Penanaman Nilai Karakter Islam Terutama Aqidah dan Akhlak dalam Soal Ujian

Segala puji bagi Allah. Kami memuji-Nya, minta tolong kepada-Nya, dan minta ampun kepada-Nya. Kami mohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan nafsu dan kejelekan perbuatan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada yang dapat menyesatkannya. Barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka tiada yang dapat memberi petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah I atas limpahan nikmat, rahmat, taufik, hidayah sehingga kita masih dalam Iman, Islam, Sunnah, dan sehat. Shalawat dan salam semoga tersampaikan kepada guru termulia di muka bumi, Rasulullah r, yang menghasilkan murid terbaik yaitu para sahabat, beserta keluarga beliau dan semua kaum muslimin yang mengikuti ajaranya dengan baik sampai hari kiamat.

Pembenahan aqidah/tauhid merupakan asas dasar agama Islam. Tidaklah berlebihan sebab syahadat Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah merupakan rukun Islam yang pertama. Dan para rasul pertama kali menyeru kaumnya untuk membenahi aqidah mereka. Sebab aqidah merupakan dasar pondasi seluruh amal ibadah dan perbuatan yang dilakukan. Pendidikan agama terutama tauhid adalah modal penting untuk memperbaiki generasi Islam. Jika pendidikan agama terutama tauhid berkualitas, sebuah bangsa akan memiliki SDM yang kokoh aqidahnya yang menancap kuat di hatinya yang akan berpengaruh bagi kehidupan dunia yang baik yang mengantarkan kepada kehidupan akhirat yang lebih baik lagi.

Guru adalah ujung tombak pendidikan yang berinteraksi langsung dengan generasi masa depan yang akan menghadapi kehidupan ini yang penuh tantangan (subhat dan syahwat) dan yang terutama adalah musuh yang nyata yaitu syaitan baik dari kalangan jin dan manusia. Di antara interaksi guru dan siswa pada kegiatan belajar mengajar adalah melalui metode mengajar, media belajar, sumber belajar, dan penilaian/evaluasi belajar siswa yang semuanya dilakukan oleh guru. Banyak interaksi guru dan siswa di sekolah terutama ketika KBM sehingga siswa banyak mendengar, melihat, dan mencontoh perilaku guru terutama pendidikan tingkat SD. SD adalah tahap perkembangan pembentukan karakter. Akan diarahkan kemana pembentukan karakter tergantung pendidikan yang diperolehnya, salah satu pendidikanya adalah didapat dari sekolah. Kita sebagai umat Islam maka karakter yang diinginkan untuk anak-anak kita adalah sesuai dengan al-Qur’an dan Sunnah berdasar pemahaman para shalafus shaleh.

Terlepas dari mau dibawa kemana kurikulum di Indonesia, guru tetap memberikan teladan yang baik kepada anak didiknya. Salah satu pendidikan karakter yang dapat dilakukan oleh seorang guru SD adalah melalui penilaian belajar siswa yaitu dari cara pembuatan soal untuk penilaian. Guru dalam membuat soal tidak hanya fokus pada materi yang akan dinilai saja tetapi desainlah soal tersebut memiliki nilai karakter Islam. Bagaimana agar soal tersebut memiliki nilai karakter Islam? Banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru. Di antaranya adalah gunakan nama-nama Islam (para nabi, para sahabat dan sahabiyah, tabi’in, tabiut tabi’in, para ulama, para orang shaleh), sisipi kata-kata yang mengingatkan (kepada Allah dan rasulNya, nikmat Allah, murka Allah, perintah dan larangan Allah dan rasulNya, surga dan neraka Allah), jika menggunakan kisah/cerita maka gunakan kisah/cerita dari al-Quran, Hadis shahih, cerita orang shaleh, contoh-contoh akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah r dan masih banyak lagi cara yang dapat dipakai oleh guru. Tentunya guru tersebut harus terus belajar ilmu agama, mengamalkan, menyampaikan ke orang lain, dan bersabar di dalamnya. Di bawah ini contoh sederhana soal yang menanamkan nilai karakter Islam.

