Category Archives: Nasihat

♢♡■PENGHAPUS DOSA■♡■KATA HATI 128■♢■

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku yang kucintai karena Allah Ta’alaa…
Semoga Allah Ta’alaa selalu memberi rahmatNya kepada kita semua…aamiin

Mari selalu mendoakan kaum muslimin dan muslimat agar selalu dalam penjagaanNya…

Saudaraku…
Setiap keluarga pasti mempunyai cobaan…dari pasangan, anak dan dari anggota keluarga, bahkan dari tetangganya…

Kadang kala ada kezhaliman di keluarga tersebut…
Ada yang tertindas atau teraniaya…

Islam sebagai agama yang sesuai dengan fitrah manusia memberi jalan atau solusi…
Sehingga seseorang yang telah menzhalimi anggota keluarganya bertauabat…
Seraya memperbaiki diri dengan amal-amal yang shalih…

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim serta Tirmidzi dari Hudzaifah dalam hadits yang panjang, beliau berkata,”Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أهْلِهِ وَمَالِهِ وَ وَلَدِهِ وَنَفْسِهِ وِجَارِهِ يُكَفَّرُهَا: الصِّيَامُ وَالصَّلاَةُ وَالصَّدَقَةُ وَاْلأمْرُ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ.

Fitnah seseorang dari
keluarganya,
hartanya,
anaknya,
dirinya
dan tetangganya

ditebus dengan

puasa,
shalat,
sedekah,
dan amar ma’ruf nahi munkar.

[Muttafaqun’alaih]*1

Boleh jadi kita terfitnah akan  harta, anak, diri, tetangga…
Telah zhalim dalam penggunaan harta
Telah zhalim kepada anak(istri)
Telah zhalim kepada diri sendiri
Telah zhalim kepada tetangga…

Maka inilah obatnya…

1.Puasalah…terutama yang wajib dengan benar…dengan penuh keimanan dan mengharap pahala…

2.Shalatlah dengan benar mengikut Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dari bacaannya, geraknya, tepat waktunya, berjamaah di masjid dan lain lain melengkapi rukun dan syaratnya…

3.Bersedakah,keluarkan infak yang wajib atau zakat maal dan infak yang wajib untuk anak istri dan infak yang sunnah lainnya…semampunya,semoga hal ini menjadi penghapus
kesalahan kita dalam berkeluarga

4.Amar ma’ruf nahi munkar…adalah amalan yang harus dihidupkan di dalam keluarga sebagai bentuk kafarah atas dosa-dosa kita..ajak anak-istri untuk beribadah kepada Allah Ta’alaa dan cegah mereka dari berbuat maksiat..
Ajak pada ketaatan kepada Allah Ta’alaa dan cegah serta larang mereka dari syirik dan bid’ah…

Pesan intinya adalah seberapa jauh kita jatuh ke lembah kesalahan dan maksiat jika kita mau bangkit dan bertaubat…maka Allah Ta’alaa akan menunjukkan jalan-jalanNya…raihlah MaghfirohNya dengan suka cita…ingatlah Rabb kita Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,,,

Semoga nasehat ini bermanfaat untuk diri, keluarga dan kaum muslimin dan muslimat lainnya…aamiin

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Dari hamba Allah Ta’ala yang selalu membutuhkan ampunan Rabbnya

Akhukum fillah

Abdurrahim Ayyub
□□□□□
*1.Hadits dari artikel “BUAH HATI… ANTARA PERHIASAN DAN UJIAN KEIMANAN”Oleh Al Maghribi bin As Sayyid Mahmud Al Maghrib,almanhaj
==========================

■■>>Beramal Jariyyah Bersama IBNU UMAR<<■■

Yayasan Ibnu Umar bergerak dalam bidang pendidikan Islam (KB, TK, SD, SMP, SMA plus Tahfizh) mengajak para muhsinin (donatur) untuk berta’awwun (tolong-menolong) dalam kebaikan dan taqwa.

Saat ini kami membutuhkan dana utk renovasi salah satu unit sekolah dan pengembangan beberapa unit lainnya sekitar 150 jt-an.

