Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Ahzab 6-10

AL-AHZAB : 6-

النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ وَأُوْلُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ إِلَّا أَن تَفْعَلُوا إِلَى أَوْلِيَائِكُم مَّعْرُوفًا كَانَ ذَلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا

TERJEMAH :

Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri [1201] dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmim dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu berbuat baik [1202] kepada saudara-saudaramu (seagama). Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Allah).

[1201] Maksudnya: orang-orang mukmin itu mencintai nabi mereka lebih dari mencintai diri mereka sendiri dalam segala urusan.
[1202] Yang dimaksud dengan berbuat baik disini ialah berwasiat yang tidak lebih dari sepertiga harta.

TAFSIR :

Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم  lebih berhak dengan orang-orang Mukmin dan lebih dekat kepada mereka atas diri mereka sendiri dalam perkara agama dan dunia. Kehormatan istri-istri Nabi صلی الله عليه وسلم atas umatnya adalah seperti kehormatan ibu-ibu mereka, maka tidak boleh menikahi istri-istri Nabi صلی الله عليه وسلم  sesudah beliau. Sedangkan para pemilik hubungan kekerabatan di kalangan kaum muslimin, sebagian dari mereka lebih berhak atas warisan sebagian yang lain dalam hokum Allah dan syariat-Nya, daripada warisan berdasarkan iman dan hijrah. Kaum muslimin di awal-awal Islam saling mewarisi berdasarkan hijrah dan iman bukan kekerabatan, kemudian hal itu mansukh (dihapus) dengan ayat-ayat warisan. Kecuali bila kalian wahai kaum muslimin berkenan melakukan kebaikan kepada non ahli waris dalam bentuk bantuan, kebaikan, silaturahim, wasiat dan kebaikan lainnya. Hukum tersebut telah ditakdirkan dan ditetapkan di Lauh Mahfuzh, maka kalian wajib mengamalkannya. Ayat ini mewajibkan seseorang lebih menyintai Nabi صلی الله عليه وسلم  daripada dirinya sendiri, wajib tunduk secara utuh kepada beliau, wajib menghormati Ummahatul Mukminin para istri Nabi صلی الله عليه وسلم , bahwa mencaci mereka merupakan kerugian yang sangat nyata.

bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Ahzab 1-5

AL-AHZAB : 1-

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

TERJEMAH :

Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

TAFSIR :

Wahai Nabi, hendaknya kamu selalu bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, agar orang-orang yang beriman meneladimu, karena mereka lebih memerlukan hal itu daripada dirimu. Jangan menaati orang-orang kafir dan munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, Maha Bijaksana dalam penciptaan, perintah dan pengaturan-Nya.

Asbabun Nuzul :

Juwaibir meriwayatkan dari adh-Dhahhak dari Ibnu Abbas berkata : Penduduk Makkah, di antara mereka al-Walid bin al-Mughirah dan Syaibah bin Rabi’ah meminta Nabi صلی الله عليه وسلم  membatalkan ucapannya dan mereka akan memberinya separuh dari harta mereka. Sementara orang-orang munafik dan Yahudi di Madinah menakut-nakutinya jika tidak meninggalkan agamanya maka mereka akan membunuhnya. Maka Allah menurunkan ayat 1 ini.

bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat As-Sajdah 26-30

AS-SAJDAH : 26-

أَوَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّنَ الْقُرُونِ يَمْشُونَ فِي مَسَاكِنِهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ أَفَلَا يَسْمَعُونَ

TERJEMAH :

Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Maka apakah mereka tidak mendengarkan?

TAFSIR :

Apakah orang-orang yang mendustakan Rasul itu belum mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, berjalan di negeri mereka lalu menyaksikan dengan mata kepala mereka, seperti kaum Hud,Shalih dan Luth?? Sesungguhnya dalam hal itu terdapat tanda-tanda dan nasihat-nasihat yang membimbing kepada kebenaran para utusan Allah yang datang kepada mereka dan kebatilan syirik yang mereka perbuat. Apakah orang-orang yang mendustakan para Rasul itu tidak mendengarkan nasihat-nasihat dan hujjah-hujjah Allah lalu mengambil manfaat darinya??

bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat As-Sajdah 21-25

AS-SAJDAH : 21-

وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

TERJEMAH :

Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).

TAFSIR :

Dan Kami pasti akan menimpakan kepada orang-orang fasik yang mendustakan itu siksa-siksa dunia berupa ujian, cobaan dan musibah sebelum siksa besar di Hari Kiamat nanti. Di sana mereka disiksa di Neraka Jahanam, dengan harapan mereka akan kembali dan bertaubat dari dosa-dosa mereka.

bagikan ini

Tafsir Al-Muyasar Surat As-Sajdah 16-20

AS-SAJDAH : 16-

تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

TERJEMAH :

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya [1194] dan mereka selalu berdo’a kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan.

[1194] Maksudnya mereka tidak tidur di waktu biasanya orang tidur untuk mengerjakan shalat malam.

 TAFSIR :

Lambung orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Allah tersebut terangkat dari kasur tempat tidur mereka. Mereka bertahajud kepada Rabb mereka dalam shalat malam, berdoa kepada-Nya dengan perasaan takut mendapatkan siksa dan berharap pahala. Dan mereka berkenan berinfak dari sebagian harta yang Allah berikan kepada mereka dalam ketaatan kepada-Nya dan di jalan-Nya.

Asbabun Nuzul :

Al-Bazzar meriwayatkan dari Bilal berkata : Kami duduk di masid sementara beberapa orang shahabat Rasulullah

صلی الله عليه وسلم shalat ba’da Maghrib sampai Isya’. Maka turun ayat 16 ini. Namun pada sanadnya terdapat Abdullah bin Syabib, dhaif.

At-Tirmidzi meriwayatkan dan dia menshahihkannya dari Anas bahwa ayat 16 ini turun pada saat menantikan shalat yang disebut dengan Isya’.

bagikan ini

PELATIHAN DAN SOSIALISASI K-13 DI SD IBNU UMAR PLUS TAHFIDZ

Bismillah walhamdulillah wash shalatu was salam ala rasulullah .
alhamdulillah, atas berkat rahmat danbantuan dari Allah rabbil alamin,

Sekolah dasar islam plus tahfidz Ibnu Umar telah melaksanakan kegiatan :

PELATIHAN DAN SOSIALISASI KURIKULUM K-13 denga pemateri Bapak Andi Irawan S.Pd hafidzahullah. Dan
PENGGUNAAN Ms. WORD DALAM RANGKA PEMBUATAN SOAL YANG BAIK. dengan pemateri Bapak Amri Setiawan hafidzahullah.

Dua acara ini dilaksanakan dalam rangka mewujudkan komitmen SD Ibnu Umar meningkatkan kualitas Kebiatan Belajar Mengajar.

Dan juga komitmen dalam berpartisipasi dalam mewujudkan program pemerintah dalam rangka mencerdaskan kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.
semoga acara ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Barakallahu fikum.

Ttd.
Div Humas
Sub Litbang

bagikan ini