 

 

 

 

UJI KOMPETENSI SEMESTER GANJIL

SDI PLUS TAHFIDZ IBNU UMAR

LEMBAR SOAL

Mata Pelajaran          :           Bhs. Indonesia

Kelas                          :           VI (Enam)

Hari/Tanggal/Bulan :           Senin/8/Desember 2014

Waktu                                    :           90 menit
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

 

Petunjuk :

1.      Berdoalah  kepada Allah I sebelum  mengerjakan  soal!

2.      Haram mencontek, ingat Allah I Maha Mengetahuai segala perkataan dan perbuatan kita!

3.      Periksalah dan bacalah soal-soal  dengan teliti sebelum menjawabnya!

4.      Dahulukan  soal-soal yang dianggap mudah!

5.      Bersyukur  kepada Allah Y setelah selesai  mengerjakan  soal!

<<<  SELAMAT BEKERJA  >>>

 

I.        PILIHAN GANDA (Bobot nilai @ 1)

 

1.             Banyak penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan barat bahwa permainan video game online sangat berdampak buruk bagi perkembangan anak. Di antara dampak negatif bermain games online pada anak:

Ø  Game online dapat menyebabkan waktu habis sia-sia tidak bermanfaat.(akan ditanya Allah I nanti di akhirat waktu di dunianya untuk apa, jika banyak untuk ibadah kepada Allah maka surga yang indah menantinya tetapi jika waktunya banyak untuk hal yang sia-sia/ tidak bermanfaat maka menyesal di akhirat tidak ada manfaatnya dan neraka yang sangat panas sebagai tempat kembali yang sangat buruk).

Ø  Game online yang berbau kekerasan dapat menyebabkan anak mengikuti suka berkelahi, berkata kasar dan tidak sopan.

Ø  Anak yang terus-menerus bermain game online dapat mengabaikan lingkungan sekelilingnya tidak peduli kepada orang lain (egois/individualis) maka hidupnya akan kesepian dan merana.

Ø  Prestasi belajar akan mengalami penurunan dan semangat dalam hidup tidak terarah.

Ø  Kesehatan akan buruk (tulang punggung akan bengkok, jari tangan akan mudah lelah karena sering dipaksa, mata yang akan cepat rusak)

Ø  Dapat menyebabkan ketegangan emosional antara orang tua dengan anak yang kecanduan game online (tanda anak durhaka).

 

Melihat dampak negatif yang ditimbulkan oleh game online pada anak, tentunya diperlukan  solusi untuk mengurangi bahkan menanggulangi dampak negatif tersebut. Orang tua dan pendidik perlu memberi perhatian dan menciptakan komunikasi yang baik antar orang tua dan anak karena tak jarang anak bermain game online karena merasa kesepian di rumah. Segera bertaubatlah dengan sungguh-sungguh dan jujur kepada Allah I selama Allah masih memberi kita banyak nikmat di antaranya tangan. Berdoalah kepada Allah agar dijaukan dari hal yang sia-sia/tidak bermanfaat untuk dunia dan akhirat. Semoga Allah Y menjauhkan kita dari hal yang tidak bermanfaat.

 

Berdasarkan bacaan di atas gagasan utama bacaan tersebut adalah …

A.      Bergame onlinelah maka akan bahagia.

B.      Keuntungan bermain game online.

C.     Dampak buruk pengaruh game online bagi perkembangan anak.

D.     Baik buruknya game online.

 

2.       Usman bermain sepak bola di tanah lapang.

Predikat kalimat di atas adalah … .

A.      bermain.

B.      sepak bola.

C.     tanah lapang.

D.     bermain sepak bola.

 

3.       Sumayyah membaca kitab tafsir Ibnu Kasir.

Kalimat di atas berpola … .

A.      SP

B.      SPO

C.     SPK

D.     SSPOK

 

4.       Anas menyelesaikan ketikannya dengan komputer.

Kalimat di atas diperluas dengan keterangan

A.      kesertaan.

B.      cara.

C.     kesalingan.

D.     alat.

 

Bacaan untuk soal 5, 6, 7, 8, dan 9.

 

Nama beliau adalah Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh al-Albani. Dilahirkan pada tahun 1333 H di kota Ashqodar ibu kota Albania yang lampau. Beliau dibesarkan di tengah keluarga yang tak berpunya, lantaran kecintaan terhadap ilmu dan ahli ilmu. Ayah al Albani yaitu Al Haj Nuh adalah lulusan lembaga pendidikan ilmu-ilmu syari`at di ibukota negara dinasti Utsmaniyah (kini Istambul), yang ketika Raja Ahmad Zagho naik tahta di Albania dan mengubah sistem pemerintahan menjadi pemerintah sekuler, maka Syeikh Nuh amat mengkhawatirkan dirinya dan diri keluarganya. Akhirnya beliau memutuskan untuk berhijrah ke Syam dalam rangka menyelamatkan agamanya dan karena takut terkena fitnah. Beliau sekeluargapun menuju Damaskus.