Bagi anda yang memiliki kelapangan rizki, silahkan infaqkan harta anda dengan mentransfer ke no rekening berikut:

1. BCA  : 067-807-4848
2. BSM  : 703-237-0327
3. Mandiri : 164-000-111-4422

Konfirmasikan donasi ke no:

Sms/WA ke
081212837394

Bbm ke pin 7FB72A38

Pengguna Facebook silahkan inbox

Dengan format

Nama-Jariyyah-Nominal-Nama Bank yang dituju-Tanggal

Ahmad-Jariyyah-500rb-BSM-10/1/17

Kepada anda yang ingin berpartisipasi atau sekedar menyebarkan informasi ini kami ucapkan Jazaakumulloh khoiron

Ttd

Abdurrahim Ayyub

Yayasan Ibnu Umar

Ciputat – Pamulang – Cibodas

www.ibnuumar.sch.id

bagikan ini

♢♡■KELUARGA SURGA■♡■KATA HATI 127■♢■

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku yang kucintai karena Allah Ta’alaa…
Semoga Allah Ta’alaa selalu memberi rahmatNya kepada kita semua…aamiin

Mari selalu mendoakan kaum muslimin dan muslimat agar selalu dalam penjagaanNya…

Saudaraku…
Berkumpul bersama keluarga adalah nikmat tersendiri…
Dimana seorang ayah akan melihat setiap anak-cucunya dengan pandangan yang sejuk…
Seorang ibu akan menyiapkan apa saja yang dia punya untuk disajikan kepada anggota keluarga hidangan yang lezat…

Kakak beradik berbincang tentang kerja atau bisnis dan kehidupan mereka…

Sambil menyantap hidangan dan mengenang sedikit cerita masa kecil yang sudah puluhan bahkan ratusan kali mereka ceritakan bersama…

Dan masih banyak lagi aktifitas keluarga yang menyenangkan apapun status kehidupan mereka…kaya miskin, mampu atau tidak,  kebanyakan kita mempunyai waktu-waktu keluarga yang menyenangkan…alhamdulillah

Indah bukan situasi diatas?…

Sangat indah dan bahkan menjadi idaman banyak orang untuk berkeluarga dengan kebahagiaan seperti itu…

Lalu dalam perenungan, ditengah tawa-canda dan hidangan diantara kegembiraan tersebut…kadang terbesit suatu pertanyaan…?

Apakah kebahagiaan bersama keluarga ini dapat berlanjut sampai surga kelak?

Akankah acara kebersamaan ini berlanjut di dalam surga dan duduk di atas dipan-dipan nan indah bersandar, menyantap hidangan dan bercengkarma dengan anggota keluarga tercinta…?

Atau sebaliknya…Ayahnya sedang disiksa…ibunya di surga sebahagian  anaknya di surga dan yang lainnya di neraka…sesuai ketetapan Allah Ta’alaa yang Maha Adil…

Atau semua anggota keluarga di neraka dengan azab yang maha pedih…naudzubillahi min dzaalik…

Situasi apaun yang kita akan dapatkan tergantung keimanan dan amal ibadah keluarga tersebut di dunianya…serta tergantung Rahmat Allah Ta’alaa atas hambaNya…

Allah Ta’alaa yang Maha Adil telah menetapkan dan ini berlaku untuk seluruh manusia termasuk para Rasul dan Nabi alaihimusalam…

Nabi Nuh alaihi salam harus berpisah dengan anaknya…

Nabi Ibrahim alaihi salam berpisah dengan Ayahnya

Nabi Luth alaihi salam dengan istrinya..

Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasalam dengan beberapa anggota keluarganya paman dan kakenya…

Jika para Nabi dan Rasul alaihimu salam saja tidak dapat berkumpul di jannah bersama seluruh orang yang mereka cintai di dunianya kecuali anngota keluarga yang mengikuti ajakan mereka alaihimussalam …apalagi kita?

Maka syarat kebersamaan di jannah adalah apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala  firmankan

وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآأَلَتْنَاهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.

[Ath Thur:21].

Oleh sebab itu…bersatu dalam keimanan yang benar kepada Allah Ta’alaa serta beramal shalih yang ikhlas tidak syirik serta mengikuti contoh NabiNya…setelah itu kita memohon kepada Allah Ta’alaa agar selalu mencurahkan rahmatNya yang luas, itulah yang membawa keluarga ke surga…

Semoga nasehat ini bermanfaat untuk diri dan keluarga serta kaum muslimin dan muslimat lainnya…aamiin

Teruslah mengajak diri, istri anak dan anggota keluarga semuanya kejalan jalan surga…kepada Islam dan Sunnah dan berdoa agar wafat dalam keadaan Islam dan Sunnah aamiin….jangan menyerah!!!

