JANGAN REMEHKAN DOSA

***Jangan Remehkan Dosa***
***Faidah yang Membuat Badan Merinding***

‎فائدة تقشعر لها الأبدان :

‎قال ابن القيم رحمه الله تعالى:
‎” يؤدب الله عبده المؤمن الذي يحبه وهو كريم عنده بأدنى زلة أو هفوة، فلا يزال مستيقظا حذرا.
‎وأما من سقط من عينه وهان عليه فإنه يخلي بينه وبين معاصيه، وكلما أحدث ذنبا أحدث له نعمة، والمغرور يظن أن ذلك من كرامته عليه ولا يعلم أن ذلك عين الإهانة، وأنه يريد به العذاب الشديد، والعقوبة التي لا عاقبة معها ”
‎[ زاد المعاد ٥٠٦/٣ ]
‎نسأل الله لنا ولكم العفو والعافية في الدنيا والأخره

faidah yang membuat badan merinding :

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah :

“Allah mendidik hamba-NYA yang beriman, yang mencintai-NYA, dan ALLAH adalah maha dermawan di sisinya, ketika ia terglincir dengan melakukan dosa kecil yang tidak disengaja, maka ia menyadarinya dan berhati2.
dan adapun yang melakukan dosa (tanpa ia sengaja) dan menganggap remeh hal itu, maka ia telah membiarkan antara dirinya dan maksiat, dan setiap kali dia melakukan dosa, maka setiap itu pula Allah memberinya nikmat. Dan orang yang tertipu menyangka bahwasanya yang demikian itu adalah suatu kemuliaan baginya sementara ia tidak mengetahui bahwa hal itu adalah sebuah penghinaan yang nyata baginya, dan Allah menginginkan baginya adzab yang pedih, dan hukuman yang tidak ada bandingannya.”

[zaadul ma’aad 3/506]
kita memohon kepada Allah ampunan dan kebaikan di dunia dan di akhirat

Diterjemahkan dan diberi judul oleh Tim Ibnu Umar

www.ibnuumar.sch.id

Faidah dari WA group Syeikh Walid Sayfu Nashr hafidzahullah

bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat Faathir’ 31-35

FAATHIR’ : 31-

وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ هُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ إِنَّ اللَّهَ بِعِبَادِهِ لَخَبِيرٌ بَصِيرٌ

TERJEMAH :

Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu yaitu Al Kitab (Al Qur’an) itulah yang benar, dengan membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (ke- adaan) hamba-hamba-Nya.

TAFSIR :

Dan al-Qur’an yang Kami turunkan kepadamu (wahai Rasul) adalah haq yang membenarkan kitab-kitab yang Allah turunkan kepada utusan-utusan-Nya sebelummu. Sesungguhnya Allah Maha Mengenal segala urusan hamba-hamba-Nya, Maha Melihat amal perbuatan mereka dan akan membalas mereka karenanya.

bagikan ini

Penyakit Ain Benar-Benar Ada dan Nyata

*PENYAKIT AIN BENAR-BENAR ADA DAN NYATA*

Kisah Syaikhb Sulaiman ar-Ruhaily hafidzahullah yang terkena Ain:

Beliau berkata: saya ingin ingatkan kepada saudara2 hendaknya kita senantiasa dan seharusnya untuk beradab dengan adab para salafusshalih terdahulu akatn bahayanya penyakit ‘ain, karna penyakit ain itu benar2 ada sebagai mana nabi صلى الله عليه وسلم berkata : bahwasanya ain memiliki pengaruh/dampak buruk yang sangat besar, dan para ulama membagikan penyakit ain ini menjadi 2 bagian :

👉. ain yang di sebabkan karena kebencian

👉. ain yang di sebabkan karena kagum/takjub

➡ Bisa jadi ain itu terjadi karna sebab kebencian oleh karnanya nabi menjelaskan di dalam hadits ruqyah , beliau bersabda : *Dengan nama ALLAH aku meruqyah/menjampi2mu dari segala sesuatu yang menyakitimu , juga dari jiwa dan mata pendengki, semoga ALLAH menyembuhkanmu , dengan nama ALLAH aku meruqyahmu* atau sebagaimana yang di sabdakan nabi صلى الله عليه وسلم.
*(( Dan dari kejelekan/keburukan mata pendengki))* dan dalam riwayat lain mengatakan : *(( Dan dari kejelekan/keburukan mata pendengki , saya meruqyahmu))* dan bisa jadi ain di sebabkan karena mata pendengki .