Setiba di Damaskus, Syeikh al-Albani kecil mulai aktif mempelajari bahasa arab. Beliau masuk sekolah pada madrasah yang dikelola oleh Jum`iyah al-Is`af al-Khairiyah. Beliau terus belajar di sekolah tersebut tersebut hingga kelas terakhir tingkat Ibtida`iyah. Selanjutnya beliau meneruskan belajarnya langsung kepada para Syeikh.

Beliau mempelajari al-Qur`an dari ayahnya sampai selesai, disamping itu mempelajari pula sebagian fiqih madzab Hanafi dari ayahnya.

Syeikh al-Albani juga mempelajari keterampilan memperbaiki jam dari ayahnya sampai mahir betul, sehingga beliau menjadi seorang ahli yang mahsyur. Ketrampilan ini kemudian menjadi salah satu mata pencahariannya.

(ahlulhadits.wordpress.com)

 

 

5.       Bacaan di atas menceritakan seseorang

yaitu ….

A.      Syeikh Muhammad Nashiruddin al-Albani

B.      Syeikh Al Haj Nuh

C.     Syeikh Ahmad Zagho

D.     Syeikh Jum`iyah al-Is`af al-Khairiyah

 

6.       Kenapa Syeikh Nuh amat mengkhawatirkan dirinya dan diri keluarganya?

A.      karena takut miskin

B.      karena khawatir tidak bisa belajar agama

C.     karena negara Albania mengubah sistem pemerintahan menjadi pemerintah sekuler

D.     karena takut dibunuh

 

7.       Apa yang membuat Syeikh Al Haj Nuh memutuskan untuk berhijrah ke Syam?

A.      dengan sebab untuk meningkatkan kehidupan

B.      untuk meneruskan belajarnya langsung kepada para Syeikh

C.     agar Syeikh al-Albani bisa mempelajari bahasa arab dan masuk madrasah

D.     dalam rangka menyelamatkan agama dan karena takut terkena fitnah

 

8.       Apa yang dipelajari selain ilmu agama oleh Syeikh Muhammad Nashiruddin al-Albani?

A.      mempelajari al-Qur’an

B.      belajar bahasa Arab

C.     mempelajari fikih

D.     belajar keterampilan memperbaiki jam

 

9.       Yang bukan pelajaran yang dapat diambil dari bacaan di atas adalah … .

A.      cintailah ilmu (agama) dan ahli ilmu (agama)

B.      khawatirkanlah rusaknya agama daripada harta benda

C.     bersemangatlah dalam menuntut ilmu agama

D.     belajar ilmu agama saja tidak perlu ilmu dunia

 

10.   M. Abdullah di Yogyakarta akan mengirim uang sebesar Rp 775.000,00 kepada Zakaria di Jakarta dengan weselpos.

Berikut ini weselpos yang telah diisi oleh M. Abdullah

M. Abdullah

Tanda panah pada weselpos tersebut diisikan nama…

A.      M. Abdullah.

B.      pegawai pos.

C.     Zakaria.

D.     M. Abdullah dan pegawai pos.

 

11.   Penulisan tanda koma yang tepat terdapat pada kalimat…

A.      Petani menanami sawahnya dengan padi, dan palawija.

B.      Ibu memasak sup di dapur dan ayah, sedang membimbing adik membaca

al Qur’an.

C.     Meskipun sakit, Aslam tetap pergi ke sekolah.

D.     Arman naik kelas, karena ia rajin belajar.

 

12.   (1) Pendidikan agama terutama tauhid adalah modal penting untuk memperbaiki generasi Islam. (2) Jika pendidikan agama berkualitas, sebuah bangsa akan memiliki SDM yang kokoh aqidahnya yang menancap kuat di hatinya. (3) Namun sayangnya, dunia pendidikan agama di Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan. (4) Wilayah kecamatan cilandak contohnya.

 

Kalimat yang seharusnya terdapat penulisan hurup kapital yang  tepat terdapat pada…

A.      kalimat nomor 1.

B.      kalimat nomor 2.

C.     kalimat nomor 3.

D.     kalimat nomor 4.

 

13.   Suku kata pahlawan adalah

A.         pah-lawan.

B.         pa-hla-wan

C.         pah-la-wan.

D.         pah-law-an.

 

14.   Kalimat yang mengandung kata kiasan/konotasi adalah … .

A.      Aminah mengidap penyakit paru-paru.

B.      Tangan kanan Usman patah.

C.     Hutan merupakan paru-paru dunia.

D.     Muka orang itu ditutup kain.

 

15.   (1) Anggota D.P.R. sedang dilantik.