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Dari hamba Allah Ta’ala yang selalu membutuhkan ampunan Rabbnya

Akhukum fillah

Abdurrahim Ayyub
□□□□□
www.ibnuumar.sch.id
□□□□□

bagikan ini

♢♡■SHALAT SUBUH■♡■KATA HATI 125■♢■

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku yang kucintai karena Allah Ta’alaa…

Semoga Allah Ta’alaa selalu memberi rahmatNya kepada kita semua…aamiin

Mari selalu mendoakan kaum muslimin dan muslimat
Agar selalu dalam penjagaan Allah Ta’alaa

Pada kesempatan kali ini kita membaca dan mepelajari Fatwa Ulama besar tentang bahaya meninggalkan shalat atau menunda dengan sengaja…

Silahkan baca dengan tenang…
=====
HUKUM MENANGGUHKAN SHALAT SHUBUH DARI WAKTUNYA
Oleh

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Saya seorang pemuda yang bersemangat melaksanakan shalat, hanya saja sering larut malam, maka saya mensetting jam (weikker) pada jam tujuh pagi, yakni setelah terbitnya matahari, lalu saya shalat, baru kemudian saya berangkat kuliah. Kadang-kadang pada hari Kamis atau Jum’at, saya bangun lebih telat lagi, yaitu sekitar satu atau dua jammsebelum Zhuhur lalu saya shalat Shubuh saat bangun tidur. Perlu diketahui pula, bahwa keseringan saya shalat di kamar asrama, padahal masjid asrama tidak jauh dari tempat tinggal saya. Pernah ada seseorang yang mengingatkan saya karena hal itu tidak boleh. Saya berharap Syaikh bisa menjelaskan hukum tersebut. Jazakumullah khairan.
Jawaban.
Barangsiapa yang sengaja mensetting jam weikker pada waktu setelah terbit matahari sehingga tidak melaksanakan shalat Shubuh pada waktunya maka dianggap telah sengaja meninggalkannya, maka ia kafir karena perbuatannya itu menurut kesepakatan ahlul ilmi, semoga Allah melepaskan kebiasannya sengaja meninggalkan shalat. Demikian juga orang yang sengaja menangguhkan shalat Shubuh hingga menjelang Zhuhur, kemudian shalat Shubuh pada waktu Zhuhur.
Adapun orang yang ketiduran sehingga terlewatkan waktunya, maka itu tidak mengapa, ia hanya wajib melaksanakannya saat terbangun dan tidak berdosa, demikian juga jika ia ketiduran atau karena lupa. Adapun orang yang sengaja menangguhkannya hingga keluar waktunya, atau dengan sengaja mensetting jam hingga keluar waktunya sehingga mengakibatkan ia tidak bangun pada waktu shalat, maka ia dianggap sengaja meninggalkan, dan berarti ia telah melakukan kemungkaran yang besar menurut semua ulama. Akan tetapi, apakah ia menjadi kafir atau tidak ? Mengenai ini ada perbedaan pendapat di antara ulama jika ia tidak mengingkari kewajibannya. Jumhur ulama berpendapat bahwa itu tidak menjadikannya kafir dengan kekufuran besar tersebut. Sebagian ahlul ilmi berpendapat bahwa ia menjadi kafir karena kekufuran yang besar tersebut, demikian pendapat yang dinukil dari para sahabat Radhiyallahu Ajmain, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya (pembatas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat”. [Dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya, kitab Al-Iman 82]
Dalam hadits lain Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia telah kafir”. [Dikeluarkan oleh Imam Ahmad 5/346 dan para penyusun kitab Sunan dengan isnad Shahih; At-Turmudzi 2621, An-Nasa’i 1/232, Ibnu Majah 1079]
Lain dari itu meninggalkan sahalat jama’ah merupakan suatu kemungkaran, ini tidak boleh dilakukan. Yang wajib bagi seorang mukallaf adalah melaksanakan shalat di masjid, berdasarkan riwayat dalam hadits Ibnu Ummi Maktum, bahwa seorang laki-laki buta berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, tidak ada orang yang menuntunku pergi ke masjid”. Ia minta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk diberi keringanan agar bisa shalat di rumahnya, maka beliau mengizinkan, namun ketika orang itu hendak beranjak, beliau bertanya.
“Artinya : Apakah engkau mendengar seruan untuk shalat ? ia menjawab, ‘Ya’, beliau berkata lagi, ‘Kalau begitu, penuhilah”. [Hadits Riwayat Muslim, kitab Al-Masajid 653]
Itu orang buta yang tidak ada penuntunnya, namun demikian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap memerintahkannya untuk shalat di masjid. Maka orang yang sehat dan dapat melihat tentu lebih wajib lagi. Maksudnya, bahwa diwajibkan atas setiap Mukmin untuk shalat di masjid dan tidak boleh meremehkannya dengan melaksanakan shalat di rumah jika masjidnya dekat.
Dalil lain tentang hal ini adalah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Artinya : Barangsiapa yang mendengar adzan lalu ia tidak memenuhinya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali karena udzur”. [Dikeluarkan oleh Ibnu Majah, kitab Al-Masajid 793, Ad-Daru Quthni 1/420,421 Ibnu Hibban 2064, Al-Hakim 1/246, dari Ibnu Abbas dengan isnad sesuai syarat Muslim]
Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu pernah ditanya tentang udzur ini, ia menjawab, “Takut atau sakit”

