Sibuk Tidak Sempat Baca Al Quran (Seri Ramadhan 7).

Bismillah

Saudaraku kaum muslimin dan muslimat semoga Rahmat Allah Ta’alaa selalu tercurahkan kepada kita semua.

Aamiin.

Saudaraku…setiap kita mempunyai keadaan yang berbeda-beda…

Ada yang banyak waktu luangnya…tetapi fisiknya atau jiwanya tidak sehat…

Ada yang sempit waktunya tetapi raganya dan jiwanya sehat…

Yang sangat menyedihkan jika ada yang sempit waktunya serta jiwa dan raganya sakit…

Ya g beruntung adalah orang yang waktunya luang dan jiwa raganya sehat…

Yang terakhir ini beruntung jika seraya menggunakannya untuk beribadah kepada Allah Ta’alaa terutama di bulan Ramadhan ini…

Dan sungguh sangat merugi jika waktu luang dan sehatnya tidak dimanfaatkan untuk dunia dan akhiratnya…

(Kutipan)
Sebagaimana hadits di bawah ini:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Nabi n bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”.

[HR Bukhari, no. 5933].

Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata:

“Kenikmatan adalah keadaan yang baik. Ada yang mengatakan, kenikmatan adalah manfaat yang dilakukan dengan bentuk melakukan kebaikan untuk orang lain”. [Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari, penjelasan hadits no. 5933].

Kata “maghbuun”, secara bahasa artinya tertipu di dalam jual-beli, atau lemah fikiran.
Al Jauhari rahimahullah berkata: “Berdasarkan ini, kedua (makna itu) bisa dipakai di dalam hadits ini. Karena sesungguhnya orang yang tidak menggunakan kesehatan dan waktu luang di dalam apa yang seharusnya, dia telah tertipu, karena dia telah menjual keduanya dengan murah, dan fikirannya tentang hal itu tidaklah terpuji”. [Fathul Bari].

Ibnu Baththaal rahimahullah berkata: “Makna hadits ini, bahwa seseorang tidaklah menjadi orang yang longgar (punya waktu luang) sehingga dia tercukupi (kebutuhannya) dan sehat badannya. Barangsiapa dua perkara itu ada padanya, maka hendaklah dia berusaha agar tidak tertipu, yaitu meninggalkan syukur kepada Allah terhadap nikmat yang telah Dia berikan kepadanya. Dan termasuk syukur kepada Allah adalah melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Barangsiapa melalaikan hal itu, maka dia adalah orang yang tertipu”. [Fathul Bari].

(Selesai kutipan dari artikel NIKMAT SEHAT DAN WAKTU LUANG Oleh Ustadz Muslim Al Atsari).

Kita lanjutkan nasehat yang menarik yang berbentuk artikel tanya jawab di bawah ini semoga bermanfaat…

(Kutipan)

Tidak Sempat Membaca Al-Qur’an Al-Karim Di Bulan Ramadan

Pertanyaan

Saya ucapkan selamat memasuki bulan Ramadan karim. Dipermulaan bulan Ramadan saya berjanji pada diriku agar dapat menghatamkan bacaan Qur’an Karim akan tetapi sangat disayangkan sekali saya bangun pada jam 6 pagi dan saya pulang ke rumahku pada jam 05:30 sore. Setelah berbuka saya sangat letih sekali, sehingga saya tidur sampai sekitar jam 10 malam, saya bangun sampai sahur sehingga saya seakan tidur dan saya tidur sekitar jam 12. Sampai saya dapat bangun pagi hari, bagaimana yang perlu saya lakukan?

Teks Jawaban

Alhamdulillah
Kami juga mengucapkan kepada anda dengan bulan yang mulia, kami memohon kepada Allah ta’ala semoga membantu kita dalam mengingat, mensyukuri dan baik dalam beribadah kepada-Nya. Yang diharapkan bagi seorang muslim, menggabungkan antara kebaikan dunia dan akhirat. Jangan meninggalkan dunia, dengan merusaknya dengan alasan menggapai akhirat. Jangan juga menghadapi dunia dan berpaling dari akhirat. Bahkan maksudnya dari dunia adalah berbekal darinya untuk akhirat. Dunia bukan dunia untuk menetap, bahkan ia Cuma sekedar tempat lewat, dimana seseorang pasti akan berpindah ke akhirat.
Seorang mukmin yang berakal adalah dia yang siap untuk perpindahan itu, oleh karena itu Nabi sallallahu alaihi wa sallam ditanya ‘Siapa yang paling cerdas dan paling kuat dari kalangan manusiia? Maka beliau bersabda:

أكثرهم ذكراً للموت ، وأشدهم استعدادا له
(رواه الطبراني وحسنه المنذري في الترغيب والتهذيب، رقم 4/197 والهيثمي في مجمع الزوائد، 10/ 312 و قال العراقي في “تخريج أحاديث الإحياء، رقم 5/194 : إسناده جيد ، وذكره الألباني في “ضعيف الترغيب، رقم 1964)
“Orang yang paling sering mengingat kematian, dan yang paling siap untuk itu.”
(HR. Thabrani, dihasankan oleh Munziri dalam kitab Targib wa Tarhib, 4/197, Haitsami di ‘Majma’ Zawaid, 10/312. Al-Iroqi mengatakan dalam ‘Takhrij Ahadits Al-Ihya’, 5/194, sanadnya baik. Disebutkan oleh Al-Albany dalam ‘Dhaif Targib, no. 1964).

Maka harus siap untuk hari kematian, disana tempat yang menetap. Kami memohon kepada Allah agar dikumpulkan di tempat tetap yang penuh rahmat.

Selayaknya bagi orang muslim mengggabungkan antara amalan dunia dan amalan akhirat. Seseorang membutuhkan tempat tinggal, harta, pakaian, makanan dan minuman. Agar dapat menghidupkan badannya. Begitu juga membutuhkan iman yang benar, shalat, puasa, zikir kepada Allah Ta’ala, bacaan Al-Qur’an dan berbuat baik kepada manusia dan lainnya agar dapat menghidupkan hatinya.
Allah berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُم (سورة الأنفال: 24)
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu.” (QS. Al-Anfal: 24)

Seorang muslim membutuhkan bacaan Al-Qur’an di bulan Ramadan dan selain Ramadan. Selayaknya dia mempunyai wirid harian dari Al-Qur’an Karim, agar dapat menghatamkan Qur’an –paling lama setiap empat puluh hari sekali- sementara di bulan Ramadan, yang diminta lebih dari itu. Karena ia termasuk musim ketaatan yang terbaik. Dan bacaan Al-Qur’an.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ   (سورة البقرة: 185)

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran.”

(QS. Al-Baqarah: 185)

Anda dapat mengambil bagian dari hari anda satu jam untuk membaca dua juz lebih dari Al-Qur’an. Sehingga anda dapat mengkhatamkan dua atau tiga kali dalam sebulan. Memungkinkan bagi anda mengambil kesempatan dari waktu yang anda habiskan di kendaraan. Hendaknya mushaf bersama anda tidak berpisah di tangan anda. anda akan dapat mengkhatamkan berkali-kali dalam waktu yang singkat.

Kalau kejadiannya terus menerus, memungkinkan bagi anda membuat kesepakatan dengan pemilik kerja, agar mengurangi waktu kerja, meskipun gajian dikurangi, Allah akan menggantikan yang lebih baik lagi. Memungkinkan juga bagi anda mengambil liburan di sepuluh malam akhir atau sebagiannya. Yang penting anda bersemangat dalam mengambil faedah dalam bulan yang mulia ini sesuai dengan waktu dan kesempatan anda. kesempatan masih terbuka. Dan hari-hari masih ada.
Kami memohon kepada Allah agar kita dapat mempergunakan dalam ketaatan kepada-Nya. Kalau tidak memungkinkan mengurangi jam kerja, atau mengambil cuti beberapa hari. Maka anda dapat mengambil faedah dari waktu anda semampu anda. kalau Allah mengetahui kesungguhan anda dalam membaca Al-Qur’an kalau bukan karena kerja, maka akan diberi pahala sesuai dengan niat anda. semoga Allah memberikan taufik kepada anda sesuai yang dicintai dan diridhai.
Wallahu a’lam .

Refrensi: Soal Jawab Tentang Islam
(Selesai Kutipan dari Islamqa)

Semoga bermanfaat untuk kita semua…aamiin

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Dari beberapa sumber untuk saudaraku…semoga bermanfaat.

Saudaramu

Abdurrahim Ayyub

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*