(2) Para siswa SMA sedang berlatih pramuka.

(3) Kol. Khalid sedang memberikan pengarahan.

(4) WHO adalah badan kesehatan dunia.

 

Tanda titik yang salah terdapat pada kalimat nomor … .

A.     1

B.     2

C.    3

D.    4

 

16.   Penulisan tanda garis miring yang tidak tepat terdapat pada kalimat…

A.      Ia diangkat menjadi guru berdasarkan SK No.32/UIN/IX/2011.

B.      Kajian ilmiah bersama ustadz Abdul Hakim berlangsung mulai pukul 10.00/15.00.

C.     Siswa/siswi dilarang masuk.

D.     Harga kitab Tafsir Ibnu Kasir adalah Rp 100.000/jilid

 

17.   … harga kitab Riyadus Shalihin satu jilid?

Kata tanya yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah … .

A.      Berapa

B.      Mengapa

C.     Bagaimana

D.     Siapa.

 

18.            Pembenahan aqidah merupakan asas dasar Dienul Islam. Tidaklah berlebihan sebab syahadat Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah merupakan rukun Islam yang pertama. Dan para rasul pertama kali menyeru kaumnya untuk membenahi aqidah mereka. Sebab aqidah merupakan dasar pondasi seluruh amal ibadah dan perbuatan yang dilakukan. Tanpa pembenahan aqidah amal menjadi tiada berguna. Allah Subhnahahu wa Ta’ala berfirman, “Artinya : Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolongpun” [Al-Maidah : 72]

 

Pokok utama paragraf  di atas adalah … .

A.      Pembenahan aqidah merupakan asas dasar Islam.

B.      Syahadat Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah adalah rukun Islam yang pertama.

C.     Aqidah tidak ada hubungannya dengan amal.

D.     Aqidah yang benar mengantarkan ke neraka.

 

19.            Sesungguhnya antara akhlak dengan ‘aqidah terdapat hubungan yang sangat kuat sekali. Karena akhlak yang baik sebagai bukti dari keimanan dan akhlak yang buruk sebagai bukti atas lemahnya iman, semakin sempurna akhlak seorang Muslim berarti semakin kuat imannya.

 

Informasi yang tidak sesuai dengan paragraf di atas adalah … .

A.      Terdapat hubungan yang sangat kuat sekali antara aqidah dan akhlak.

B.      Iman yang kuat ditandai dengan sempurnanya akhlak seseorang.

C.     Akhlak yang buruk sebagai bukti atas lemahnya iman seseorang.

D.     Dusta, pemarah, dan jail adalah akhlak yang buruk.

 

20.          Imam Abu Hatim Ibnu Hibban Al-Busti berkata dalam kitabnya Raudhah Al-‘Uqala wa Nazhah Al-Fudhala hal. 45, “Orang yang berakal selayaknya lebih banyak diam daripada bicara. Hal itu karena betapa banyak orang yang menyesal karena bicara, dan sedikit yang menyesal karena diam. Orang yang paling celaka dan paling besar mendapat bagian musibah adalah orang yang lisannya senantiasa berbicara, sedangkan pikirannya tidak mau jalan”.

 

Pesan yang dapat diambil dari paragraf di atas adalah … .

A.      Banyanklah tidak bicara

B.      Banyaklah tidak diam

C.     Banyaklah tidak berpikir

D.     Banyaklah tidak menyesal

 

21.   Penulisan yang benar di bawah ini  adalah

A.         Jalan Salam I / 82.

B.         Jalan. Nusa Dua, II / 60

C.         Katanya :  “mau kemana, Bu?”

D.         Ali : “Ya, Saya yang memecahkannya.”

 

22.    Penggunaan tanda titik dua (:) pada kalimat yang salah adalah … .

A.      Kita wajib mempelajari imu agama: al-Qur’an, tauhid, akhlak, fiqih, dan hadis.

B.      Kitab Riyadus Shalihin, Bab 3: Sabar.

C.     Khatib : Ustad Abu Abdillah

D.     Akhlak mulia di antaranya adalah: jujur, sabar, pemaaf, dan menjaga lisan.

 

23.    Di bawah ini kata kerja transitif adalah … .

A.      Membaca

B.      Menghafal

C.     Menulis

D.     Memutih

 

24.   Yang merupakan kalimat taktransitif adalah … .

A.      Ali mempelajari bahasa arab.

B.      Yazid menahan marah.

C.     Yusuf mengucapkan yang sebenarnya.

D.     Ghaly meminta maaf atas kesalahanya.

 