➡ ain juga bisa terjadi karna kekaguman seseorang bukan karena dengki, oleh karenanya kita di perintahkan dan di syariatkan untuk mendoakan keberkahan kepada orang yang kita kagumi karena sebagaiman nabi bersabda : *” Apabila salah seorang diantara kalian melihat sesuatu dari saudaranya atau pada diri saudaranya, atau melihat hartanya yang menakjubkan, maka hendaknya ia mendoakan keberkahan kepada saudaranya tersebut karna ain benar-benar ada”*
bagi siapa saja yang melihat pada saudaranya sesuatu yang menakjubkannya.

⏺. melihat saudaranya menghafal dengan cepat maka doakan lah : *ya ALLAH berkahilah ia dengan hafalannya*
karena sesungguhnya ain itu bisa saja menimpa dirinya sendri sebagai mana dzahir hadits di atas.

⏺. apabila melihat saudaranya , atau kepada khatib jum’at , apabila melihat kepada syaikhnya , maka apabila dia melihat sesuatu dari saudaranya yang menakjubkan hendak lah ia mendoakan keberkahan pada saudaranya tersebut karena sesungguhnya *’ain itu benar-benar ada dan terjadi*.

🔽 Dan adab tersebut sudah yaitu mendoakan keberkahan pada saudara kita di zaman sekarang sudah mulai pudar dan hilang , bisa saja dia melihat dari saudaranya sesuatu yang menakjubkan akan tetapi dia tidak mendoakan keberkahan bagi saudaranya bahwa itu bisa jadi memudharatkan saudaranya dengan ain dan ia tidak mengetahuinya, sebagian orang berkata : aku berlindung kepada allah apakah aku seorang pendengki?! sampai aku harus mendoakan keberkahan buat dia : maka kita katakan tidak. akan tetapi bisa saja engkau memudharatkan orang lain dengan mata mu padahal sebenarnya engkau kagum/takjub kepadanya, bahkan mungkin engkau cinta kepadanya, sebagaimana engkau cinta terhadap dirimu sendiri, anak , atau kepada syaikh mu, maka seharusnya dan sepantasnya kita mendoakan keberkahan untuk mereka.

🔽 maka pengaruh ain atau dampak buruknya snagat jelek dan bisa menghalangi dari berbuat baik. maka hendaknya kita selalu beradab dan mendoakan keberkahan bagi saudara kita.

kemudian saya ceritakan kejadian yang menimpa saya, saya benar3 melihat dan menyaksikannya sendiri, ini saya ceritakan/ingatkan sebagai peringatan untuk kita semua akan bahayanya penyakit ain :

Beberapa tahun yang lalu tepatnya kurang lebih 16 tahun yang lalu, ketika saya menyampaikan kajian/muhadharah tanpa persiapan yang matang(secara mendadak) maka ketika itu mendadak saya terkena ain, saya tidak bisa menyampaikan sesuatu sebenarnya saya paham dan tahu apa yang akan saya sampaikan akan tetapi ketika sudah berada di atas kursi dan di tengah2 manusia saya lupa apa yang akan sya sampaikan , sampai ketika itu untuk mengucapkan/membaca al-fatihah saya tidak bisa, kemudian alhamdulillah setelah di ruqyah penyakit/keburukan itu hilang, perhatikan saudara2 ku tentang perkara ini (ain ) yang menyebabkan dampak buruk dan menghalangi dari berbuat baik.

pada hari ini ketika hendak khutbah jumat maka saya menaiki mimbar dan saya dalam keadaan sehat , saya belom sempat mengucapkan salam kepada jama’ah , sya merasakan sakit yang luar biasa di dalam tenggorokan saya, dan juga pikiran saya menjadi kacau dan tidak karuan, ternyata ain telah menguasai ku , sangkaan saya ini terjadi karna kagumnya seorang terhadap saudaranya , kemudian saya diam sejenak dan saya meruqyah diri sya sehingga penyakit itu hilang.

