Monthly Archives: July 2017

Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Ankabuut 61-65

AL-ANKABUUT : 61-

وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ

TERJEMAH :

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).

TAFSIR :

Bila kamu (wahai Rasul) bertanya kepada orang-orang musyrikin : Siapa yang menciptakan langit dan bumi dengan tatanan yang sedemikian canggih, dan siapa pula yang menundukkan matahari dan rembulan?? Niscaya mereka akan menjawab : Hanya Allah saja yang menciptakan mereka. Lalu bagaimana mereka bisa dipalingkan dari iman kepada Allah, Pencipta segala sesuatu sekaligus pengaturnya dan justru menyembah yang lain bersama-Nya?? Benar-benar kebohongan dan kedustaan yang mengherankan.

bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Ankabuut 56-60

AL-ANKABUUT : 56-

يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ أَرْضِي وَاسِعَةٌ فَإِيَّايَ فَاعْبُدُونِ

TERJEMAH :

Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja.

TAFSIR :

Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bila kalian dalam kesempitan sehingga tidak kuasa menampakkan iman dan ibadah kepada Allah semata, maka berhijrahlah ke bumi Allah yang lapang. Ikhlaskanlah ibadah hanya kepada-Ku saja.

bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Ankabuut 51-55

AL-ANKABUUT : 51-

أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَى عَلَيْهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَى لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

TERJEMAH :

Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Qur’an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.

TAFSIR :

Apakah tidak cukup bagi orang-orang musyrikin tersebut dalam pengetahuan mereka tentang kebenaranmu (wahai Rasul), bahwa Kami menurunkan al-Qur’an kepadamu yang dibacakan kepada mereka?? Sesungguhnya di dalam al-Qur’an ini benar-benar terdapat rahmat Allah bagi orang-orang Mukmin di dunia dan di akhirat, sekaligus peringatan di mana mereka mengingat pelajaran dan nasihat di dalamnya.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir, Ibnu Abu Hatim dan ad-Darimi dalam musnadnya meriwayatkan dari jalan Amru bin Dinar dari Yahya bin Ja’dah berkata : Beberapa orang dari kaum muslimin hadir membawa beberapa kitab, mereka menulis apa yang mereka dengar dari orang-orang Yahudi, maka Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda : Cukuplah kesesatan bagi suatu kaum jika mereka membenci apa yang dibawa oleh nabi mereka dengan melongok kepada apa yang dibawa oleh nabi yang lain kepada kaum yang lain.  Maka turun ayat 51 ini.

bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Ankabuut 46-50

AL-ANKABUUT : 46-

وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ وَقُولُوا آمَنَّا بِالَّذِي أُنزِلَ إِلَيْنَا وَأُنزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَهُنَا وَإِلَهُكُمْ وَاحِدٌ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

TERJEMAH :

Dan janganlah kamu berdebat denganAhli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka [1155], dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”.

[1155] Yang dimaksud dengan “orang-orang yang zalim” ialah: orang-orang yang setelah diberikan kepadanya keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dengan cara yang paling baik, mereka tetap membantah dan membangkang dan tetap menyatakan permusuhan.

TAFSIR :

Janganlah kalian wahai orang-orang Mukmin mendebat orang-orang Yahudi dan Nasrani kecuali dengan cara yang baik, perkataan yang lembut dan berdakwah kepada kebenaran dengan jalan paling mudah yang bisa menyampaikan kepada tujuan tersebut. Kecuali orang-orang yang menyimpang dari jalan kebenaran, menentang dan menyombongkan diri dan mereka mengumumkan perang terhadap kalian. Maka lawanlah mereka dengan pedang sehingga mereka beriman, atau membayar jizyah dengan tangan mereka sedangkan mereka dalam keadaan hina. Katakanlah : Kami beriman kepada al-Qur’an yang diturunkan kepada kami. Kami juga beriman kepada Taurat dan Injil yang telah diturunkan kepada kalian. Sembahan kami dan sembahan kalian adalah satu, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam Uluhiyah, Rububiyah dan Asma dan sifat-Nya. Hanya kepada-Nya kami tunduk dan merendahkan diri dengan ketaatan dalam apa yang Dia perintahkan kepada kami, dan apa yang Dia larang dari kami.

bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Ankabuut 41-45

AL-ANKABUUT : 41-

مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاء كَمَثَلِ الْعَنكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

TERJEMAH :

Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.

TAFSIR :

Perumpamaan orang-orang yang menjadikan berhala-berhala sebagai penolong selain Allah di mana mereka mengharapkan pertolongannya, adalah seperti laba-laba yang membangun rumah untuk melindungi dirinya, tetapi rumah tersebut malah tidak berguna apapun baginya saat dia membutuhkannya. Demikian halnya dengan orang-orang musyrikin, para penolong yang mereka angkat selain Allah tidak membantu mereka sedikit pun. Sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba. Sekiranya mereka mengetahui hal itu, niscaya mereka tidak akan menjadikan berhala-berhala itu sebagai penolong. Sebab mereka tidak menghadirkan manfaat dan tidak pula mudarat.

bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Ankabuut 36-40

AL-ANKABUUT : 36-

وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَارْجُوا الْيَوْمَ الْآخِرَ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

TERJEMAH :

Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan, saudara mereka Syu’aib, maka ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan”.

TAFSIR :

Dan Kami mengutus ke negeri Madyan saudara mereka Syu’aib. Maka dia berkata kepada mereka : Wahai kaumku, sembahlah Allah semata, beribadahlah kepada-Nya secara ikhlas, kalian tidak memiliki sembahan yang haq selainnya. Berharaplah pahala akhirat dari ibadah kalian, dan jangan memperbanyak kerusakan dan kemaksiatan di muka bumi, serta jangan mempertahankannya. Sebaliknya bertaubatlah kepada Allah darinya dan kembalilah kepada-Nya.

bagikan ini