Pertanyaan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Ada seorang pemuda multazim, Alhamdulillah, namun ia sering kelelahan karena pekerjaannya sehingga ia tidak dapat melaksanakan shalat Shubuh pada waktunya karena sangat kelelahan dan kecapaian. Bagaimana hukumnya menurut Syaikh tentang orang yang kondisinya seperti itu, dan apa pula nasehat Syaikh untuknya ? Jazzkumullah khaiaran.
Jawaban.
Yang wajib baginya adalah meninggalkan pekerjaan yang menyebabkan menangguhkan shalat Shubuh, karena sebab musabab itu ada hukumnya, jika ia tahu bahwa apabila ia tidak terlalu keras bekerja tentu ia bisa melaksanakan shalat Shubuh pada waktunya, maka ia wajib untuk tidak memaksakan dirinya bekerja keras agar ia bisa shalat Shubuh pada waktunya bersama kaum muslimin.
[Dari Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin yang ditanda tanganinya]
[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Musthofa Aini, Penerbit Darul Haq]
=====
Saudaraku…
Ingatlah bahwa ulama berfatwa dengan ilmu dan berdasarkan dalil- dalil yang shahih…

Jika shalat subuh terlambat karena kelelahan bekerja maka ulama menganjurkan cari kerja yang lain atau jangan terlalu lelah kerjanya…

Lalu bagaimana orang yang meninggalkan shalat subuh karena lelah bergadang berbincang bincang yang tidak ada gunanya sampai larut malam?

Atau semalam sehabis merayakan malam tahun baru sehingga subuhnya hilang atau bagi yang laki-laki tidak berjamaah ke masjid?

Bagaimana suatu kewajiban ditinggalkan untuk suatu acara maksiat?
Allahu musta’an
Silahkan renungkan sendiri…

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
Akhukkum fillah

Abdurrahim Ayyub
□□□□□
=====
www.ibnuumar.sch.id
=====

bagikan ini

♢♡■MAKSIAT MALAM INI■♡■KATA HATI 124■♢■

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku yang kucintai karena Allah Ta’alaa…
Semoga Allah Ta’alaa selalu memberi rahmatNya kepada kita semua…aamiin

Mari selalu mendoakan kaum muslimin dan muslimat
Agar selalu dalam penjagaan Allah Ta’alaa

Saudaraku…
Selamatkanlah dirimu dan keluargamu dari api neraka…

Dengan mengenal jalan-jalannya…

Diantara jalan keneraka adalah maksiat….

Sayangilah dirimu…
Sayangilah anak-anakmu…
Sayangilah istrimu…
Sayangilah sanak saudaramu

Dengan menjaga diri dan keluarga dari perbuatan maksiat…

Saudaraku…
Diantara maksiat tahunan adalah memperingati malam tahun baru masehi…

Padahal Sudah banyak fatwa ulama tentang haramnya acara ini

Sudah dijelaskan haramnya meniru-niru kaum kafir yahudi, nasrani dan majusi dalam segala segi…

Diantaranya adalah…

-menyaingi perayaan yang sudah sah dalam islam yaitu Idul Adha dan Idul Fitri

-memasuki kegembiraan kedalam hati orang islam dengan sesuatu yang haram

-meniup terompet (meniru yahudi)

-turun di jalan bercampur laki dan perempuan

-suami istri berpelukan (maaf) berciuman di depan umum

-yang berpacaran mencari kesempatan untuk berduaan dalam rangka maksiat bahkan sampai perzinahan (padahal pacaran itu haram dalam islam)

-membelanjakan uang untuk membakar kembang api dan mercon ini adalah mubazir, zhalim dalam menggunakan uang

-membakar mercon, kembang api yang menggagu masyarakat yang sedang beristirahat, sakit dll