*mengapa saya ceritakan/katakan demikian ??*

ketahuilah saudara-saudara ku,
karena akan bahayanya ain Dan dampaknya yang jelek serta menghalangi kita dari berbuat baik, bahkan yang lebih parah bisa membunuh seorang muslim.
*apa yang harus kita lakukan untuk melindungi dang menjaga kita dari ain?*

hendaknya kita selalu mendoakan keberkahan bagi saudara kita ketika kita takjub/kagum terhadap saudara kita.
atau kita katakan: ma syaa allah tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari allah , ya allah berkahi lah dia. ini saya katakan karna kecintaan saya terhadap kebaikan pada diri saya dan jga untuk saudara2 saya serta kaum mukminin .

sumber dari *SYAIKH SULAIMAN AR-RUHAILY HAFIDZAHULLAHU TA’AALA*

‎❌✋ 📍 العين حقّ
‎قصة الشيخ سليمان الرحيلي -حفظه الله.واصابته بالعين- :

‎قال حفظه الله
‎أحب أن أنبه الإخوة إلى أدب ينبغي أن نتأدب به، وذلك أيّها الإخوة أنّ العين حقّ كما قال النبي –صلى الله عليه وسلمّ- وأنّها تورد الجمل القدر، والعين لها أثرها الكبير، والعين كما قال العلماء نوعان:
‎١) عين حاسدة .
‎٢) وعين معجبة.

‎▶ فقد تكون إصابة العين نتيجة الحسد ولذلك في حديث الرقية يقول النبي –صلى الله عليه و سلّم- : ((بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ ومِنْ شَرِّ كُلِّ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ )) – أو كما قال صلى الله عليه وسلّم-
‎فقال : ((ومِنْ شَرِّ عَيْنِ كُلِّ حَاسِدٍ)) وفي رواية : ((ومِنْ شَرِّ عَيْنِ حَاسِدَةِ أَرْقِيكَ)) فقد تكون العين حاسدة لكنّه ليس لازماً.

‎ ▶فقد تكون العين معجبة ليست حاسدة، ولذلك شُرِع لنا أيها الإخوة إذا رأينا ما يعجبنا أن نبرك فإنّ النبي –صلى الله عليه و سلم- قال: ((إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ نَفِسِه أَوْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيَدْعُ بِالْبَرَكَةِ فَإِنَّ العَيْنَ حَقّ)) فمن رأى من نفسه شيئا يعجبه
‎➖ رأى أنّه يحفظ بسرعة فليقل : اللّهم بارك ، فإنّ الإنسان قد يصيب نفسه بالعيّن كما هو ظاهر هذا الحديث.
‎➖ إذا رأى من ولده شيئا يعجبه رأى الولد نجيبا ما شاء الله حريصا على تحفيظ القرآن فليقل : اللّهم بارك .
‎➖إذا رأى من أخيه، إذا رأى من خطيب الجمعة ، إذا رأى من شيخه، إذا رأى من أخيه شيئا يعجبه فليبرّك فإنّ العين حقّ .

‎📍فهذا أدب فقده بعض النّاس في زماننا هذا، فلربّما رأى من أخيه شيئا يعجبه فلم يبرك عليه فأضرّ أخاه وهو لا يعلم، بعض النّاس يقول: أبدا أعوذ بالله هل أنا حاسد ❗حتى أبرك نقول : لا . فإنّك قد تضرّ بعينك وأنت معجب، بل وأنت محبّ، كما تحب نفسك وتحبّ ولدك، وقد تحب شيخك، فمن الأدب التبريك.

‎📍والعين لها أثر عظيم وقد تتسبب في شرّ ومنعِ خير فينبغي علينا أن نتأدب بهذا الأدب.

‎أقول هذا يا إخوة وأنا أعرف هذا وأراه، وأذكر لكم من باب أن ننتبه :
‎قبل سنين طويلة –قبل أكثر من ستة وعشرين سنّة- كنت ألقي المحاضرات ارتجالا ثمّ أصبت فيما يظهر لي بعيّن فأصبحت لا أستطيع أن أستحضر شيئا يعني أعرف ما أريد أن أقوله فإذا جلست على الكرسي نسيت حتى أني مرة أردت أن أقول الفاتحة فما استطعت، وعالجناها و الحمد لله بالرقيّة حتى ذهب شرّها، لكن يا إخوة أنظروا هذا الأمر ما يسبب من شرّ ويمنع من خير.

