Monthly Archives: June 2016

Tafsir Al-Muyasar Surat Hud 111-123

HUD : 111

وَإِنَّ كُـلاًّ لَّمَّا لَيُوَفِّيَنَّهُمْ رَبُّكَ أَعْمَالَهُمْ إِنَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Terjemah :
Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih itu) pasti Tuhanmu akan menyempurnakan dengan cukup, (balasan) pekerjaan mereka. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Tafsir :
Sesungguhnya kepada tiap kaum yang berselisih itu (sebagaimana telah Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (wahai Rasul)) pasti Rabbmu akan menyempurnakan balasan atas perbuatan mereka kelak pada Hari Kiamat. Jika amalnya baik, maka balasannya pun akan baik. Dan jika amalnya buruk maka balasannya pun akan buruk. Sesungguhnya Rabbmu Maha Mengabarkan perbuatan orang-orang musyrik itu. Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari amalan mereka. Ayat ini merupakan ancaman dan peringatan bagi mereka.

bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat Hud 101-110

HUD : 101

وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَـكِن ظَلَمُواْ أَنفُسَهُمْ فَمَا أَغْنَتْ عَنْهُمْ آلِهَتُهُمُ الَّتِي يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ مِن شَيْءٍ لِّمَّا جَاء أَمْرُ رَبِّكَ وَمَا زَادُوهُمْ غَيْرَ تَتْبِيبٍ
Terjemah :
Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.
Tafsir :
Memusnahkan mereka bukanlah tanpa sebab dan dosa yang karenanya mereka berhak diadzab. Tetapi karena mereka mendhalimi diri sendiri dengan menyekutukan Allah dan berbuat kerusakan di muka bumi. Tuhan-tuhan mereka yang mereka berdoa padanya, meminta pada tuhan-tuhan itu untuk menolak bahaya tatkala datang ketetapan Tuhanmu untuk mengadzab mereka, tuhan-tuhan itu tidak bisa berbuat apa-apa untuk mereka. Dan tuhan mereka itu tidak menambah apa pun, kecuali kehancuran, kebinasaan dan penyesalan belaka.

bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat Hud 91-100

HUD : 91

قَالُواْ يَا شُعَيْبُ مَا نَفْقَهُ كَثِيرًا مِّمَّا تَقُولُ وَإِنَّا لَنَرَاكَ فِينَا ضَعِيفًا وَلَوْلاَ رَهْطُكَ لَرَجَمْنَاكَ وَمَا أَنتَ عَلَيْنَا بِعَزِيزٍ
Terjemah :
Mereka berkata: “Hai Syuaib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami telah merajam kamu, sedang kamupun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami.”
Tafsir :
Mereka berkata : Hai Syuaib, kami tidak paham banyak apa yang kamu katakan. Sesungguhnya kami melihat bahwa kamu hanyalah orang lemah, bukan termasuk para pembesar maupun pemimpin di tengah-tengah kami. Kalau bukan karena keluargamu melindungimu, tentulah kami sudah membunuhmu dengan dirajam (dilempari batu), karena keluarganya termasuk golongan yang seagama dengan mereka. Engkau tidaklah mempunyai kedudukan dan kehormatan pada diri kami.

bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat Hud 81-90

HUD : 81

قَالُواْ يَا لُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَن يَصِلُواْ إِلَيْكَ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ اللَّيْلِ وَلاَ يَلْتَفِتْ مِنكُمْ أَحَدٌ إِلاَّ امْرَأَتَكَ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ
Terjemah :
Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal [732], kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?”.

[732] Kata “tertinggal” di sini terjemahan dari kalimah “yaltafit.” Ada pula mufassir menterjemahkannya dengan “menoleh ke belakang”
Tafsir :
Para malaikat itu berkata : Wahai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan Rabbmu, yang diutus untuk membinasakan kaummu. Mereka tidak akan dapat mengganggumu. Maka keluarlah kamu bersama keluargamu dari desa ini pada akhir malam. Dan janganlah ada seorang pun yang menoleh ke belakang agar tidak melihat adzab yang diturunkan, maka dia akan ikut terkena. Akan tetapi, istrimu yang telah mengkhianatimu dengan menjadi kafir dan munafik akan kami binasakan pula bersama kaummu. Sesungguhnya saat jatuhnya adzab mereka adalah waktu Shubuh, yaitu waktu yang sudah dekat.

bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat Hud 71-80

HUD : 71

وَامْرَأَتُهُ قَآئِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَقَ وَمِن وَرَاء إِسْحَقَ يَعْقُوبَ
Terjemah :
Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya qub.
Tafsir :
Dan istri Ibrahim, Sarah, berdiri di belakang tirai mendengar percakapan mereka. Dia tertawa karena terkejut atas apa yang didengarnya. Maka Kami beri dia kabar gembira melalui lisan malaikat bahwa dia akan melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama Ishaq dari suaminya, Ibrahim. Dan anaknya akan tumbuh, lalu setelah Ishaq akan mempunyai cucu bernama Ya”qub.

bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat Hud 61-70

HUD : 61

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُّجِيبٌ
Terjemah :
Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya [726], karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).”

[726] Maksudnya: manusia dijadikan penghuni dunia untuk menguasai dan memakmurkan dunia.
Tafsir :
Dan kepada kaum Tsamud, Kami utus saudara mereka, Shalih. Dia berkata : Hai kaumku, sembahlah Allah semata, tidak ada bagi kalian Ilah yang berhak disembah selain Dia yang Mahaagung lagi Mahatinggi. Ikhlas-lah dalam beribadah keapada-Nya. Dia-lah yang memulai peciptaan kalian dari tanah, yaitu dengan menciptakan ayah kalian, Adam, dan menjadikan kalian sebagai pemakmurnya (bumi). Maka mohonlah kepada Allah agar mengampuni dosa kalian dan kembalilah kalian kepada-Nya dengan taubat yang baik. Sesungguhnya Rabbku begitu dekat bagi orang yang ikhlas beribadah dan berharap taubat kepada-Nya. Dia juga menjawab doa hamba yang berdoa kepada-Nya.

bagikan ini