25.    Kalimat di bawah ini yang memiliki makna antonim adalah … .

A.      Kuatkanlah tauhid dan jauhilah syrik.

B.      Jika ingin mengetahui dan mengamalkan sunnah Rasulullah r.maka pelajarilah hadis.

C.     Pelajarilah bahasa arab karena itu adalah bahasa al-Qur’an dan al-Hadis.

D.     Adab-adab yang baik adalah cerminan akhlak mulia.

 

26.   Ilmu termasuk harta yang tidak akan pernah habis.

Kalimat yang bersinonim dengan kalimat tersebut adalah

A.        ilmu itu bersifat sementara.

B.        ilmu itu bersifat abadi.

C.       ilmu itu bersifat duniawi.

D.       ilmu itu adalah sumber rezeki.

 

27.    Hadirilah Tablig Akbar bersama ulama Arab Saudi di Masjid Al Barkahl!

Jenis kalimat di atas adalah … .

A.      kalimat larangan.

B.      kalimat permintaan.

C.     kalimat ajakan.

D.     kalimat sindiran.

 

28.   Mengirim … harus disertai …

Kata yang tepat untuk menyempurnakan kalimat di atas adalah…

A.      surat dan prangko.

B.      kartu pos dan meterai.

C.     surat dan uang.

D.     uang dan surat.

 

29.   Sebelum … dimulai, Ustad Abu Yahya, koordinator tahfidz SD IBNU UMAR, serius melatih para santri memurajaah hafalan Alquran untuk kesiapan lomba.

 

Kata yang tepat untuk melengkapi teks di atas adalah…

A.      kompetisi.

B.      kompilasi.

C.     solusi.

D.     sensasi.

 

30.   Bacalah puisi berikut!

Engkau mengayuh sepanjang jalan

Tak takut panas maupun hujan

Kaumengantar hingga tujuan

Miskin dan kaya tak mau kaubedakan

 

Tema yang tepat untuk puisi di atas adalah

sopir.
pak kusir.
pedagang asongan.
tukang pos.
Teks puisi untuk soal nomor 31, 32, 33, dan 34.

Bacalah!

Ya Allah

Hamba-Mu lalai sejak muda

Hamba biarkan segala ilmu agama

Biarkan waktu begitu saja

Kini hidup tak punya makna

Hamba-Mu makhluk yang hina

Ampunkan hamba

Tanpa Rahmat-Mu, hamba merana

Sepanjang masa

Terimalah … hamba

 

31.   Kata yang tepat untuk melengkapi titik-titik pada puisi di atas adalah…

A.      nasihat.

B.      pemberian.

C.     taubat.

D.     hadiah.

 

32.   Tema puisi di atas adalah…

A.      penyesalan seseorang di usia tua.

B.      sewaktu muda ia rajin dan setelah tua ia bertobat.

C.     jika sudah terdesak, memintalah hanya kepada Allah.

D.     orang yang bertobat di usia muda.

 

33.   Berapa bait pada puisi di atas?

 

A.      10

B.      7

C.     5

D.     3

 

34.   Parafrasa yang tepat dari bait pertama puisi di atas adalah…

A.      Seandainya saya dulu belajar ilmu agama, saya tentu tidak seperti sekarang. Saya telah menyia-nyiakan waktu saya.

B.      Dulu sewaktu muda, saya tidak belajar ilmu agama dan tidak membiarkan waktu saya berlalu begitu saja.

C.     Hamba-Mu lalai sejak muda. Hamba biarkan segala belajar ilmu agama. Hamba biarkan waktu begitu saja.

D.     Ya Allah, saya telah lalai sewaktu masih muda, malas belajar ilmu agama, dan menyia-nyiakan waktu saya.

 

35.   Yang bukan ciri-ciri puisi adalah…

A.      memiliki rima.

B.      ditulis dalam bentuk paragraf.

C.     bahasanya konotatif.

D.     ditulis dalam bentuk bait-bait.

 

ISIAN (Bobot nilai @ 2)
Bacaan untuk  soal nomor 1, 2, 3, 4, dan 5

 

Bocah dan Sekantong Paku

 

Di sebuah kota yang modern dengan teknologi canggih tinggallah sebuah keluarga di rumah yang sederhana. Keluarga tersebut terdapat anak yang bernama Abdul. Ia  adalah bocah yang sulit diatur, dikarenakan suka main permaianan di internet akibatnya dia memiliki sikap tidak peduli perasaan orang lain, sifat yang gampang marah dan keras kepala, menjadikannya sering bertengkar dan berkata kasar kepada orang lain.