‎اليوم في خطبة الجمعة لما صعدت على المنبر وكنت في أحسن حالاتي من حيث الصحّة، ما إن سلمت على النّاس حتّى أصبت بألم شديد في حلقي وتشوش ذهني تماما وتعرّقت عرقاً كأنّي محموم، وغلب على ظني أنّها عين، ويغلب على ظنّي أنّها اعجاب من بعض النّاس لحسن ظنّه بأخيه فكنت أسكت قليلا و أقرأ على نفسي حتى ذهب شرّها.

‎فلماذا أقول هذا يا إخوة؟
‎أقوله ليعلم الإنسان أن ضرر العين متعدي وأنه قد يتسبب في شر،ّ وقد يتسبب في منع خير، بل قد يتسبب في قتل المسلم.

‎فما الذي يحمينا من هذا؟
‎أن نبرّك إذا رأينا ما يعجبنا فنقول: اللّهم بارك .
‎وإن قلنا :ماشاء الله لا قوّة إلّا بالله اللّهم بارك فحسن
‎هذا أقوله من باب حبي للخير لنفسي و لإخواني المؤمنين.
‎————————–تفريغ من مقطع العين حق
‎للشيخ سليمان الرحيلي حفظه الله تعالى

Diterjemahkan Tim Ibnu Umar

www.ibnuumar.sch.id

Manquul dari WA Syeikh Walid Sayfu Nashr hafidzahullah

bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat Faathir’ 26-30

FAATHIR’ : 26-

ثُمَّ أَخَذْتُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

TERJEMAH :

Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir; maka (lihatlah) bagaimana (hebatnya) akibat kemurkaan-Ku.

TAFSIR :

Kemudian Aku menimpakan berbagai macam adzab kepada orang-orang kafir. Maka perhatikanlah bagaimana pengingkaran-Ku terhadap perbuatan mereka dan turunnya hukuman-Ku atas mereka??

bagikan ini

HIDAYAH KEFAHAMAN

***Hidayah Kefahaman***

*ibnu Taimiyyah _rhahimahullah_ berkata* ;

“`”terkadang ada salah seorang yang paling cendikiawan/luas ilmunya,paling pandai di antara manusia dan paling kuat ilmunya (pengetahuannya), namun ia tabu( dari sesuatu yanug paling jelas (nampak)atau kurang mengetahui, dan terkadang ada seorang yang paling bodoh di antara manusia, dan paling lemah ilmunya (pengetahuannya), namun Allah memberinya hidayah untuk melihat (suatu) kebenaran dari apa yang diperselisihkan dengn seizin-Nya, maka tiada daya dan upaya melainkan kekuatan dari Allah. Dan barang siapa yang (hanya) bersandar kepada pengetahuannya (saja) serta menjadikannya dalil untuknya, atau mengandalkan akal dan kecerdasannya (saja), maka ia akan gagal (disiaa-siakan).”“`

*Dalam kitab dar’u ta’aaridu al-‘aqly wan naqly (9/34)*

‎‏قال ابن تيمية : ” وقد يكون الرجل من أذكياء الناس وأحدّهم نظرًا ، ويعميه عن أظهر الأشياء ، وقد يكون من أبلد الناس وأضعفهم نظرًا ويهديه لما اختلف فيه من الحق بإذنه ، فلا حول ولا قوة إلا بالله ، فمن اتكل على نظره واستدلاله ، أو عقله ومعرفته خُذِل”

‎(درء تعارض العقل والنقل:9 / 34)

Diterjemahkan Tim Ibnu Umar

www.ibnuumar.sch.id

Faidah WA group Syeikh Waliid Sayfu Nashr hafidzahullah

bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat Faathir’ 21-25

FAATHIR’ : 21-

وَلَا الظِّلُّ وَلَا الْحَرُورُ

TERJEMAH :

dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas,

TAFSIR :

Naungan dengan angin yang panas.

bagikan ini