Syuuraa Ayat 26-30

ASY-SYUURAA: 26

وَيَسْتَجِيبُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَيَزِيدُهُم مِّن فَضْلِهِ وَالْكَافِرُونَ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ

TERJEMAH :

dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras.

TAFSIR :

Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya menjawab seruan Rasul-Nya dan mereka tunduk kepadanya. Dan Allah menambahkan taufik dan pelipatgandaan pahala dan balasan dengan karunia-Nya. Sedangkan orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya akan memperoleh adzab yang keras lagi menyakitkan di Hari Kiamat.

Continue reading
bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat Asy-Syuuraa Ayat 36-40

ASY-SYUURAA: 36-

فَمَا أُوتِيتُم مِّن شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا عِندَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

TERJEMAH :

Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah keni’matan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal.

TAFSIR :

Apapun yang diberikan kepada kalian wahai manusia, baik berupa harta atau anak-anak atau lainnya maka ia adalah; kesenangan bagi kalian dalam hidup di dunia ini, ia akan lenyap dengan cepat. Sedangkan apa yang ada disisi Allah berupa kenikmatan surga yang langgeng adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan para utusan-Nya, dan mereka bertawakal kepada Rabb mereka.

Continue reading
bagikan ini