Sutau ketika, ayahnya memanggilnya lalu memberikan sekantong paku kepadanya, “Ya bunayya, jika tiap kali kau bertengkar atau berkata kasar kepada siapa pun, tancapkan sebatang paku ini di pagar depan rumah kita ” kata ayahnya.

Di hari pertama, Abdul menancapkan sebanyak 32 batang paku di pagar depan rumah dan setelah seminggu berlalu, ia demikian terkejut melihat banyaknya paku-paku yang tertancap di pagar depan rumahnya. Ia pun memutuskan untuk lebih mengendalikan dirinya dan mengurangi jumlah paku yang harus dia tancapkan tiap hari.Ternyata benar, ia berhasil mengurangi jumlah paku yang harus ditancapkannya tiap hari dan saat itulah ia mulai sadar bagaimana cara mengendalikan diri. Baginya, hal tersebut lebih mudah dari pada harus menancapkan paku di pagar depan rumahnya setiap hari.

Demikian Si Abdul melalui hari-hari berikutnya hingga tibalah suatu hari dimana ia tidak lagi menancapkan sebatang paku pun di pagar! Ketika itulah Abdul melapor kepada Ayahnya, dan mengatakan bahwa ia tidak perlu lagi menancapkan sebatang paku pun. Sang Ayah pun berkata kepadanya, “Hmm… baiklah, sekarang cabutlah sebatang paku setiap harinya, jika kamu berhasil melewati hari itu tanpa berkata kasar atau bertengkar dengan siapa pun.”

Hari demi hari berlalu cukup lama hingga akhirnya Abdul berhasil mencabut seluruh paku tersebut. Ia pun melapor kepada ayahnya bahwa seluruh paku di pagar telah dicabutnya kembali. Maka Sang ayah mengajaknya ke pagar sembari berkata: “Hmm, bagus bagus… kerjaanmu cukup baik tetapi coba perhatikan lubang-lubang bekas paku yang kau tancapkan di pagar, ia takkan kembali seperti sedia kala!

“Wahai bunayya tahanlah marah, ucapkan perkataan yang baik dan jika tidak bisa maka diamlah. Bukankah Allah I berfirman: “Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”(QS. Al-Israa: 53)

 

Apakah tema cerita di atas!
Siapa tokoh cerita di atas!
Bagaimana watak Abu Ibrahim?
Di mana latar cerita di atas?
Apa amanat cerita di atas?
Bacaan untuk soal  nomor 6, 7, 8, 9, 10

 

Aqidah yang Kokoh di Hati

 

Inilah al-Faruq, Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhu! Ketika memilih putri wanita penjual susu sebagai istri bagi anaknya, Ashim, dia tidak mempertimbangkan keturunan ataupun nasab sedikit pun, dan tidak pula harta maupun kedudukan. Melainkan pertimbangannya satu-satunya adalah apa yang diperlihatkan oleh gadis baik itu, berupa iman kepada Allah dan selalu merasa diawasi olehNya, ketika sendiri dan ketika di mata umum, serta keyakinan bahwa tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah ‘Azza wa Jalla, hingga ia mencapai tingkatan ihsan dalam ibadahnya -padahal dia adalah gadis yang kondisinya menyedihkan, miskin kedudukan dan harta-, di mana dia beribadah kepada Allah seolah-olah melihatNya, dan kendati pun dia tidak melihatNya, maka Dia melihatnya.

Suatu malam, al-Faruq radhiallahu ‘anhu memeriksa kondisi rakyat. Tiba-tiba, ia mendengar suara seorang wanita berkata kepada putrinya, “Campurlah susu itu dengan air.” Gadis itu menjawabnya, “Wahai ibuku! Tidakkah engkau mengetahui apa yang ditekankan Amirul Mukminin?”.

Wanita itu berkata, “Apa yang ditekankan olehnya, wahai putriku?”. Dia berkata, “Dia memerintahkan penyerunya untuk berseru, ‘Jangan (mencampur) susu dengan air’.” Wanita itu berkata, “Campurlah susu itu dengan air, lalu campurlah ia dengan air, sesungguhnya kamu berada di sebuah tempat yang kamu tidak akan dilihat oleh Umar, dan tidak pula penyeru Umar.” Dengan tangkas gadis itu menyanggah, “Wahai ibuku! Jika Umar tidak tahu, maka sungguh, Rabb Umar mengetahui. Demi Allah! Aku tidak akan menaatiNya di depan umum lalu mendurhakaiNya di kala sendiri.”

