Apple to Apple

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku semoga kita selalu diberi rahmat oleh Allah Ta’laa.

Sering dengar istilah di atas “apple to apple” artinya kalau membandingkan sesuatu harus yang sesuai dan seimbang. Misalkan dalam dunia pendidikan kita ambil contoh kemampuan anak lulusan pondok smp Islam yang ada tahfidz al Quran maka hasilnya berbeda beda…ada yang 30 juz atau 15 juz dll… perbandingan ini masih “apple to apple”…tetapi membandingkannya dengan smp umum negri dan yang ditinjau hafalan al qurannya maka perbandingan ini “apple to orange”.Artinya tidak tepat.Karena lulusan anak smp negri ada yang tidak bisa membaca Al Quran apalagi untuk menghafalkannya.

Allah Ta’ala dalam menjelaskan kepada hambaNya dalam Al Quran atau hadits menggunakan perbandingan.

Coba baca hadits ini dan praktekan jika ada kesempatan…

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : وَاللَّهِ مَا الدُّنْيَا فِى الآخِرَةِ إِلاَّ مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ – وَأَشَارَ يَحْيَى بِالسَّبَّابَةِ – فِى الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Demi Allâh, tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan seperti salah seorang dari kamu yang jari tangannya ini –perawi bernama Yahya menunjuk jari telunjuk- ke lautan, lalu hendaklah dia perhatikan apa yang didapat pada jari tangannya”. [HR Muslim, no. 2858].

Pelajaran dari hadits

1.Nabi Shalallahu alaihi wasallam mengajarkan tentang perbandingan kehidupan dunia dan akhirat.

2. Dengan memerintahkan kita untuk menyelupkan jari telunjuk ke lautan.(praktekan hadits ini jika sedang ke laut atau cukup di kolam saja)

3.Perhatikan apa yang ada pada telunjuk tersebut. Artinya air yang menempel di jari telunjuk yang membasahi kulit dan kuku atau mungkin menetes.

4.Lautan yang luas itu adalah kehidupan akhirat sedan air yang di jari telunjuk adalah kehidupan dunia.

Kesimpulan

1. Perbandingan diatas secara logika tidak “apple to apple”.

2. Karena sedikitnya air di telunjuk dan banyakya air di lautan.

Renungan

1.Sebahagian manusia mengejar air yang setetes dan meninggalkan air yang di lautan.

2.Bahkan rela mengorbankan/Melakukan apa saja untuk air yang setetes itu.

Pertanyannya Mengapa?

Karena air yang setetes itu (dunia) itu banyak keindahannya Allâh Azza wa Jalla berfirman :
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allâh-lah tempat kembali yang baik (surga).
[Ali-‘Imrân/3:14].

Rincian ayat keindahan dunia
1.Wanita-wanita(untuk wanita laki-laki)
2.Anak-anak.
3.Harta yang banyak, emas, perak,
4.Kendaraan, kuda, mobil dll
5.Hewan ternak, sampi, kerbau, kambing dll

Walau bagaimanapun lengkapnya kenikmatan kehidupan kita di dunia dengan perangkat yang telah disebutkan di atas maka tetap kehidupan itu hanya setetes dua tetes air laut dibanding lautan itu sendiri.

Inilah Lautan Luas.

1. Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ﴿٢٠﴾وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ﴿٢١﴾وَحُورٌ عِينٌ﴿٢٢﴾كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ﴿٢٣﴾جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan (di dalam surga terdapat) buah-buahan dari apa yang mereka pilih. Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan (di dunia).
[al-Waqi’ah/56:20-24].

2. Allah Azza wa Jalla berfirman:

. يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِنْ ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ ۖ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ ۖ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas dan gelas-gelas, dan di dalam surga itu terdapat segala apa (kenikmatan) yang diinginkan oleh hati dan sedap (dipandang) mata, dan kamu kekal di dalamnya. [az-Zukhruf/43:71].

3.Puncak kenikmatan adalah sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam

أَمَا إِنَّكُمْ سَتُعْرَضُوْنَ عَلَى رَبِّكُمْ فَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ

Ketahuilah, sesungguhnya kalian akan di hadapkan kepada Rabb kalian, maka kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini. [HR Muslim].

Semoga nasehat ini bermanfaat untuk diri dan keluarga juga untuk kaum muslimin dan muslimat.

Wallahu a’alam
===
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
Akhukum fillah

Abdurrahim Ayyub
===
Sekolah dan Pondok Tahfidz
Ibnu Umar
Ciputat-Pamulang-Cibodas
www.ibnuumar.sch.id

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*