Apakah Suami Mereka Marah Dengan Cara Berpakaian Istri2 Mereka?

ditulis oleh: Ustadz Abdurrahim Ayyub hafidzahullah (Penasihat Yayasan Ibnu Umar)

Bismillah

Belum lama ini saya dikunjungi mantu wanita, istri anak sulung saya. Dia orang Australia (Eropa) atau orang bule masuk Islam. Dia berkisah tentang awal masuk islamnya. Penyiksaan abangnya dan pembuangan keluarganya dst… sampai dia belajar Islam di Yaman dan alhamdulillah sekarang fasih berbahasa arab bicara, baca dan menulis.

Pada kunjungan pertamanya saya ajak ke pusat perbelanjaan karena ada keperluan.
Dia agak kaget, dia yang berpakaian hitam bercadar dan melihat kebanyakkan muslimah di Indonesia yang diharapkan pakaiannya lebih sempurna dari yang dia pakai malah sebaliknya.

Sehingga timbul beberapa pertanyaan darinya:
“Abah are they muslimah?”
“Do they have husbands (married)?”
“Are their husbands upset with what they are wearing?”

Banyak lagi pertanyaannya….
Dia bertanya :
“Abah apakah mereka muslimah?”
“Apakah mereka mempunyai suami (nikah) ?”
“Apakah suaminya marah dengan cara berpakaian mereka? ”

Saya tidak dapat menjawab semua pertanyaanya.
Saya mencoba menjelaskan bahwa mereka kebanyakan muslimah yang baik dan sopan. Mereka mencari nafkah untuk membantu suami dalam kehidupan. Kadang mereka terpaksa berpkaian seperti itu karena tuntutan kerja. Ada juga muslimah yang senang menebar pesona karena kedangakalan ilmu dan imannya atau bukan orang Islam.

Suaminya juga bermacam macam.
Ada yang marah tapi tak dapat berbuat apa-apa. Karena istrinya membatunya mencari nafkah.
Ada yang senang istrinya menampakan auratnya. Allahu Musta’aan semoga Allah ampuni dosa kita dan memberi hidayah kepada kita semua.
Ada yang belum mengetahui bahwa aurat wanita itu seluruh tubuhnya kecuali tangan dan wajah (ada yg berpendapat wajah juga aurat).

Insya Allah Ta’alaa dengan dakwah Sunnah yang semakin tersebar dan ramai. Dapat memberi perubahan bangsa Indonesia menuju masyarakat yang menerapkan nilai-nilai Islam.

Saudaramu yg selalu mengharapkan ampunan Rabbnya
Abdurrahim Ayyub
Ciputat

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*