Pagi harinya, Umar radhiallahu ‘anhu berkata kepada putranya, Ashim, “Pergilah ke tempat ini, sesungguhnya di sana terdapat seorang gadis. Jika ia tidak sibuk, nikahilah dia. Semoga Allah menganugerahimu kelembutan yang diberkahi darinya.” Tepat sekali firasat al-Faruq radhiallahu ‘anhu. Ashim menikahi gadis itu dan memberinya anak, Ummu Ashim, yang kemudian dinikahi oleh Abdul Aziz bin Marwan dan memberinya anak, Umar bin Abdul Aziz, sang pemimpin yang adil, semoga Allah Ta’ala merahmati dan meridhainya.

 

Sumber:

“90 Kisah Malam Pertama”, Abdul Muththalib Hamd Utsman,Pustaka Darul Haq

 

Tentukan antonim dari kata di bawah ini!
a.       Adil   X …

b.       Pagi  X …

 

Tentukan sinonim dari kata di bawah ini!
a.       Tingkatan = …

b.       Kondisi     = …

 

Carilah satu kata yang berimbuhan me- yang merupakan kata kerja transitif pada cerita di atas?
Buatlah satu kalimat dari kata memutih!
”Dengan tangkas gadis itu menyanggah, “Wahai ibuku! Jika Umar tidak tahu, maka sungguh, Rabb Umar mengetahui”.
Berikanlah tanggapanmu mengenai jawaban anak gadis kepada ibunya itu!

 

URAIAN (Bobot nilai @ 3)
1.       Surat Dari Ibu Yang Terkoyak Hatinya

Anaku….

Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.

Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.

Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.

Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu. Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.

Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah ibumu ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit saja untuk melihat anakku.

Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar sering melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku. Ibu semakin susah melakukan gerakan.

Anakku…

Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima kasih kepadanya. Sementara Ibu telah sekian lama berbuat baik kepada dirimu. Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu ? Apakah engkau sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu ? Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu ? Baiklah, anggap Ibu sebagai pembantu, mana upah Ibu selama ini ?

Anakku..

Ibu hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan luluh untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan ? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Dzat yang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat. Ibu tidak akan sampai hati melakukannya,

Anakku…

Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya diriku.

Anakku…

Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan berasal dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di sisi Allah, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.

 

Anakku..

Takutlah engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah air mataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika engkau ingin merobek-robek surat ini. Ketahuilah, “Barangsiapa beramal shalih maka itu buat dirinya sendiri. Dan orang yang berbuat jelek, maka itu (juga) menjadi tanggungannya sendiri”.

Anakku…

Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang sangat menegangkan. Ibu merasa dalam  kondisi hidup atau mati. Darah persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui. Ingatlah belaian sayag dan kelelahan Ibu saat engkau sakit. Ingatlah ….. Ingatlah…. Karena itu, Allah menegaskan dengan wasiat : “Wahai, Rabbku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil”.

Anakku…

Allah I berfirman: “Dan dalam kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal” [QS. Yusuf : 111]

Pandanglah masa teladan dalam Islam, masa Rasulullah r masih hidup, supaya engkau memperoleh potret bakti anak kepada orang tua.

 

Tuliskan pesan yang dapat  diambil dari surat di atas!

 

2.            Diceritakan ada lelaki yang sangat durhaka kepada sang ayah sampai tega menyeret ayahnya ke pintu depan untuk mengusirnya dari rumah. Sang ayah ini dikarunia anak yang lebih durhaka darinya. Anak itu menyeret bapaknya sampai kejalanan untuk mengusirnya dari rumahnya. Maka sang bapak berkata : “Cukup… Dulu aku hanya menyeret ayahku sampai pintu depan”. Sang anak menimpali : “Itulah balasanmu. Adapun tembahan ini sebagai sedekah dariku!”.

Kisah pedih lainnya, seorang Ibu yang mengisahkan kesedihannya : “Suatu hari istri anakku meminta suaminya (anakku) agar menempatkanku di ruangan yang terpisah, berada di luar rumah. Tanpa ragu-ragu, anakku menyetujuinya. Saat musim dingin yang sangat menusuk, aku berusaha masuk ke dalam rumah, tapi pintu-pintu terkunci rapat. Rasa dingin pun menusuk tubuhku. Kondisiku semakin buruk. Anakku ingin membawaku kesuatu tempat. Perkiraanku ke rumah sakit, tetapi ternyata ia mencampakkanku ke panti jompo. Dan setelah itu tidak pernah lagu menemuiku”

 

Tuliskan kritikanmu terhadap peristiwa di atas!