-saling mengucapkan kata “selamat tahun baru” ini tidak ada dalam ajaran islam

-mendatangi tempat-tempat tertentu dalam rangka memperingatinya seperti pantai, hotel, cottage dll

-membakar ikan, jagung dan bergadang tidak boleh untuk peringatan ini

-bahkan ada diantara kaum muslim bersemangat menyambutnya sampai meninggalkan shalat wajibnya

-minuman keras dan obat-obat terlarang menjadi pelengkap maksiat malam ini

-musikpun jadi pelengkap makasiat malam ini (ingat musik itu haram)

-bahkan ada anak-anak muda yang ugal-ugalan dengan motor atau mobil di malam ini

-mengganggu orang lain bahkan dapat membunuh dirinya dan mencelakakan orang lain

-peringatan ini membawa kepada seakan akan bolehnya “maksiat berjamaah” naudzubilllah mindzalik

-banyak lagi maksiat lainnya yang membahayakan keimanan dan akhlak orang islam dan orang beriman di malam ini yang tidak mungkin disebutkan satu persatu

Saudaraku yang kucintai karena Allah Ta’alaa

Ibda bi nafsika
Ibda bi ahlika

Mulailah dari dirimu sendiri
Mulailah dari keluargamu sendiri

Cegalah diri dan keluarga agar tidak bermaksiat terutama malam ini

-dengan  memastikan anak-anak anda berada di sisi anda atau tempat yang tidak ada hubungan dengan malam tahun baru

-jelaskan dengan baik dan ilmiyah bahwa peringatan ini haram

-gantikan rasa penasaran mereka dengan acara keluaga yang halal yang tidak ada hubungan dengan malam ini

Saudaraku…anda lebih bijak mensikapi keluarga anda dalam hal ini
Barakallahu fiikum…

Pada akhirnya jika masih ada anak atau keluarga yang masih memperingatinya walau penjelasan telah sampai kepada mereka maka ingatlah ayat di bawah ini yang artinya..

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki”.

[Al Qashash/28 : 56].

Saudaraku…
Nasehat terakhir untuk diriku dan keluargaku serta kaum muslim dan muslimat lainnya

Janganlah menghukumi saudara kita yang masih terjerumus dalam maksiat ini dengan kata-kata kekufuran dan lainnnya…

Biarlah ulama besar yang mumpuni ilmunya yang akan menjelaskan keadaan mereka

Kita hanya mengajak dengan ilmu dan dalil-dalil yang ulama besar telah jelaskan dengan sabar dan lemah lembut

Semoga Allah Ta’alaa memberi hidayah kepada kita semua kejalan yang lurus ke hidayah taufik dan mengampunkan dosa-dosa kaum muslim dan muslimat yang masih terjerumus dalam maksiat tahun baru yang lalu dan malam ini…aamiin

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
Akhukkum fillah

Abdurrahim Ayyub
□□□□□
=====
www.ibnuumar.sch.id
=====

bagikan ini

♢♡■ULAMA & WAKTU■♡■KATA HATI 123■♢■

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku yang kucintai karena Allah Ta’alaa…
Semoga Allah Ta’alaa selalu memberi rahmatNya kepada kita semua…aamiin

Mari selalu mendoakan kaum muslimin dan muslimat
Agar selalu dalam penjagaan Allah Ta’alaa

Saudaraku…masalah waktu telah banyak dibahas…janganlah bosan membacanya apalagi menyepelekannya… karena diri ini perlu nashehat…diri ini sangat perlu contoh… sesuai dengan hadits..di bawah ini…

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Nabi n bersabda:

“Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”.

[HR Bukhari, no. 5933]*1

Hadits menyebutkan dua nikmat yaitu kesehatan dan waktu luang…

Kita akan membahas masalah nikmat waktu dengan bentuk contoh-contoh dari sikap Ulama dalam memanfaatkan waktu luang mereka…

JEJAK SALAF DALAM MENGISI WAKTU

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata:

“Wahai, anak Adam. Engkau hanyalah hari-hari yang dikumpulkan. Setiap satu hari pergi, sebagian dirimu juga pergi”.
(Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2/382)

Kami akan sebutkan beberapa riwayat dari Salafush Shalih yang menunjukkan betapa fahamnya mereka terhadap kesempatan dan nilai waktu yang ada.

1. Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir Ath Thabari rahimahullah, pemilik tafsir yang sangat mashur, tafsir Ath Thabari. Beliau seorang yang sangat mengagumkan. Seandainya kertas-kertas yang telah beliau tulis dibagi pada umur beliau semenjak lahir, didapati bahwa beliau menulis setiap harinya 60 lembar atau lebih! Ini perkara yang sangat menakjubkan!

[Ma’alim Fi Thariq Thalabil ‘Ilmi, hlm. 88, karya Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad bin Abdullah As Sud-han].

2. Imam Nawawi rahimahullah juga mengagumkan. Umur beliau hanyalah sekitar 45 tahun, namun kitab-kitab karya beliau memenuhi perpustakaan-perpustakaan umat Islam sekitar 20 jilid. Padahal setiap harinya, beliau mengajar 12 mata pelajaran.

[Ma’alim Fi Thariq Thalabil ‘Ilmi, hlm. 88].

Di antara karya beliau adalah Syarah Shahih Muslim, Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, Tahdzibul Asma’ Wal Lughaat, Riyadhush Shalihin, Al Adzkar, dan lain-lain.

3. Imam Az Zuhri rahimahullah, seorang imam yang dikatakan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah : “Disepakati kebesaran dan keahliannya”, dahulu beliau biasa mendatangi nenek-nenek, kakek-kakek, anak-anak, gadis-gadis pingitan, anak kecil, orang tua, beliau bertanya kepada mereka, mencari (ilmu) dari mereka, sehingga memiliki ilmu yang besar.

[Ma’alim Fi Thariq Thalabil ‘Ilmi, hlm. 90].

4. Imam Al Anmathi rahimahullah, seorang ahli hadits Baghdad. Beliau menulis (menyalin) kitab Ath Thabaqat karya Ibnus Sa’ad dan kitab Tarikh Baghdad, dengan tangannya. Seandainya kita kumpulkan juz-juz kedua kitab itu, banyak di antara kita yang berat atau susah membawanya.

[Ma’alim Fi Thariq Thalabil ‘Ilmi, hlm. 91].

5. Imam Isma’il Al Jurjani rahimahullah. Beliau menulis 90 lembar setiap malam, dengan tulisan yang rapi. Beliau menulisnya pelan-pelan. Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkomentar: “Ini, beliau memungkinkan untuk menulis Shahih Muslim selama sepekan”.

[Ma’alim Fi Thariq Thalabil ‘Ilmi, hlm. 96]

Inilah sebagian amal para salafush shalih dalam mengisi waktunya. Mungkinkah kita mengikuti jejak kebaikan mereka?*2

Demikianlah para ulama yang mendapat hidayah taufik dalam memanfaatkan waktu luangnya…

Walaupun kita tidak dapat menggapai posisi yang mulia tersebut tetapi sekurang kurangya berusaha semaksimal mungkin untuk memanfaatkan waktu luang kepada yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat kita…aamiin

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
Akhukkum fillah

Abdurrahim Ayyub
□□□□□
Catatan: *1,2 Materi saya ringkas dari artikel “NIKMAT SEHAT DAN WAKTU LUANG” OlehUstadz Muslim Al Atsari ,almanhaj.
=====
www.ibnuumar.sch.id
=====

bagikan ini

♢♡■INDONESIA BERSYUKUR■♡■KATA HATI 122■♢■

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saudaraku yang kucintai karena Allah Ta’alaa…
Semoga Allah Ta’alaa selalu memberi rahmatNya kepada kita semua…aamiin

Mari selalu mendoakan kaum muslimin dan muslimat
Agar selalu dalam penjagaan Allah Ta’alaa

Saudaraku…Islam adalah agama yang sangat indah…
Ajarannya sesuai dengan fitrah…
Sesuai dengan hati yang bersih dari syirik dan penyimpangan…

Masyarakat Indonesia yang mayoritas Islam adalah salah satu bukti bahwa Islam itu mudah…
Umat Islam Indonesia terkenal ramah dan santun…

Bagi anda yang pernah hidup di luar negri akan merasakan bahwa masyarakat dunia mengakui kelembutan dan baiknya adab bangsa ini…

Mari kita jaga bersama keutuhan Negara Indonesia…

Berikan yang terbaik untuk agama dan negri ini…

Anda adalah “Pahlawan Bangsa” karena subangsih anda…walau tidak ada satupun orang yang menyematkan titel ini…

Karena dengan keimanan dan ketaqwaan anda, Allah Ta’alaa makmurkan negri ini…

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

Sekiranya penduduk negeri itu beriman dan bertakwa, pasti Kami akan limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.
[al-A’râf/7:96].

bagikan ini