 

3.           Zainal Abidin, adalah seorang yang terkenal baktinya kepada ibu. Orang-orang keheranan kepadanya (dan berkata) : “Engkau adalah orang yang paling berbakti kepada ibu. Mengapa kami tidak pernah melihatmu makan berdua dengannya dalam satu talam”? Ia menjawab,”Aku khawatir tanganku mengambil sesuatu yang dilirik matanya, sehingga aku durhaka kepadanya”.

 

Tuliskan pujianmu terhadap keadaan di atas!

 

4.             Perbuatan mengolok-olok Allah atau RasulNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau KitabNya atau agamaNya, walaupun dengan bercanda dan sekalipun sekedar untuk membuat orang lain tertawa, sesungguhnya perbuatan ini merupakan kekufuran dan kemunafikan. Perbuatan ini seperti yang pernah terjadi pada masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu mereka yang mengatakan, “Kami belum pernah melihat para pembaca (Al-Qur’an) kami yang lebih buncit perutnya, lebih berdusta lisannya dan pengecut saat berhadapan dengan musuh”. Maksudnya adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Lalu turunlah ayat tentang mereka.

“Artinya : Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja” [At-Taubah : 65]

Karena itu mereka datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan, “Sesungguhnya kami membicarakan hal itu ketika kami dalam perjalanan, dengan tujuan untuk menghilangkan payahnya perjalanan”. Namun Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada mereka sebagaimana yang diperintahkan Allah.

“Artinya : Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok ?’. Tidak usah kami minta maaf karena kamu kafir sesudah beriman” [At-Taubah : 65-66].

Jadi, segi Rububiyah, kerasulan, wahyu dan agama adalah segi yang terhormat, tidak boleh seorangpun bermain-main dengan itu, tidak untuk olok-olok, membuat orang lain tertawa ataupun menghina. Barangsiapa yang melakukannya berarti ia telah kafir, karena perbuatannya itu menunjukkan penghinaan terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala , para rasulNya, kitab-kitabNya dan syariat-syariatNya. Dari itu, barangsiapa melakukan perbuatan tersebut, hendaknya bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas apa yang telah diperbuatnya, karena perbuatan ini termasuk kemunafikan, dari itu hendaknya ia bertaubat kepada Allah, memohon ampunan dan memperbaiki perbuatannya serta menumbuhkan di dalam hatinya rasa takut terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala ,  pengagungan terhadapNya, rasa takut dan cinta terhadapNya. Hanya Allah-lah yang kuasa memberi hidayah.

 

Sumber:

[Majmu Fatawa wa Rasa’il Ibnu Utsaimin, Juz 2, hal.156]

 

Tuliskan informasi (ilmu) yang ada di fatwa ulama di atas!

 

5.              Banyak di antara kita yang telah menghafal al-Qur’an dan mempelajari kandungannya serta belajar sunnah-sunnah Rasulullah r masih belum juga terlihat perilakunya yang baik dari buah ilmu tersebut. Lihat pada diri kita masing-masing (terutama kita sebagai thalabul ilmi) apakah kita termasuk salah satunya? Seharusnya kita yang telah diberi hidayah oleh Allah I dapat mengetahui ilmu dari kitabullah dan petunjuk Rasulullah r sesuai pemahaman para sahabat harusnya lebih baik akhlaknya dari saudara-saudara kita yang belum menggapai hidayah dari Allah r.

 

Tuliskanlah tanggapanmu mengenai hal di atas!

 

{  ALHAMDULILLAH }

 

Wallahu a’lam bish shawab. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi penulis dan teman-teman yang berkecimpung di dunia pendidikan generasi umat. Apa yang benar datangnya dari Allah I dan yang salah datangnya dari saya pribadi dan dari syaitan. Mudah-mudahan kita tetap ditunjuki Allah I ke jalan yang benar, mengikuti Al Qur`an dan Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih sehingga menjadi manusia sukses yang hakiki. Semoga kita ditolong Allah Y dalam mengikhlaskan niat dalam mendidik generasi umat dan dimudahkan dalam mendidik generasi ini sesuai ajaran Rasulullah r sehingga menjadi amal shaleh untuk mengharap ridha Allah I dan dapat mencetak generasi shaleh untuk kejayaan Islam yang gemilang.

Washallahu’ala Nabiyyina Muhammadin Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

 

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*